Apa itu asesmen diagnostik? Asesmen jenis ini merupakan sesuatu proses penilaian yang dapat memberikan pemahaman secara lebih terhadap kekuatan dan juga tantangan yang seseorang hadapi.
Dengan melaksanakan asesmen ini, menemukan solusi untuk pengembangan diri akan jadi lebih efektif.
Menggunakan asesmen jenis ini akan memberikan pemahaman tentang kondisi awal seseorang dari konteks pendidikan hingga pemahaman kesehatan diri.
Menggunakan asesmen ini akan membantu dalam merancang langkah-langkah pengembangan diri di masa depan.
Dengan asesmen ini, para guru bisa menemukan potensi dari peserta didik dan juga menemukan kekurangan yang dapat mereka perbaiki.
Telusuri pemahaman dari asesmen secara diagnostik dan juga pelaksanaannya di dalam pembelajaran.
Semoga dengan informasi ini para guru bisa merancang proses pembelajaran yang tepat sehingga bisa mengembangkan kemampuan peserta didik secara maksimal.
Pengertian Asesmen Diagnostik
Asesmen secara diagnostik merupakan suatu proses asesmen yang berusaha melakukan proses identifikasi secara spesifik mengenai kompetensi, kekuatan, kelemahan hingga pembelajaran yang cocok dengan peserta didik.
Kegiatan asesmen ini harus terlaksana secara berkesinambungan sehingga guru bisa memonitor perubahan-perubahan yang peserta didik alami.
Pelaksanaan asesmen secara berkesinambungan juga bisa membantu menyempurnakan instrumen pembelajaran yang tepat untuk peserta didik.
Jenis asesmen ini berfungsi untuk mengidentifikasi tingkat kesulitan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sehingga bisa membantu para guru dalam mengembangkan rancangan pembelajaran yang efektif serta efisien.
Pemahaman akan kondisi awal peserta didik akan dapat membantu guru dalam merancang proses pembelajaran yang tidak hanya tepat tetapi juga bisa membantu mengembangkan kemampuan peserta didik secara maksimal.
Para guru bisa menerapkan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik.
Peserta didik dan guru bisa belajar untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran sehingga bisa menghasilkan hasil akhir belajar yang optimal.
Aspek Asesmen Diagnostik
Ada beberapa aspek ciri dari asesmen jenis ini yang penting untuk para guru ketahui. Berikut ini adalah beberapa informasi tentang ciri asesmen secara diagnostik.
1. Individual
Ciri dari asesmen diagnostik yang pertama yaitu bersifat individual. Jenis asesmen ini tersusun untuk dapat memahami kebutuhan serta masalah spesifik dari tiap-tiap individu.
Proses asesmen tidak dapat terlaksana secara berkelompok. Kalau asesmen tidak terlaksana secara individual maka hasilnya tidak akan dapat spesifik.
2. Terlaksana di Awal
Ciri dari jenis asesmen satu ini yaitu umumnya terlaksana di awal proses pembelajaran.
Asesmen ini akan terlaksana di awal proses suatu kegiatan sehingga dapat memahami kondisi dasar individu sebelum memulai suatu program pembelajaran.
Tangga ini penting karena dapat memberikan suatu gambaran awal mengenai kekuatan serta kelemahan dari seseorang individu.
Informasi yang didapat pada asesmen akan dapat menjadi bahan perancangan strategi atau rencana yang sesuai kebutuhan.
3. Fokus pada Kekuatan Serta Kelemahan
Asesmen ini tersusun untuk dapat menggali potensi kekuatan dan juga kelemahan yang ada dalam individu secara lebih mendalam.
Proses asesmen ini akan dapat memberikan gambaran jelas mengenai apa saja hal-hal yang telah para peserta didik kuasai dan aspek-aspek yang harus mereka tingkatkan.
Pemahaman akan kekuatan yang dimiliki seseorang akan dapat membantu mereka sehingga bisa termotivasi dalam berkembang.
Proses identifikasi kelemahan dalam diri juga dapat membantu menentukan langkah-langkah tepat untuk menghadapi tantangan dalam pembelajaran.
Dengan memfokuskan pada kekuatan serta kelemahan seorang peserta didik, para guru dapat membentuk program pembelajaran yang lebih terarah dan tepat sasaran.
4. Menggunakan metode yang beragam
Asesmen secara diagnostik terlaksana dengan menggunakan berbagai metode sehingga bisa mendapatkan gambaran penilaian yang lebih lengkap dan akurat.
Proses asesmen ini bisa terlaksana dengan cara wawancara, observasi, tes bahkan dengan menggunakan simulasi praktis.
Penggunaan metode-metode yang beragam ini dapat membantu memberikan hasil asesmen yang lebih komprehensif sehingga tiap karakteristik peserta didik dapat terdeteksi dengan baik.
