Digital twin untuk praktikum akan membantu proses pembelajaran. Digital twin sendiri merupakan suatu usaha memindahkan objek-objek dari dunia nyata yang berupa data ke era dunia virtual. Data-data tersebut artinya akan terulang sehingga dapat menjadi informasi yang berguna.
Informasi ini nantinya akan dapat digunakan kembali pada dunia nyata sehingga mampu membantu di berbagai sektor. Dalam dunia pendidikan hal ini sangat mampu membantu proses pembelajaran dan juga praktikum secara tepat.
Berikut ini adalah informasi selengkapnya mengenai digital twin di dalam pembelajaran yang dapat menjadi referensi. Semoga informasi ini dapat membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif untuk peserta didik.
Apa itu digital twin dalam edukasi
Inovasi teknologi saat ini sudah sangat marak berlangsung sehingga memberikan pengalaman baru dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Inovasi teknologi ini juga merubah berbagai cara pembelajaran di pendidikan.
Salah satu inovasi teknologi ini yaitu digital twin. Di dalam pembelajaran teknologi ini berguna sebagai suatu data virtual yang meniru kegiatan belajar secara real time.
Konsep ini akan memanfaatkan kecerdasan buatan dan juga teknologi simulasi untuk menciptakan representasi digital dari peserta didik. Dengan teknologi ini peserta didik akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif dan juga adaptif yang mampu meningkatkan kemampuan secara efektif.
Dengan teknologi ini pendidikan akan dapat dioptimalkan sesuai dengan karakteristik dan juga kebutuhan masing-masing.
Konsep ini bekerja dengan teknologi yang mampu menciptakan Avatar digital peserta didik. Avatar digital ini akan mencerminkan perilaku, kemampuan dan juga perkembangan peserta didik di dalam pembelajaran.
Avatar digital ini akan mampu belajar, berlatih dan juga berinteraksi dalam dunia virtual sehingga mampu memberikan umpan baik yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pembelajar.
Teknologi digital twin ini akan mampu menyimpan data performa pembelajaran peserta didik, gaya belajar dan juga respon emosional mereka sehingga kegiatan belajar bisa sesuai karakter masing-masing. Teknologi ini akan mampu membantu guru dan juga peserta didik dalam memantau kemajuan belajar lebih akurat.
Para peserta didik dan juga guru bisa menggunakan teknologi digital twin untuk praktikum sehingga mampu membantu pelaksanaan kegiatan belajar secara komprehensif tanpa harus melakukan kegiatan secara langsung. Ini akan membantu dalam proses kegiatan praktikum yang membutuhkan banyak media dan memiliki risiko cukup tinggi.
Manfaat Digital Twin untuk praktikum dalam pembelajaran
Penggunaan digital twin untuk pembelajaran akan mampu memberikan beberapa manfaat bagi peserta didik dalam meningkatkan kompetensi mereka. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penggunaan teknologi tersebut.
Personalisasi belajar
Keunggulan utama dari penggunaan teknologi digital twin yaitu dapat mengembangkan personalisasi pembelajaran. Personalisasi pembelajaran merupakan suatu hal yang penting untuk mengakomodasi kegiatan belajar masing-masing peserta didik.
Ini karena tiap individu akan memiliki karakteristik, minat, gaya belajar hingga kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Perbedaan ini tidak akan dapat terakomodasi dalam pembelajaran di satu kelas yang sama menggunakan pendekatan yang sama.
Pembelajaran menggunakan pendekatan yang sama untuk kebutuhan yang berbeda akan menghambat perkembangan pembelajaran. Misalnya seseorang yang memiliki kecenderungan belajar menggunakan visual dan juga seseorang yang memiliki gaya belajar auditori tidak akan berkembang dengan pesat menggunakan pembelajaran yang sama.
Masing-masing peserta didik akan memiliki kebutuhan dan juga gaya belajar mereka masing-masing. Hal ini akan dapat terakomodasi dengan menggunakan teknologi digital twin di pembelajaran.
Tiap individu akan dapat berkembang menggunakan gaya belajar mereka serta metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan. Pembelajaran juga akan menyesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing sehingga tidak terbebani dengan ritme pembelajaran peserta didik lain.
Pembelajaran kolaboratif
Keunggulan lain dari penggunaan teknologi digital twin yaitu dapat memfasilitasi pembelajaran yang kolaboratif. Pembelajaran digital twin akan menggunakan Avatar digital sehingga mampu melaksanakan kegiatan belajar secara online.
Avatar digital ini akan mampu berinteraksi dengan Avatar peserta didik lain sehingga dapat berkolaborasi dan bekerja sama dalam suatu kegiatan. Mereka akan dapat berinteraksi untuk menyelesaikan tugas kelompok atau mengikuti diskusi virtual.
Kegiatan ini akan mampu membantu mereka meningkatkan kemampuan sosial serta kolaborasi yang dapat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Walaupun terlaksana di lingkungan digital, hal ini akan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi mereka secara efektif.
