Penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan yang guru lakukan di dalam kelas dengan pengajaran beserta refleksi diri. Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk penelitian tindakan kelas sehingga meningkatkan efisiensi pelaksanaannya.
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu komponen penting dalam pengembangan profesi guru. Pelaksanaan kegiatan ini akan memberikan banyak manfaat untuk para pendidik dan juga peserta didik yang ada di kelas tersebut.
Peningkatan mutu merupakan salah satu manfaat yang secara umum dapat guru raih ketika melaksanakan kegiatan penelitian ini. Selain itu para guru juga bisa meningkatkan profesionalitas diri sehingga menjadi pendidik yang bermartabat dan berkualitas.
Pelaksanaan tindakan kelas ini dapat guru tingkatkan efisiensinya menggunakan teknologi-teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan. Penggunaan kecerdasan buatan pada pelaksanaan aktivitas sekolah akan membantu meraih hasil yang berkualitas dalam waktu yang lebih singkat.
Penggunaan teknologi ini bukanlah hal yang baru lagi. Saat ini terdapat banyak sekali kecanggihan teknologi yang sudah terintegrasi pada proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan efektivitas kegiatan kelas.
Penggunaannya yang tepat akan mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik serta meningkatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan relevan. Maka dari itu para guru harus dapat belajar mengaplikasikan teknologi tersebut dalam bidang pembelajaran.
Berikut ini adalah informasi mengenai penggunaan kecerdasan buatan pada penelitian tindakan kelas dan beberapa informasi lainnya. Semoga informasi ini dapat menjadi referensi yang tepat untuk para guru yang ingin meningkatkan kemampuan mereka.
Penelitian Tindakan Kelas Adalah
Kegiatan pembelajaran di sekolah tidak akan luput dari permasalahan dari berbagai aspek. Permasalahan bisa muncul dalam pengenalan materi maupun pada peserta didik itu sendiri.
Sebagai seorang guru, wajib untuk meningkatkan pengalaman belajar di kelas sehingga mampu menghasilkan hasil belajar yang maksimal dari peserta didik. Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di kelas, para guru bisa melaksanakan penelitian tindakan kelas sehingga mampu memberikan solusi pembelajaran terbaik untuk peserta didik.
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu kegiatan penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan yang guru lakukan di dalam kelas yang diajarkan dengan adanya kegiatan refleksi diri. Penelitian tindakan kelas ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan juga memecahkan permasalahan pada pembelajaran peserta didik.
Penelitian ini termasuk pada aktivitas yang penting bagi para guru yang berguna pada peningkatan karir perguruan. Masih belum banyak guru yang mampu dan juga mau melakukan kegiatan ini.
Beberapa alasan utamanya yaitu karena aktivitas penelitian ini masih dipandang sebelah mata. Beberapa juga memiliki alasan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah masih akan berjalan dengan lancar tanpa adanya penelitian tindakan kelas tersebut.
Saat ini para guru bisa menggunakan teknologi trik ini untuk dapat mendukung adanya kegiatan penelitian tindakan kelas tersebut. Salah satu teknologi yang bisa digunakan yaitu kecerdasan buatan.
Teknologi kecerdasan buatan ini akan mampu membantu dalam berbagai aspek penelitian pembelajaran di kelas. Salah satunya yaitu pada aspek perencanaan dan juga evaluasi.
Para guru yang ingin melaksanakan penelitian tindakan kelas bisa mencari referensi yang tepat menggunakan kecerdasan buatan ini. Para guru juga bisa membentuk alat-alat ajar yang tepat untuk penelitian menggunakan generatif artificial intelligence. Dengan begitu tidak perlu lagi membuat alat-alat ajar cara manual yang bisa menghabiskan banyak waktu.
Penggunaan kecerdasan buatan ini juga bisa meningkatkan pelaksanaan penelitian sehingga dapat terlaksana secara lebih efektif dan efisien.
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
Setelah memahami apa itu penelitian tindakan kelas, para guru harus dapat mengenali tujuan pelaksanaan kegiatan ini sehingga mampu melaksanakannya dengan baik di masa depan. Berikut ini adalah beberapa tujuan penting dari penelitian tindakan kelas yang harus menjadi perhatian.
Pemecahan permasalahan nyata yang menghambat pembelajaran di kelas
Tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang pertama yaitu untuk memecahkan permasalahan nyata yang dapat menghambat pembelajaran di kelas. Saat pelaksanaan pembelajaran di kelas, para guru pastinya akan menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin menjadi faktor ketidakberhasilan kegiatan belajar.