Hal ini berguna agar pembentukan strategi bisa benar-benar sesuai dengan individu yang terkait.
5. Tujuan yang jelas
Ciri yang selanjutnya yaitu asesmen ini memiliki tujuan yang jelas. Tujuan dalam pelaksanaan asesmen yaitu untuk memahami tiap-tiap kebutuhan dan juga masalah yang peserta didik hadapi secara spesifik.
Contohnya yaitu berupa proses identifikasi konsep yang belum peserta didik pahami di dalam kegiatan belajar mengajar sehingga guru bisa memberikan proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan.
Tujuan yang jelas akan membantu dalam proses asesmen sehingga lebih fokus dan efektif. Ini bisa membantu pembentukan hasil akhir asesmen yang dapat memberikan informasi relevan.
Tujuan yang tidak jelas dalam suatu asesmen akan membuat proses menjadi tidak terarah dan tidak memberikan manfaat nyata dalam penyelesaian masalah atau pengembangan diri peserta didik.
6. Fokus pada solusi
Ciri dari asesmen secara diagnostik yang selanjutnya yaitu fokus pada solusi. Asesmen diagnostik akan berorientasi pada solusi karena terbentuk untuk menemukan langkah terbaik dalam menghadapi permasalahan peserta didik.
Fokusnya dia itu tidak hanya pada identifikasi kelemahan atau kekurangan, tetapi juga pada Bagaimana proses mengatasi suatu permasalahan secara efektif.
Dengan pendekatan yang fokus pada solusi, assessment jenis ini akan dapat membantu menciptakan rencana tindakan yang spesifik dan relevan sehingga para peserta didik dapat berkembang secara lebih terarah.
Contoh Asesmen Diagnostik
Pelaksanaan asesmen jenis ini bisa membantu dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif sehingga bisa memberikan hasil positif. Berikut ini ada beberapa contoh asesmen diagnostik yang terlaksana di sekolah.
Contoh asesmen diagnostik kognitif
- Pak Bambang memiliki ayam sebanyak 15 ekor. Ayam tersebut akan dibuat opor sebanyak 2 ekor. Pak Bambang juga memberikan 6 ekor untuk tetangga-tetangganya. Sisanya ia bagikan untuk 3 anaknya. Berapa jumlah masing-masing ayam yang tiap anak dapatkan?
- Bu Ratna membuat cake yang akan ia berikan untuk anak-anak kurang mampu. ⅕ bagian kue rusak, maka dia harus membagi sisanya untuk 20 orang. Berapa kue yang masing-masing anak dapatkan?
Contoh asesmen diagnostik non kognitif
- Apakah kamu sudah merasa nyaman belajar di kelas?
- Apakah kamu memiliki kendala dalam belajar di dalam kelas?
- Masalah apa yang kamu hadapi ketika belajar di rumah?
- Apakah kedua orang tua selalu mengawasi kegiatan kamu saat di rumah?
- Bagaimana pendapat kamu mengenai cara mengajar Bapak/Ibu Guru di kelas?
- Tuliskan jadwal belajar kamu di rumah!
Teknik Asesmen Diagnostik
Bagaimana teknik pelaksanaan asesmen ini di dalam pembelajaran? Berikut ini adalah beberapa informasi lengkapnya.
Tahap Asesmen Diagnostik Kognitif
- Tahap persiapan, dalam tahap ini para guru menyiapkan instrumen dan juga beberapa hal yang harus terlaksana dalam proses asesmen.
- Tahap pelaksanaan, dalam proses ini para guru melaksanakan proses asesmen dengan menggunakan metode dan juga instrumen yang telah mereka pilih.
- Tahap diagnosis atau tindak lanjut, di tahap ini para guru melakukan diagnosis terhadap hasil asesmen yang ada serta membentuk kebijakan-kebijakan sebagai upaya tindak lanjut.
Tahap Asesmen Diagnostik Non Kognitif
- Tahap persiapan, tahap pertama ini para guru harus menentukan instrumen yang akan mereka gunakan serta proses pelaksanaannya.
- Tahap pelaksanaan, pada tahap ini guru menggunakan instrumen yang telah mereka pilih dalam proses asesmen diagnostik.
- Tahap diagnosis atau tindak lanjut, dengan melihat hasil dari proses asesmen para guru bisa membentuk kebijakan dan juga strategi yang tepat untuk mengembangkan peserta didik.
Itulah dia informasi tentang assessment diagnostik mulai dari pengertian contoh hingga teknik pelaksanaannya. Semoga dengan informasi ini para guru bisa melaksanakan pembelajaran dengan tepat sehingga bisa mencetak peserta didik yang unggul.
Fungsi Asesmen Nasional Berbasis Komputer, Ketahui Selengkapnya!