Kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan akan menjadi terobosan penting dalam melaksanakan pendidikan di zaman sekarang. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknologi terkini akan mampu menjadikan kegiatan pendidikan menjadi lebih efektif.
Kurikulum adaptif merupakan suatu kurikulum yang dimodifikasi dan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum ini dapat berkembang sesuai dengan minat, gaya dan juga kemampuan belajar peserta didik.
Kurikulum adaptif akan berkembang berdasarkan pada 4 komponen utama yaitu tujuan, isi, proses dan juga evaluasi dari para pihak terkait. Pelaksanaan kurikulum ini akan mampu membantu meningkatkan pemahaman peserta didik sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.
Pelaksanaan kurikulum adaptif akan dapat terlaksana secara efisien dan efektif jika menggunakan teknologi terkini seperti kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan akan mampu memudahkan serta mempercepat proses penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Kecerdasan buatan nantinya akan memiliki peran penting yang dapat membantu diferensiasi pembelajaran sehingga dapat mengakomodasi berbagai karakter dan juga kebutuhan peserta didik. Tanpa adanya teknologi ini, para guru akan memiliki beban kerja yang lebih besar sehingga dapat mempengaruhi kinerja.
Penggunaan kecerdasan buatan juga dapat memberikan berbagai manfaat lain yang berguna untuk peserta didik dan guru. Walaupun begitu, pelaksanaan kurikulum ini memiliki berbagai tantangan yang mungkin menjadi hambatan.
Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai kurikulum adaptif dan juga peran kecerdasan buatan di dalamnya. Perhatikan juga beberapa tantangan pelaksanaan yang mungkin menjadi hambatan.
Baca Juga: Berbagai Contoh Bahan Ajar Kurikulum Merdeka, Apa Fungsinya?
Apa itu kurikulum adaptif
Kurikulum adaptif merupakan suatu bentuk kurikulum yang telah mendapatkan modifikasi dan adaptasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum ini dapat guru kembangkan sesuai dengan minat, tingkat kemampuan hingga gaya belajar peserta didik.
Pengembangan kurikulum adaptif ini akan berdasarkan pada beberapa komponen yaitu tujuan, isi, proses dan juga evaluasi.
Dalam melaksanakan kurikulum ini, akan ada banyak tugas yang harus guru laksanakan. Untuk mengatasi beban kerja ini, kurikulum dalam mengadopsi teknologi terkini seperti kecerdasan buatan.
Kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan akan membantu dalam membuat keputusan tepat sesuai dengan data peserta didik. Teknologi ini nantinya dapat membantu memberikan banyak manfaat dalam pelaksanaan pembelajaran.
Peran AI dalam diferensiasi pembelajaran
Kurikulum adaptif merupakan suatu sistem pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan dan juga karakteristik peserta didik dalam pendidikan. Dalam pelaksanaannya, penyelenggara pendidikan dapat menggunakan berbagai teknologi untuk dapat melaksanakan kurikulum ini dengan baik.
Apalagi kurikulum adaptif ini harus dapat menyesuaikan dengan masing-masing individu. Maka dari itu kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan merupakan suatu hal yang penting.
Di dalamnya kecerdasan buatan memiliki berbagai peran penting yang dapat membantu diferensiasi pembelajaran. Berikut ini adalah informasi mengenai peran artificial intelligence dalam diferensiasi pembelajaran.
Meningkatkan efektivitas pembelajaran
Peran artificial intelligence pada pembelajaran berdiferensiasi yaitu mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kecerdasan buatan pada kegiatan belajar akan mampu membantu para guru dalam melaksanakan tugas-tugas berulang di dalam kelas.
Para guru bisa menggunakan teknologi ini untuk membentuk rancangan pembelajaran yang tepat dan juga materi pembelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik. Ini akan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran menjadi lebih baik sehingga para guru dapat fokus pada pelaksanaan pembelajaran dan pembentukan strategi belajar.
Kecerdasan buatan juga mampu memberikan bantuan terhadap pemberian materi pembelajaran untuk masing-masing peserta didik. Ini akan mampu meringankan beban guru sehingga kinerja mereka jadi lebih efektif.
