Sekolah Ramah AI (AI Ready School), Solusi Pembelajaran Modern

Perkembangan kecerdasan buatan saat ini sudah sangat melesat jauh. Perkembangan ini telah mengubah beberapa aspek dalam kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Saat ini sekolah ramah AI (AI Ready School) merupakan suatu inovasi integrasi teknologi yang mampu mengubah proses pendidikan. 

Konsep sekolah ini muncul sebagai suatu pendekatan efektif serta inovatif sehingga peserta didik tidak hanya menggunakan teknologi tetapi juga dapat berkolaborasi dengan kecerdasan buatan di kegiatan belajar sehari-hari. 

Konsep pembelajaran ini akan menekankan pemahaman kecerdasan buatan, keterampilan kolaborasi dan juga pengembangan kreativitas di dalam konteks pendidikan yang modern. Pembelajaran yang terintegrasi secara penuh menggunakan kecerdasan buatan ini akan menjadi langkah besar dalam pengembangan pembelajaran. 

Hal ini demi membangun kegiatan belajar yang relevan dan sesuai dengan generasi muda saat ini. Apalagi generasi muda saat ini sudah sangat terbiasa menggunakan kecerdasan buatan. Maka dari itu konsep sekolah tersebut bisa menjadi penyeimbang yang bisa mengakomodasi kebutuhan belajar secara modern. 

Ini demi membantu generasi muda agar tidak terpaku pada proses pembelajaran yang lama. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, perubahan ini menjadi suatu hal yang memungkinkan. 

Namun dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Pelaksanaannya di lingkungan sekolah Indonesia sendiri masih akan membutuhkan banyak bantuan dan juga perkembangan lebih. 

Walaupun begitu, konsep sekolah ini bisa menjadi inovasi pembelajaran yang sangat besar serta menghasilkan manfaat yang tidak dapat disangka-sangka. Berikut ini adalah informasi mengenai konsep sekolah ramah artificial intelligence yang bisa guru pelajari. Semoga informasi ini bisa membantu menginspirasi pembelajaran agar jadi lebih inovatif di masa depan. 

Definisi Sekolah ramah AI (AI Ready School)

Kecerdasan buatan telah mengubah dunia menjadi lebih mudah dan juga lebih inovatif. Hal ini juga dirasakan pada perkembangan pendidikan yang semakin condong dalam penggunaan teknologi. 

Dengan berkembangnya kecerdasan buatan ini, akan sangat mungkin untuk mengembangkan konsep sekolah ramah artificial intelligence di pembelajaran. 

Konsep sekolah ini muncul sebagai suatu pendekatan inovatif sehingga peserta didik dapat menggunakan teknologi dan berkolaborasi menggunakan mesin cerdas di kegiatan belajar sehari-hari. Sekolah ramah kecerdasan buatan merupakan suatu institusi pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam proses belajar. 

Konsep sekolah ini akan mampu mengerjakan peserta didik cara bekerja bersama mesin pintar. Kecerdasan buatan ini dapat berfungsi sebagai alat evaluasi, alat pembelajaran adaptif dan juga asisten para guru. 

Untuk membantu pembelajaran peserta didik, kecerdasan buatan ini mampu memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan peserta didik, memberikan latihan pembelajaran secara otomatis dan juga memberikan saran modul tambahan untuk memperkuat pemahaman. 

Sekolah yang ramah kesuksesan buatan akan mendorong peserta didik dalam memahami proses dan prinsip kerja teknologi tersebut. Sekaligus juga membantu mengajarkan adanya ketika penggunaan teknologi dan juga mengoptimalkannya bersama. 

Peserta didik akan belajar bahwa artificial intelligence bukan hanya suatu alat tetapi juga suatu teknologi yang dapat memperkaya kreativitas dan efisiensi. 

Manfaat penggunaan AI

Sekolah yang turut mengintegrasikan kecerdasan buatan pada pelaksanaannya akan memberikan banyak manfaat pada peserta didik dan juga pendidikan secara luas. Salah satu manfaatnya yaitu dapat memberikan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. 