Permasalahan ini dapat guru selesaikan dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas sehingga mampu menghadirkan solusi yang efektif dan valid sesuai dengan kondisi nyata. Para guru bisa menyimpulkan solusi tersebut melalui penelitian tindakan kelas.
Hasil penelitian ini tentunya akan lebih valid karena sesuai dengan kondisi nyata dan juga dapat dipertanggungjawabkan oleh guru tersebut. Ini akan mampu membantu menghadapi berbagai permasalahan pembelajaran yang mungkin terjadi di dalam kelas yang guru ajar.
Meningkatkan kualitas praktik pembelajaran
Tujuan yang selanjutnya yaitu untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran guru di kelas. Setelah melakukan penelitian tindakan kelas, para guru akan dapat memahami permasalahan apa saja yang terjadi secara nyata pada peserta didik yang mereka ajar.
Mereka akan mendapatkan solusi efektif yang sesuai dengan kondisi nyata sehingga mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Informasi ini akan dapat meningkatkan kualitas praktik pembelajaran para guru di dalam kelas karena telah melakukan penelitian sehubungan dengan permasalahan kelas tersebut.
Hal ini akan mampu membantu meningkatkan kualitas pembelajaran guru sehingga kinerja pun dapat naik lebih dari sebelumnya. Peserta didik pun akan dapat meningkatkan kompetensi secara lebih efektif.
Meningkatkan profesionalisme tenaga guru
Tujuan dari adanya penelitian tindakan kelas yang selanjutnya yaitu untuk meningkatkan profesionalisme tenaga guru di dalam kelas. Melakukan penelitian tindakan kelas akan dapat membantu guru meningkatkan kompetensi dan juga pemahaman akan kegiatan belajar mengajar.
Para guru akan memahami berbagai aspek pembelajaran di kelas dan juga meningkatkan kompetensi mereka sejalan dengan hasil penelitian. Ini akan mampu membantu guru dalam meningkatkan strategi pembelajaran yang lebih baik untuk peserta didik sehingga memberikan hasil belajar maksimal di masa depan.
Usaha-usaha ini akan dapat meningkatkan profesionalisme mereka di dalam bidang pendidikan sehingga dapat menjadi guru yang bermartabat. Para guru juga dapat meningkatkan pengembangan karir mereka menggunakan penelitian tindakan kelas ini.
Peningkatan efisiensi pengelolaan pembelajaran
Tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang selanjutnya yaitu untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pembelajaran. Proses pengolahan pembelajaran akan dapat terlaksana secara efisien jika dapat mengorganisir serta menyelesaikan permasalahan dengan solusi yang tepat.
Hasil dari penelitian tindakan kelas akan mampu memberikan pemahaman baru yang dapat membangun solusi efektif dalam pengelolaan pembelajaran. Para guru dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan baru yang sesuai dengan hasil penelitian sehingga mampu memberikan efek positif.
Peserta didik akan dapat belajar dengan efektif dan efisien sehingga meningkatkan kompetensi mereka. Para guru pun dapat melaksanakan pembelajaran dengan alur yang lebih baik serta menghasilkan hasil yang lebih efektif.
Peran AI dalam PTK
ChatGPT untuk penelitian tindakan kelas memiliki peran penting yang tidak dapat guru abaikan. Apalagi di zaman sekarang ketika teknologi sudah sangat lumrah ditemukan di berbagai aspek kehidupan.
Penggunaan kecerdasan buatan merupakan suatu hal yang sudah biasa terjadi. Namun hal ini tentu harus dibarengi dengan pengkondisian yang baik untuk menghindari penyalahgunaan.
Berikut ini adalah beberapa peran dari kecerdasan buatan pada penelitian tindakan kelas yang harus menjadi perhatian.
Membantu identifikasi masalah
Peran kecerdasan buatan pada pelaksanaan tindakan kelas yang dapat digunakan yaitu dalam mengidentifikasi permasalahan. Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan ini untuk memahami permasalahan pembelajaran yang mungkin terjadi di kelas.
Gunakan juga untuk mencari referensi terkait permasalahan pembelajaran yang ada di berbagai kondisi. Dalam proses identifikasi masalah menggunakan kecerdasan buatan, sebaiknya guru mengecek validasi sumber informasi secara tepat.
Penggunaan kecerdasan buatan memang dapat memudahkan proses pencarian informasi atau referensi, walaupun begitu referensi tersebut harus dapat dicek kebenarannya sehingga dapat memutuskan apakah informasi tersebut berguna atau tidak.