Mengidentifikasi kebutuhan peserta didik
Peran kecerdasan buatan pada pembelajaran berdiferensiasi yang selanjutnya yaitu dapat mengidentifikasi kebutuhan peserta didik secara tepat. Dengan menggunakan data-data yang ada dalam histori pembelajaran peserta didik, kecerdasan buatan akan mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Artificial intelligence ini akan dapat memahami perkembangan pembelajaran peserta didik serta melihat hambatan-hambatan apa saja yang mereka hadapi pada kelas. Informasi ini akan mampu membantu dalam pembentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing individu.
Data-data seperti hasil ujian maupun hasil tugas akan dapat membentuk informasi yang berguna untuk pembelajaran berdiferensiasi.
Membentuk personalisasi pembelajaran
Peran kecerdasan buatan pada pembelajaran berdiferensiasi yang selanjutnya yaitu dapat membentuk personalisasi pembelajaran. Personalisasi pembelajaran merupakan suatu hal yang penting untuk mengembangkan kemampuan belajar peserta didik sesuai dengan gaya belajar hingga kebutuhan mereka.
Ini Karena tiap peserta didik memiliki karakteristik dan juga kebutuhan yang berbeda. Satu individu akan memiliki tingkat kemampuan hingga gaya belajar yang tidak sama. Hal inilah yang membentuk personalisasi pembelajaran yang sesuai untuk peserta didik.
Dengan menggunakan kecerdasan buatan, peserta didik akan dapat menerima materi pembelajaran hingga pendekatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mereka.
Pemberian umpan balik instan
Peran kesuksesan buatan yang selanjutnya yaitu dapat membantu memberikan umpan balik secara langsung pada peserta didik. Pemberian umpan balik ini akan tepat karena mampu membantu pengembangan kemampuan secara maksimal.
Para peserta didik akan mendapatkan umpan balik secara langsung ketika menyelesaikan tugas maupun suatu ujian. Mereka nantinya akan memahami kesalahan apa saja yang telah mereka lakukan dan bagaimana cara mengembangkan kemampuan lebih lanjut.
Umpan balik ini akan mampu menjadi bahan tepat untuk meningkatkan kompetensi secara maksimal. Ini akan mempengaruhi hasil pembelajaran di akhir periode.
Contoh skenario kelas adaptif
Kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan dapat terlaksana dengan baik jika terdapat sistem yang jelas antara pelaksanaannya. Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa contoh skenario kelas adaptif yang mungkin bisa menjadi referensi untuk para guru.
Berikut ini adalah informasi mengenai skenario kelas adaptif di pembelajaran:
Asesmen diagnostik
Untuk melaksanakan kelas yang adaptif para guru bisa menggunakan asesmen diagnostik dan juga stimulus pada awal pembelajaran. Asesmen diagnostik ini akan membantu memperjelas tingkat pemahaman peserta didik pada materi pembelajaran.
Para guru bisa memberikan stimulus berupa pertanyaan yang memantik pengetahuan peserta didik. Asesmen diagnostik bisa berupa suatu kegiatan maupun kuis pada awal pembelajaran.
Pembagian kelompok
Setelah melakukan asesmen diagnostik para guru bisa memahami berbagai tingkat pemahaman peserta didik pada suatu kelas. Dengan informasi ini para guru bisa membagi kelompok yang sesuai dengan tingkatan mereka.
Para guru bisa membagi peserta didik menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 yang membutuhkan bimbingan, kelompok 2 yang membutuhkan bimbingan secara minim, serta kelompok 3 yang dapat melaksanakan pembelajaran secara mandiri.
Di tiap kelompok para guru akan memberikan tugas yang berbeda tingkatnya. Pada kelompok 3 para guru bisa memberikan tugas yang lebih kompleks dan juga membutuhkan pemikiran kritis.
Selain itu para guru juga bisa memberikan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman masing-masing kelompok. Materi pembelajaran ini akan mampu membantu dan memahami secara lebih baik sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.
Pembimbingan lebih lanjut
Ketika kelompok sudah terbentuk, para guru bisa memberikan bimbingan lebih lanjut pada tugas-tugas yang peserta didik lakukan. Berikan bimbingan yang tepat sesuai dengan tingkat kemampuan dan juga pemahaman mereka.
Berikan arahan yang sesuai sehingga mereka mampu memahami materi secara tepat agar dapat mencapai tujuan pendidikan sesuai ketentuan. Pastikan untuk memberikan bimbingan pada tiap kelompok.