Kecerdasan buatan akan dapat menyelesaikan tingkat kesulitan materi pelajaran memberikan umpan balik secara real time dan juga memonitor kemajuan belajar peserta didik. Kemampuan kecerdasan buatan ini akan mampu membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran sesuai dengan gaya belajar atau ritme pembelajaran mereka sendiri. 

Peserta didik akan terhindar dari tekanan berlebihan serta mampu meningkatkan kemampuan sesuai dengan fase Mereka masing-masing. 

Penerapan sekolah ramah kecerdasan buatan juga mampu meningkatkan keterampilan kolaboratif peserta didik. Peserta didik nantinya akan belajar menggunakan mesin dalam menyelesaikan proyek, melakukan eksperimen dan juga menganalisis data. Kolaborasi Ini membutuhkan kemampuan yang tinggi seperti penyelesaian masalah dan juga berpikir kritis. 

Selain itu mereka juga akan mengembangkan kemampuan inovasi dan kreativitas dari dalam diri. Kegiatan-kegiatan ini akan mampu membantu mereka menjadi sosok yang terampil. 

Integrasi kecerdasan buatan pada pembelajaran juga mampu mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi dunia kerja secara nyata. Siswa yang terbiasa menggunakan kecelakaan buatan atau lebih siap menghadapi tuntutan profesi modern yang kini semakin kompleks. 

Baca Juga: Penilaian Otentik Berbantuan AI, Agar Pembelajaran Lebih Objektif

Aspek kesiapan sekolah ramah AI (AI Ready School)

Untuk dapat menyukseskan pembangunan sekolah yang ramah kecerdasan buatan, terdapat beberapa faktor penting dalam pelaksanaan dan persiapan. Kesiapan sekolah juga merupakan suatu aspek yang menjadi penentu apakah sekolah tersebut dapat dibangun menjadi model sekolah ramah artificial intelligence atau tidak. 

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menentukan apakah suatu sekolah sudah siap menjadi AI ready school atau belum. 

Infrastruktur 

Sekolah yang ramah kecerdasan buatan akan membutuhkan berbagai aspek penting dalam pelaksanaannya. Salah satunya yaitu aspek infrastruktur teknologi. 

Untuk dapat menggunakan kecerdasan buatan di dalam proses pembelajaran secara lancar harus terdapat infrastruktur yang memadai. Pihak sekolah harus dapat mempersiapkan infrastruktur baik dari bidang teknologi digital maupun perangkat digitalnya untuk dapat menggunakan kecerdasan buatan secara lancar. 

Selain itu persiapan untuk penggunaan koneksi internet juga harus diperhatikan. Ini karena kecerdasan buatan membutuhkan koneksi internet untuk penggunaannya. 

Literasi AI

Persiapan yang tepat untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu pemberian pemahaman mengenai literasi AI. Literasi kecerdasan buatan merupakan suatu pemahaman mengenai penggunaan artificial intelligence yang tepat sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. 

Pemahaman mengenai literasi kecerdasan buatan ini, harus dapat diberikan pada peserta didik sebelum menggunakan kecerdasan buatan sehingga mereka tidak terjebak dalam penyalahgunaan teknologi yang merugikan. 

SOP

Persiapan selanjutnya yang harus guru dan pihak sekolah perhatikan yaitu pedoman penggunaan teknologi kecerdasan buatan di pembelajaran. Penggunaan kecerdasan buatan di sekolah memang dapat memudahkan berbagai kegiatan. 

Walaupun begitu para guru dan pihak sekolah harus dapat mempersiapkan pedoman penggunaan yang tepat sehingga tidak terjadi pelanggaran atau adanya kelalaian yang dapat merugikan. Pedoman ini juga bisa menghindari adanya ketergantungan teknologi pada peserta didik. 

Pelatihan 

Persiapan selanjutnya yang harus terlaksana yaitu adanya proses pelatihan untuk membantu adaptasi penggunaan kecerdasan buatan. Tidak semua orang mampu menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara tepat dan cepat. 