Proses identifikasi masalah menggunakan kecerdasan buatan akan memudahkan para guru memahami permasalahan apa saja yang mungkin bisa menjadi fokus penelitian tindakan kelas.
Membuat instrumen penelitian
Peran kecerdasan buatan yang selanjutnya untuk penelitian tindakan kelas yaitu dalam pembuatan instrumen penelitian. Selain untuk mengidentifikasi permasalahan, para guru juga bisa menggunakan teknologi ini untuk membuat instrumen penelitian secara cepat dan tepat.
Instrumen penelitian umumnya memerlukan banyak waktu karena harus menyesuaikan kondisi dan juga berbagai faktor. Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat instrumen penelitian yang sesuai dengan kondisi.
Pembuatan instrumen penelitian ini akan dapat terlaksana dengan cepat sehingga tidak memerlukan waktu banyak seperti pada proses penelitian biasa. Para guru tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk membuat instrumen penelitian yang tepat karena hanya menggunakan prompt engineering pada kecerdasan buatan saja.
Pastikan untuk membuat prompt yang jelas dan detail sehingga tidak perlu mengulangi berbagai perintah untuk mendapatkan hasil yang sesuai.
Baca Juga: AI Detektor Plagiarisme, Solusi Pembelajaran Modern di Kelas
Mengolah & menganalisis data
Peran kecerdasan buatan pada penelitian tindakan kelas yang selanjutnya yaitu pada proses pengolahan serta analisis data. Proses pengolahan dan analisis data bisa saja menggunakan data dalam jumlah yang besar sehingga menyebabkan kesulitan pada proses pengolahannya.
Untuk mengolah data yang besar, para guru bisa menggunakan teknologi kecerdasan buatan sehingga dapat menyortir data dalam waktu yang singkat dan dengan cara yang tepat.
Setelah data disortir dengan baik, para guru juga bisa menggunakan kecerdasan buatan ini untuk menganalisis data-data tersebut. Pastikan bahwa para guru menggunakan hasil analisis kecerdasan buatan ini sebagai perbantuan saja dan tidak bergantung sepenuhnya pada hasil analisis tersebut.
Untuk mendapatkan simpulan data yang tepat para guru harus menggunakan pemahaman mereka sehingga dapat memastikan kebenaran dari hasil penelitian tindakan kelas tersebut.
Langkah Pelaksanaan PTK dengan AI
Melaksanakan penelitian tindakan kelas akan mampu memberikan manfaat besar bagi para guru dan juga kegiatan pembelajaran secara umum. Pelaksanaannya yang tepat akan melalui langkah-langkah efektif dan sistematis sehingga dapat menghasilkan penelitian yang bermanfaat.
Melaksanakan penelitian ini menggunakan kecerdasan buatan akan mampu mempersingkat waktu dan juga meningkatkan efisiensi. Berikut ini adalah langkah pelaksanaan PTK menggunakan integrasi kecerdasan buatan di dalamnya.
Perencanaan
Para guru melakukan proses perencanaan dengan identifikasi masalah, proses analisis masalah serta perumusan masalah. Kegiatan identifikasi masalah ini dapat guru kolaborasikan dengan kecerdasan buatan untuk memahami perspektif masalah dan mendapatkan referensi dengan lebih baik.
Para guru juga bisa menyiapkan instrumen penelitian menggunakan kecerdasan buatan sehingga dapat lebih cepat dan tepat.
Pelaksanaan
Selanjutnya para guru bisa melaksanakan penelitian tindakan kelas sesuai dengan perencanaan pada kegiatan pembelajaran. Perhatikan aspek-aspek dari manajemen kelas sehingga interaksi yang dapat mempengaruhi pembelajaran.
Lakukan tindakan pengumpulan data dari kegiatan pembelajaran. Namun sebaiknya jangan sampai kegiatan pengumpulan data ini menyita banyak waktu dari kegiatan belajar mengajar yang utama.
Observasi
Selanjutnya para guru bisa mengamati dan juga mendokumentasi pengaruh yang terjadi setelah adanya pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Para guru bisa mencatat beberapa hal yang terjadi dari pengamatan sehingga bisa menjadi dasar refleksi.
Refleksi
Kegiatan ini merupakan suatu usaha untuk mengkaji apa saja yang telah terjadi dan dihasilkan dari penelitian. Refleksi meliputi kegiatan seperti pengolahan data dan analisis. Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan untuk proses pengolahan data dalam jumlah besar serta membantu dalam analisis data tersebut.
Contoh study kasus PTK + AI
Penggunaan kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk penelitian tindakan kelas memiliki beberapa manfaat. Contohnya yaitu pada studi kasus berikut ini.