Asesmen dan refleksi
Setelah itu para guru bisa melakukan asesmen pada tugas-tugas peserta didik. Penilaian ini akan mampu mengetahui hasil dari pembelajaran adaptif yang telah terlaksana.
Para guru bisa melakukan refleksi pada hasil asesmen tersebut bersama peserta didik sehingga mampu memberikan umpan balik secara langsung agar mereka bisa memperbaiki kesalahan. Umpan balik ini akan mampu membantu mereka meningkatkan pemahaman materi dengan lebih baik.
Para guru juga bisa memberikan saran untuk pengembangan peserta didik dengan memberikan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begini, peserta didik bisa meningkatkan kemampuan mereka dengan lebih baik.
Data yang digunakan sistem kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan
Untuk dapat melaksanakan kurikulum adaptif yang berbasis kecerdasan buatan, para guru harus mempersiapkan beberapa data yang akan digunakan pada sistem teknologi. Data-data ini akan menjadi sumber informasi yang dapat menentukan kegiatan pembelajaran secara adaptif sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan peserta didik.
Berikut ini adalah beberapa data yang penting untuk sistem kurikulum adaptif:
Data hasil ujian
Data yang penting dalam pelaksanaan kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan yaitu data hasil ujian. Data-data hasil ujian pada peserta didik akan mampu menjadi kunci dalam pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.
Data ini akan memberikan informasi mengenai hambatan dan juga tantangan apa saja yang peserta didik hadapi dalam suatu materi pembelajaran. Ini akan mampu membantu pembentukan umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan.
Data hasil tugas
Data selanjutnya yang penting dalam kurikulum adaptif dengan menggunakan artificial intelligence yaitu data hasil tugas. Sama seperti data hasil ujian, data hasil tugas juga bisa menggambarkan berbagai informasi yang penting untuk pembentukan kurikulum adaptif.
Data hasil tugas dapat memberikan pemahaman mengenai tingkat pengetahuan peserta didik hingga hambatan yang mereka hadapi dalam pembelajaran. Informasi-informasi ini dapat menjadi kunci dan pembentukan kurikulum adaptif yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Data perkembangan tiap semester
Data lainnya yang penting dalam pembentukan kurikulum adaptif yaitu perkembangan pembelajaran pada tiap semester. Data perkembangan ini akan menunjukkan berbagai informasi penting yang berguna dalam pembentukan kurikulum adaptif.
Data perkembangan pembelajaran ini akan memberikan pemahaman apakah peserta didik telah mengalami kemajuan dibandingkan semester sebelumnya. Informasi ini dapat berguna dalam pembentukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Minat bakat peserta didik
Informasi selanjutnya yang penting dalam pembentukan kurikulum adaptif yaitu minat serta bakat peserta didik. Minat dan juga bakat peserta didik dapat membantu dalam pengembangan kompetensi mereka secara lebih tepat.
Informasi ini dapat memberikan gambaran mengenai pendekatan apa saja yang berguna dan tepat untuk masing-masing individu. Pemahaman akan minat dan bakat ini dapat membantu dalam pembentukan keterampilan yang berguna bagi peserta didik sehingga mereka bisa menjadi manusia yang unggul.
Hambatan dalam pembelajaran
Informasi yang selanjutnya yang penting untuk pembelajaran adaptif yaitu hambatan dalam pembelajaran. Hambatan dan pembelajaran bisa menjadi kunci peningkatan kemampuan peserta didik secara lebih efektif.
Dengan informasi mengenai hambatan atau tantangan apa saja yang peserta didik hadapi pada pembelajaran, para guru bisa membantu membentuk suatu strategi belajar yang sesuai untuk meningkatkan area tersebut. Selanjutnya peserta didik juga bisa mendapatkan materi yang dapat membantu memperdalam pemahaman mereka serta menghadapi tantangan dalam pembelajaran.
Dampak terhadap beban guru
Kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan memang merupakan suatu solusi pendidikan yang penting untuk peningkatan kemampuan peserta didik. Pelaksanaan kurikulum adaptif nantinya akan mengubah berbagai aspek pendidikan yang ada di Indonesia.
Untuk guru sendiri, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul terhadap beban kerja mereka. Kurikulum adaptif sendiri akan memberikan beban kerja yang lebih untuk para guru karena harus dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan peserta didik.