Untuk dapat mempersiapkan dan juga membantu adaptasi para guru serta peserta didik, harus ada kegiatan pelatihan yang mampu memberikan pemahaman serta praktik penggunaan kecerdasan buatan yang tepat. Latihan ini akan membantu pelaksanaan pembelajaran ketika teknologi tersebut sudah terintegrasi secara penuh. 

Roadmap transformasi Sekolah ramah AI (AI Ready School)

Dalam pembentukan sekolah konvensional menjadi sekolah ramah kecerdasan buatan, terdapat beberapa proses yang harus dilalui sehingga dapat memaksimalkan pelaksanaan pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa proses yang mungkin muncul dalam transformasi sekolah menjadi ramah AI. 

Integrasi artifisial intelijen sederhana

Untuk melaksanakan transformasi pendidikan agar dapat ramah kecerdasan buatan, pelaksanaanya dapat dimulai dengan melakukan integrasi teknologi ini secara sederhana pada proses pembelajaran di sekolah. 

Contohnya yaitu menggunakan aplikasi pembelajaran adaptif dan juga asisten digital. Integrasi sederhana ini akan mampu meningkatkan penggunaan kecerdasan buatan sehingga bisa membantu beradaptasi. 

Pelatihan 

Langkah yang selanjutnya yaitu adalah pelatihan. Untuk dapat mengintegrasikan kecerdasan buatan, sebaiknya perhatikan juga sumber daya manusia yang akan menggunakan teknologi ini. 

Berikan pelatihan yang tepat untuk para guru sehingga mereka bisa menjadi fasilitator yang tepat dalam kolaborasi teknologi kecerdasan buatan dan manusia. 

Ajarkan etika dan tanggung jawab 

Untuk dapat melaksanakan konsep sekolah ramah kecerdasan buatan yang baik, harus diadakan adanya pemahaman mengenai etika penggunaan kecerdasan buatan dan bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab. 

Menggabungkan pembelajaran 

Langkah yang dapat terlaksana untuk dapat mengintegrasikan kecerdasan buatan di pembelajaran yaitu dengan menggabungkan pembelajaran konvensional dengan teknologi artificial intelligence sehingga terdapat keseimbangan antara interaksi manusia dan teknologi. 

Pelatihan guru & staf dalam Sekolah ramah AI (AI Ready School)

Membangun sekolah yang ramah kecerdasan buatan bukanlah suatu hal yang mudah. Pelaksanaannya membutuhkan persiapan dan juga proses yang tentu saja tidak mudah agar mendapatkan hasil yang maksimal. 

Salah satu hal penting dalam pelaksanaan sekolah ramah kecerdasan buatan yaitu aspek sumber daya manusia seperti guru dan staf. Para guru dan staf tentu saja harus melalui beberapa proses adaptasi dan juga pelatihan sehingga mampu menggunakan kecerdasan buatan secara maksimal dan tidak tertinggal dengan generasi muda di sekolah. 

Berikut ini adalah beberapa aspek pelatihan yang penting untuk para staf dan guru di sekolah: 

Pemahaman AI dasar

Pelatihan penggunaan kecerdasan buatan merupakan suatu hal yang penting agar guru bisa menggunakan teknologi ini secara tepat di pembelajaran. Salah satu pemahaman yang tepat untuk diberikan pada para guru yaitu mengenai dasar-dasar kecerdasan buatan. 

Pemahaman mengenai dasar-dasar kecerdasan buatan akan membantu para guru dalam penggunaannya karena dapat memahami cara kerja teknologi tersebut. Pemahaman ini juga mampu membantu para guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara tepat serta mengidentifikasi kegiatan yang bisa terbantu menggunakan teknologi ini. 

Pelatihan AI Generatif untuk bahan ajar

Setelah memahami kecerdasan buatan secara dasar, para guru bisa melanjutkan pelatihan pada berbagai bidang lain yang berhubungan dengan pembelajaran. Salah satunya yaitu pelatihan yang berhubungan dengan teknologi generatif artificial intelligence. 