Penelitian berikut ini berjudul “Pelatihan Pemanfaatan Teknologi AI dalam Pembuatan PTK bagi Guru SDN Karangasem Kecamatan Jenu” ditulis oleh Achmad Yogi Pambudi dan kawan-kawan.
Tujuan dari penelitian tersebut yaitu untuk meningkatkan pemahaman yang tepat bagi para guru pada sekolah dasar tersebut tentang adanya konsep dasar kecerdasan buatan dan bagaimana kecerdasan buatan tersebut bekerja.
Pada guru juga akan memahami konsep algoritma yang ada pada kecerdasan buatan sehingga dapat mengurangi efek ketidaktahuan akan pemanfaatan teknologi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penyuluhan terkait pentingnya pelaksanaan PTK dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta sosialisasi mengenai proses dan langkah-langkah dalam pembuatan PTK dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Kecerdasan buatan yang digunakan yaitu ChatGPT. Hasil dari kegiatan ini yaitu teknologi kecerdasan buatan mampu membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan menggunakan aplikasi yang tersedia. Teknologi ini juga akan membantu dalam proses evaluasi dan pembelajaran jadi lebih efisien.
Batasan penggunaan
Menggunakan teknologi kecerdasan buatan adalah suatu hal yang lumrah di saat ini. Kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk penelitian tindakan kelas adalah salah satu pelaksanaan integrasi teknologi yang dapat membantu kegiatan guru.
Dalam pelaksanaannya, kecerdasan buatan akan memudahkan serta mempersingkat waktu pelaksanaan ataupun perencanaan kegiatan. Walaupun begitu, para guru harus dapat menanamkan batasan-batasan yang tepat sehingga tidak terjadi penyalahgunaan maupun resiko negatif dari teknologi tersebut.
Berikut ini adalah beberapa batasan yang bisa guru terapkan dalam pengintegrasian teknologi tersebut.
Informasi yang tidak tepat
Dalam penggunaan kecerdasan buatan ini sebaiknya selalu mengecek sumber dari informasi yang tersedia dengan melakukan validasi sumber secara langsung. Sebaiknya jangan mengambil informasi secara mentah-mentah dari kecerdasan buatan tanpa mengecek secara langsung.
Ini karena dapat menimbulkan resiko adanya ketidak akuratan data dan juga data yang tidak relevan. Jawaban dari kecerdasan buatan bisa saja mengambil dari sumber yang kurang terpercaya jadi sebaiknya dilakukan validasi sebelumnya.
Ini demi menghindari adanya kesalahan penggunaan data pada proses kegiatan belajar maupun penelitian para guru.
Tidak dapat mengganti kegiatan riset sesungguhnya
Penggunaan kecerdasan buatan dalam konteks akademik sebaiknya menjadi suatu bantuan dan juga referensi saja dan tidak boleh menggantikan riset yang sesungguhnya.
Di dalam suatu riset akademik sangat penting untuk merujuk pada jurnal atau hasil penelitian langsung. Kecerdasan buatan tidak bisa menggantikan proses tersebut karena tidak bisa memberikan kutipan, data empiris yang sama maupun referensi formal.
Para guru harus dapat melakukan riset secara utuh sehingga bisa mengambil data yang tepat melalui jurnal atau buku ilmiah yang terkait. Sebaiknya jangan bergantung pada kecerdasan buatan untuk membantu validasi data.
Baca Juga: Penilaian Otentik Berbantuan AI, Agar Pembelajaran Lebih Objektif
Gunakan kreativitas dan orisinalitas sendiri
Dalam menulis suatu karya maupun jurnal dalam konteks akademik orisinalitas dan juga kreativitas merupakan suatu hal yang penting. Institusi akademik akan sangat menghargai pemikiran orisinil dan juga tidak akan menerima adanya plagiarisme dalam bentuk apapun.
Menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat essay atau menjawab soal tanpa interpretasi pribadi akan melanggar adanya etiket akademik. Para guru seharusnya bisa menjadi contoh yang bisa menerapkan kejujuran diri sehingga tidak menggunakan jawaban kecerdasan buatan sebagai milik sendiri.
Dalam penulisan karya ilmiah, penggunaan kecerdasan buatan seharusnya tidak boleh menjadi bagian utama. Para guru harus mampu memiliki orisinalitas diri sebagai civitas akademik.
Penutup
Menggunakan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses integrasi teknologi terbaru pada aktivitas sekolah. Penggunaannya yang tepat akan membantu dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan penelitian sehingga mendapatkan hasil secara tepat.