Para guru harus dapat memahami kesulitan peserta didik dan juga memberikan strategi pembelajaran yang tepat untuk mereka. Walaupun begitu, beban kerja ini dapat berkurang dengan penggunaan kecerdasan buatan yang nantinya mampu mengotomatisasi berbagai tugas-tugas berulang pada pembelajaran.
Para guru bisa fokus pembimbing dan juga membentuk strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ini akan mampu mengimbangi beban kerja para guru pada pembelajaran.
Tantangan teknis & etis
Baca Juga: Teknik Prompt Kurikulum Merdeka, Mengapa Penting untuk Guru? Bagaimana Strukturnya?
Kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan memang suatu terobosan penting yang dapat menjadi kunci keberhasilan pendidikan di Indonesia. Kurikulum yang terus beradaptasi sesuai dengan kebutuhan serta terlaksana menggunakan teknologi terkini kecerdasan buatan akan mampu menjadi modal penting dalam pendidikan.
Walaupun begitu terdapat beberapa tantangan teknis dan juga etis yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum ini. Berikut ini adalah beberapa tantangan yang mungkin muncul yang bisa menjadi hambatan pendidikan.
Butuh biaya tinggi
Tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum adaptif berbasis artificial intelligence yaitu membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Pada pelaksanaannya, pembelajaran yang menggunakan teknologi ini akan membutuhkan biaya tinggi yang bisa menjadi suatu hambatan.
Ini karena teknologi kecerdasan buatan yang sesuai untuk kurikulum adaptif umumnya membutuhkan biaya penggunaan yang tidak murah. Maka dari itu harus terdapat sistem yang tepat sehingga mampu mengadopsi keseriusan buatan pada kurikulum adaptif ini.
Butuh sarana prasarana yang memadai
Tantangan yang selanjutnya yaitu membutuhkan sarana serta prasarana yang memadai. Selain membutuhkan biaya yang tinggi, kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan membutuhkan sarana dan prasarana yang tepat sehingga dapat melaksanakan pembelajaran yang maksimal.
Sarana dan prasarana ini menjadi suatu dukungan penting dalam pelaksanaan pendidikan karena menggunakan teknologi sebagai basis pelaksanaannya. Hal ini yang menjadi suatu tantangan untuk berbagai sekolah di Indonesia yang masih belum memiliki sumber daya yang tepat.
Butuh pelatihan penggunaan
Tantangan yang selanjutnya yaitu terdapat kebutuhan untuk melakukan pelatihan sebelum penggunaan kecerdasan buatan di pembelajaran. Pembelajaran adaptif menggunakan kecerdasan buatan akan menggunakan teknologi dalam pelaksanaannya sehari-hari.
Tidak semua guru dapat menggunakan teknologi secara tepat dan juga lancar. Selain itu peserta didik juga harus beradaptasi sehingga mampu menggunakan teknologi tersebut dengan baik. Hal ini bisa menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran.
Butuh pelatihan literasi digital
Tantangan yang selanjutnya yaitu membutuhkan pelatihan literasi digital untuk guru dan juga peserta didik. Literasi digital merupakan suatu kemampuan yang penting dalam penggunaan teknologi serta komunikasi digital saat ini.
Tanpa adanya literasi digital ini, para guru dan juga peserta didik bisa saja mengalami hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran. Maka dari itu harus terdapat pelatihan yang tepat sehingga mampu memberikan kompetensi literasi digital yang terbaik.
Resiko data privasi
Tantangan yang selanjutnya yaitu adanya risiko data privasi yang bocor maupun disalahgunakan. Risiko ini dapat muncul pada penggunaan teknologi manapun. Namun penggunaan kecerdasan buatan untuk pembelajaran ini bisa meningkatkan risiko tersebut karena penggunaan data privasi peserta didik.
Maka dari itu harus terdapat pencegahan yang tepat untuk menghindari permasalahan tersebut. Perhatikan berbagai aspek dalam penggunaan teknologi sehingga dapat melaksanakan pembelajaran secara aman dan tepat.
Penutup
Itulah dia informasi mengenai kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan yang bisa menjadi terobosan penting dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Dengan pelaksanaan kurikulum yang adaptif, peserta didik akan mendapatkan pembelajaran yang mereka butuhkan sehingga bisa meningkatkan kemampuan secara lebih efektif.