Teknologi artificial intelligence generatif ini akan mampu membantu guru menciptakan konten-konten yang berguna untuk proses pembelajaran. Beberapa contohnya yaitu konten pembelajaran video hingga rubrik penilaian. 

Para guru bisa belajar menggunakan teknologi ini sehingga mampu menciptakan bahan ajar secara cepat dan tepat menggunakan prompt engineering yang sesuai. 

Pelatihan penggunaan LMS AI

Pelatihan yang dapat guru terima untuk bisa menggunakan kecerdasan buatan secara tepat di pembelajaran yaitu pelatihan dengan menggunakan learning management system yang terintegrasi artificial intelligence. Pelatihan ini sangat penting karena dapat membantu guru dalam mengelola pembelajaran menggunakan alat yang tepat. 

Learning manajemen sistem akan membantu guru dalam mengelola pembelajaran mulai dari proses absensi hingga evaluasi. Para guru bisa menggunakan berbagai fitur di dalam learning management system ini sehingga dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. 

Para guru juga akan terbantu dalam memahami kemajuan belajar peserta didik dengan menggunakan monitoring pembelajaran pada aplikasi ini. 

Pelatihan Literasi AI

Selanjutnya merupakan suatu pengetahuan yang harus guru dan juga peserta didik pahami sebelum penggunaan teknologi kecerdasan buatan, yaitu pelatihan literasi AI. Literasi kecerdasan buatan tidak hanya mengenai pemahaman cara kerja teknologi saja. 

Literasi kesehatan buatan ini juga berupa pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara tepat dan juga bagaimana menghindari berbagai penyalahgunaan penggunaan AI. Pemahaman ini harus tepat terpatri dengan baik sehingga para guru dan peserta didik bisa menggunakan kecerdasan buatan secara bijak. 

Contoh model sekolah AI-Ready 

Contoh sekolah ramah kecerdasan buatan yang sederhana dan telah terlaksana di Indonesia yaitu pelaksanaan sekolah rakyat menggunakan kecerdasan buatan untuk memetakan potensi peserta didik. Sekolah rakyat merupakan suatu program pemerintah untuk membantu memberikan pendidikan untuk peserta didik yang kurang mampu. 

Sekolah rakyat ini berusaha mempersiapkan generasi muda untuk dapat mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat mereka. Untuk dapat mengembangkan potensi secara maksimal, sekolah rakyat akan menggunakan kecerdasan buatan untuk pemetaan talenta. 

Pemetaan talenta ini akan membantu menemukan keunggulan spesifik pada setiap anak sehingga bisa mengembangkan pembelajaran secara lebih cepat dan efisien. 

Integrasi teknologi ini akan membantu dan mengembangkan kemampuan peserta didik yang secara praktis sehingga dapat menjadi generasi yang bermanfaat. 

Sekolah rakyat merupakan suatu bentuk pendidikan yang tercipta sehingga mampu meningkatkan keikutsertaan peserta didik pada pembelajaran formal dan menurunkan angka putus sekolah.

Tantangan penerapan nasional 

Sekolah ramah AI (AI Ready School) memang memiliki banyak sekali manfaat dalam bidang pembelajaran. Walaupun begitu terdapat beberapa tantangan penerapan yang mungkin muncul pada pelaksanaannya secara nasional. 

Berikut ini adalah beberapa contoh tantangan penerapan sekolah ramah kecerdasan buatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan: 

Biaya tinggi

Pelaksanaan kegiatan sekolah yang ramah AI memiliki banyak tantangan. Salah satunya yaitu tantangan akan penggunaan biaya untuk memulai pembelajaran ini. 

Untuk dapat melaksanakan pembelajaran menggunakan kecerdasan buatan, sekolah harus memiliki sumber daya yang cukup karena harus merogoh kocek tinggi untuk mempersiapkan berbagai infrastruktur penggunaan teknologi ini. 