Pembelajaran yang interaktif dan simulatif
Teknologi digital twin juga mampu memungkinkan para peserta didik dalam belajar menggunakan pengalaman yang interaktif dan juga simulatif. Para peserta didik dapat melakukan eksperimen dalam laboratorium virtual sehingga mampu memahami suatu materi tanpa harus melakukan kegiatan secara langsung.
Selain itu mereka juga bisa melakukan simulasi perjalanan sejarah sehingga dapat memahami ilmu tentang suatu budaya dan sejarah di suatu masyarakat secara virtual. Pembelajaran menggunakan konsep matematika melalui permainan interaktif juga akan dapat terlaksana dalam kegiatan belajar ini.
Kegiatan-kegiatan ini akan mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif sehingga peserta didik dapat belajar sambil berlatih tanpa harus takut gagal. Para guru dapat memantau kemajuan belajar peserta didik secara langsung sehingga mampu memberikan arahan dan bimbingan yang tepat.
Baca Juga: Hybrid Learning Efektif di Sekolah Indonesia: Gunakan Strategi hingga Teknologi yang Tepat
Mengembangkan keterampilan abad 21
Keunggulan lain dari penggunaan teknologi digital twin yaitu dapat mendukung pengembangan keterampilan abad 21. Keterampilan abad 21 merupakan suatu kemampuan yang perlu peserta didik kasta sehingga mampu bersaing dengan masyarakat dunia saat ini.
Kemampuan ini berupa berpikir kritis, kreatif, kolaborasi dan lain sebagainya. Kemampuan ini dapat berkembang dengan menggunakan teknologi digital twin karena peserta didik akan dapat berkolaborasi dan juga berinteraksi dengan Avatar peserta didik lain.
Peserta didik juga bisa menggunakan teknologi secara canggih sehingga bisa meningkatkan literasi digital mereka agar mampu terjun dalam dunia nyata. Ini akan mampu membekali peserta didik secara menyeluruh untuk masa depan yang gemilang.
Mengasah kecerdasan emosional
Penggunaan digital twin juga akan mampu membantu mengasah kecerdasan emosional peserta didik. Avatar pada digital dan ini akan dapat mencatat respon emosional peserta didik terhadap materi atau tantangan yang mereka hadapi.
Para guru juga akan dapat memahami karakter peserta didik serta menyesuaikan pendekatan pengajaran yang dapat mendukung kesejahteraan emosional mereka. Ini akan mampu mengembangkan emosional yang baik sehingga peserta didik bisa berkembang secara penuh.
Contoh praktikum digital twin
Contoh sederhana dari praktikum yang menggunakan digital twin yaitu dalam pembelajaran sains peserta didik dapat mencoba melakukan praktek sederhana dalam laboratorium virtual. Di dalam pembelajaran ini peserta didik dapat mencoba melaksanakan praktikum sederhana sesuai dengan materi pembelajaran yang telah mereka terima.
Peserta didik dapat melakukan praktikum di dalam laboratorium virtual tanpa harus melakukannya secara langsung.
Praktikum ini akan mampu membantu peserta didik dalam berlatih mencoba sehingga mereka bisa menghilangkan ketakutan dalam suatu kegiatan. Mereka nantinya akan dapat mencoba sampai bisa tanpa harus khawatir gagal.
Hardware & software
Pembelajaran menggunakan digital twin akan menggunakan berbagai hardware dan software yang penting untuk pelaksanaannya. Pada masa ini, pembelajaran menggunakan digital twin masih belum terlalu populer. Masih banyak yang belum mengetahui cara belajar menggunakan dengan teknologi ini.
Untuk pelaksanaan pembelajarannya akan membutuhkan perangkat digital yang memiliki spesifikasi tinggi sehingga dapat menjalankan teknologi digital twin dengan lancar. Selain itu dibutuhkan juga software yang mampu membantu membangun avatar digital dan juga lingkungan pembelajaran digital untuk penggunanya.
Praktikum sederhana digital twin
Contoh praktikum sederhana digital twin yaitu:
Praktek di laboratorium virtual
Perhatikan sederhana pada teknologi digital twin dapat peserta dilaksanakan dalam pembelajaran sains. Dalam pembelajaran ini peserta didik dapat melakukan praktek menggunakan laboratorium virtual yang ada pada teknologi tersebut.
Dalam pelaksanaannya peserta didik bisa mencoba berbagai praktik sehingga mampu melatih diri serta mengembangkan kemampuan mereka. Peserta didik akan dapat mencoba berbagai hal tanpa harus takut melakukan kesalahan.
Pembelajaran matematika secara komprehensif
Selanjutnya peserta didik juga bisa melakukan pembelajaran matematika secara komprehensif pada digital twin. Mereka akan mampu menyelesaikan suatu permasalahan matematika dengan tepat menggunakan teknologi tersebut.
Pembelajaran sejarah menggunakan simulasi
Kegiatan selanjutnya yaitu pembelajaran menggunakan simulasi digital twin pada sejarah. Peserta didik akan mampu memahami kondisi dan juga informasi mengenai suatu ilmu di masa lampau tanpa harus kembali ke masa tersebut.
Mereka akan dapat melakukan pembelajaran secara simulasi sehingga dapat mempelajari secara langsung kondisi sejarah masa lalu.
Tantangan teknis Digital Twin untuk praktikum
Dalam pelaksanaannya digital twin memiliki beberapa tantangan teknis yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah informasi selengkapnya.
Kebutuhan perangkat
Tantangan dalam penggunaan teknologi ini yaitu tantangan pada kebutuhan perangkat. Penggunaan teknologi merupakan suatu hal yang lumrah saat ini.
Namun tidak semua orang memiliki sarana dan prasarana yang cukup canggih sehingga mampu menggunakan teknologi digital twin dengan baik. Apalagi teknologi ini memerlukan sistem yang cukup kompleks sehingga membutuhkan spesifikasi perangkat yang tinggi.
Tidak semua peserta didik dan guru memiliki sarana perangkat yang memadai sehingga mampu menggunakan teknologi ini secara lancar. Akan membutuhkan biaya tinggi untuk bisa mengakomodasi banyak orang dalam menggunakan teknologi ini.
Dengan sistem pendidikan dan juga persebaran teknologi pendidikan di Indonesia, hal ini masih belum memungkinkan sehingga akan sulit terlaksana dalam waktu dekat. Maka dari itu hal ini menjadi suatu tantangan yang besar dalam penggunaan digital twin.
Koneksi internet
Masalah lain yang berhubungan dengan penggunaan teknologi ini yaitu tantangan pada koneksi internet. Menggunakan teknologi digital twin membutuhkan koneksi internet yang cepat dan juga lancar.
Hal ini akan sulit terlaksana pada beberapa tempat yang tidak memiliki koneksi internet yang cukup cepat. Apalagi melihat kondisi persebaran koneksi internet di Indonesia, tidak banyak tempat yang memiliki koneksi internet tinggi bahkan masih belum tersentuh oleh internet secara menyeluruh.
Implementasi teknologi ini pada pendidikan Indonesia akan menjadi tantangan yang besar karena terdapat permasalahan koneksi internet tersebut. Teknologi digital twin membutuhkan koneksi internet yang cepat dan lancar sehingga tidak terjadi lagging di antara kegiatannya.
Keamanan data
Masalah lain yang ada pada penggunaan digital twin yaitu dalam keamanan data. Teknologi ini akan menggunakan informasi dari peserta didik secara nyata sehingga dapat diolah menjadi pembelajaran yang tepat untuk masing-masing individu.
Data-data tersebut merupakan suatu informasi krusial yang membentuk pembelajaran digital twin. Data ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Penggunaan teknologi digital twin yang tidak tepat bisa menyebabkan adanya resiko pada keamanan data. Data tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam hal yang bisa saja merugikan pemiliknya.
Dalam penggunaan teknologi, masalah keamanan data ini merupakan suatu hal yang penting dan sampai saat ini masih banyak menjadi risiko. Ini juga menjadi tantangan yang besar bagi penggunaan teknologi digital twin.
Ketergantungan teknologi
Baca Juga: Flipped Classroom Gen Z & Alpha, Ketahui Prinsip hingga Praktiknya yang Tepat
Tantangan lain yang mungkin muncul dalam penggunaan digital twin yaitu adanya ketergantungan teknologi pada peserta didik. Penggunaan teknologi pada pembelajaran memang sangat memudahkan kegiatan apalagi jika pembelajaran sudah dipersonalisasi menurut karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Peserta didik akan dapat meningkatkan pengetahuan mereka secara lebih luas menggunakan teknologi ini. Namun penggunaannya yang kurang pengawasan bisa menyebabkan berbagai masalah salah satunya adanya ketergantungan teknologi.
Ketergantungan teknologi menyebabkan seseorang terlalu sering menggunakan teknologi sehingga mengabaikan berbagai aspek kehidupan. Resiko ini bisa menyebabkan berbagai masalah seperti kurangnya interaksi sosial atau masalah kesehatan lainnya.
Adaptasi penggunaan
Masalah lain yang bisa menjadi tantangan dalam penggunaan digital twin yaitu adaptasi penggunaan. Teknologi ini masih belum marak digunakan di berbagai pembelajaran. Banyak yang masih belum mengetahui konsep digital twin dengan baik apalagi melaksanakannya di kegiatan belajar.
Untuk dapat mengaplikasikan pembelajaran ini, perlu adanya adaptasi penggunaan pada pihak guru dan juga peserta didik secara menyeluruh. Untuk itu adaptasi harus dapat terlaksana sehingga pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknologi ini dapat berlangsung dengan lancar.
Para guru bisa melaksanakan pelatihan sehingga bisa menggunakan teknologi ini di dalam kelas secara maksimal.
Penutup
Digital Twin untuk praktikum akan membantu dalam proses pembelajaran sehingga bisa lebih efektif dan juga tepat sasaran. Para guru harus dapat memahami Bagaimana pelaksanaannya dan juga beberapa tantangan teknis penggunaannya.