Hal ini tentu saja tidak mudah. Apalagi karena banyak sekali kepala sekolah di Indonesia yang masih belum memiliki infrastruktur dasar yang memadai. 

Pembiayaan untuk kecerdasan buatan akan memerlukan berbagai biaya dari mulai yang dasar hingga tambahan. 

Membutuhkan teknologi tinggi

Tantangan penerapan sekolah ramah kecerdasan buatan secara nasional yaitu kebutuhan akan teknologi tinggi. Untuk dapat menerapkan pembelajaran menggunakan teknologi ini, pihak sekolah harus mempersiapkan berbagai teknologi tinggi yang terintegrasi pada sistem sekolah. 

Teknologi tersebut tentu saja memerlukan berbagai biaya dan juga fasilitas yang mumpuni sehingga dapat bekerja secara maksimal. Hal ini adalah suatu tantangan yang nyata karena banyak sekali sekolah-sekolah di Indonesia yang masih belum memiliki fasilitas teknologi tinggi. 

Membutuhkan infrastruktur digital tinggi

Tantangan penerapan sekolah ramah AI yang selanjutnya yaitu membutuhkan infrastruktur digital yang tinggi. Pembiayaan dan juga teknologi yang memadai saja adalah cukup untuk membantu penerapan sekolah ramah kecerdasan buatan. 

Untuk pelaksanaannya, harus terdapat sistem infrastruktur digital yang tinggi sehingga dapat mengkoneksi berbagai sistem pembelajaran dan juga materi yang relevan. Apalagi untuk skala nasional, hal ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dilakukan secara sembarang. 

Untuk menggunakan teknologi ini pun diharuskan adanya koneksi internet yang cepat. Hal ini adalah suatu masalah karena banyak sekali daerah di Indonesia yang masih belum memiliki koneksi internet stabil. 

Perlu adaptasi besar-besaran 

Tantangan yang selanjutnya dalam pelaksanaan sekolah ramah kecerdasan buatan yaitu perlunya adaptasi besar-besaran di sekolah. Adaptasi ini akan terlaksana pada pihak guru hingga peserta didik sehingga mereka mampu mengadaptasi kecerdasan buatan di dalam pembelajaran sehari-hari. 

Integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran ini akan memerlukan adaptasi yang besar dan membutuhkan banyak waktu untuk dapat dimaksimalkan. Hal ini merupakan suatu tantangan yang tinggi apalagi melihat bahwa banyak pihak yang mungkin belum terbiasa menggunakan teknologi ini. 

Resiko privasi data

Tantangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan kecerdasan buatan yaitu adanya risiko privasi data. Risiko privasi data merupakan suatu hal yang mungkin terjadi pada penggunaan teknologi yang terkoneksi internet. 

Hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah karena data peserta didik dapat bocor dan disalahgunakan oleh pihak terkait. Pihak sekolah harus dapat mempersiapkan banyak hal untuk bisa meminimalisir resiko privasi data ini dan menjamin keamanan penggunaan teknologi kecerdasan buatan. 

Baca Juga: ChatGPT untuk Penelitian Tindakan Kelas, Ketahui Peran dan Contoh Penggunaan

Resiko ketergantungan 

Tantangan yang selanjutnya yaitu adanya resiko ketergantungan dalam menggunakan teknologi tersebut. Penggunaan teknologi dalam keseharian pembelajaran merupakan suatu yang baik untuk meningkatkan kompetensi. 

Namun di balik itu, terdapat beberapa resiko ketergantungan yang dapat terjadi pada peserta didik. Hal ini bisa menyebabkan berkurangnya interaksi sosial dengan manusia sehingga bisa memberikan efek negatif pada perkembangan emosional mereka. 

Penutup 

Itulah dia informasi mengenai sekolah ramah AI (AI Ready School) yang dapat membantu dalam pemahaman integrasi kecerdasan buatan di dalam pembelajaran secara maksimal. Semoga informasi tersebut dapat membantu para guru yang ingin membangun kegiatan pembelajaran yang memaksimalkan teknologi terkini dalam kegiatannya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Share the Post: