Penggunaan produk teknologi saat ini sudah banyak terlaksana di berbagai sektor. Kecerdasan buatan ini akan membantu dalam melaksanakan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Di dalam bidang pendidikan sendiri terdapat dashboard analitik belajar siswa yang bisa guru gunakan.
Dashboard kinerja peserta didik ini merupakan suatu visualisasi data yang dapat membantu memahami informasi penting dalam pembelajaran. Informasi-informasi seperti kehadiran nilai ujian serta hasil tugas dapat tercantum dalam dashboard ini sehingga mampu memberikan pemahaman secara menyeluruh untuk peserta didik dan juga kepada para guru.
Visualisasi data menggunakan dashboard ini memang masih belum umum pelaksanaannya pada kegiatan sekolah. Dengan berkembangnya teknologi dan juga akses sarana prasarana yang sudah mulai meningkat, penggunaan dashboard ini bisa menjadi suatu pilihan dalam membantu jalannya pembelajaran.
Di dalam visualisasi data ini, para guru akan dapat memahami berbagai informasi perkembangan peserta didik yang mereka ajar secara realtime. Data-data yang terkumpul akan dapat membentuk suatu informasi berupa visual yang dapat membantu pemahaman mengenai pembelajaran dan juga memberikan insight mengenai cara mengatasi permasalahan di dalam kelas.
Para guru juga bisa memahami serta melacak data peserta didik dengan lebih cepat sehingga mampu memberikan informasi secara terperinci. Hal ini tentu saja berbeda dengan penginputan data secara tradisional yang dapat memakan waktu serta tidak efisien.
Informasi-informasi tersebut dapat menjadi tolak ukur untuk para guru dalam membangun strategi belajar yang tepat bagi peserta didik serta membangun pembelajaran yang personal untuk masing-masing individu. Pembelajaran yang personal akan mampu mendukung kemajuan belajar dengan lebih praktis dan juga efektif.
Berikut ini yang tidak beberapa informasi mengenai dashboard belajar peserta didik yang bisa menjadi referensi untuk para guru. Pahami beberapa informasi tentang etika dan juga tantangan pelaksanaan yang dapat menjadi manfaat untuk pembelajaran.
Konsep learning analytics 2025
Pembelajaran akan selalu berhubungan dengan data peserta didik. Para guru akan terus berkutat pada data dari peserta didik mulai dari hasil belajar hingga absensi. Data tersebut memiliki fungsi untuk menjadi dasar pengambilan keputusan terhadap sistem pembelajaran di kelas.
Hal ini sudah lumrah di dalam proses pembelajaran bahkan sebelum teknologi secanggih ini. Data tersebut bisa melontarkan beberapa kebijakan baru dan juga keputusan pendidikan yang terkait peserta didik.
Contohnya yaitu ketika dalam kegiatan ujian, hasil ujian akan memberikan informasi mengenai apakah peserta didik harus mengikuti kegiatan lebih lanjut atau harus mengikuti remedial. Para guru harus menunjukkan bukti ketika akan memutuskan suatu kebijakan.
Proses pengolahan data dan informasi tersebut umumnya bernama learning analytic atau analisis pembelajaran. Adanya analisis pembelajaran ini akan mampu mendorong proses monitoring peserta didik yang lebih baik, menentukan pola perilaku pembelajaran dan juga mengetahui resiko-resiko yang muncul pada peserta didik.
Semakin banyak dan beragam informasi yang guru miliki, hal itu akan makin mendorong serta menolong guru dalam memahami hingga memberikan penanganan tepat untuk peserta didik. Para guru bisa memiliki sumber informasi yang tepat dalam mengambil tindakan yang berpengaruh pada masa depan peserta didik.
Namun data yang banyak akan dapat memberikan beban terlalu besar pada para guru. Untuk itu dibutuhkan alat-alat yang tepat sehingga mampu menyimpan data peserta didik dalam jangka waktu pendidikan yang panjang dan juga jumlah yang besar. Para guru bisa memanfaatkan teknologi dari learning management system yang saat ini sudah banyak berkembang.
Learning analytic memiliki tujuan untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kemampuan serta kebutuhan peserta didik. Pendekatan pembelajaran menggunakan analisis data ini sangat penting karena setiap peserta didik memiliki gaya belajar, kebutuhan pembelajaran dan juga tingkat pemahaman yang berbeda-beda.
Dengan menggunakan analisis data pembelajaran, para guru akan mampu mengumpulkan informasi relevan sehingga dapat mengidentifikasi bagian-bagian yang membutuhkan perhatian ekstra di pembelajaran. Para guru akan dapat menentukan serta memahami kesulitan-kesulitan di tiap masing-masing peserta didik.
Di zaman sekarang analisis pembelajaran dapat terlaksana menggunakan learning manajemen sistem yang ini sudah canggih dan sudah berbekal kemampuan kecerdasan buatan. Para guru akan dapat memasukkan informasi peserta didik sehingga mampu mendapatkan kesimpulan yang tepat melalui alat-alat tersebut.
Hasil data ini akan dapat muncul dalam dashboard analitik belajar yang menunjukkan masing-masing informasi penting berkaitan dengan peserta didik. Untuk itu perlu digunakan alat-alat yang memiliki teknologi mendukung sehingga mampu membantu pembelajaran.
Indikator penting dalam dashboard analitik belajar siswa yang harus guru monitor
Di dalam dashboard ini, terdapat beberapa indikator penting yang harus guru perhatikan untuk melaksanakan pembelajaran secara maksimal. Indikator-indikator ini akan menjadi penentu dalam peningkatan pembelajaran peserta didik di kegiatan kelas.
Berikut ini adalah beberapa indikator yang penting untuk guru ketahui dalam dashboard analitik.
Data akademik
Jenis data yang ada pada dashboard pembelajaran yaitu umumnya berupa data akademik. Data akademik merupakan informasi mengenai hasil belajar peserta didik selama di sekolah di berbagai faktor.
Informasi tersebut terkumpul selama beberapa waktu sehingga bisa membantu para guru menentukan langkah pembelajaran terbaik serta memberikan kebijakan pembelajaran yang sesuai kebutuhan. Terdapat beberapa jenis data yaitu:
- Nilai ujian yang merupakan hasil ujian peserta didik selama kegiatan ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester atau ujian praktek lain.
- Informasi tugas merupakan penilaian tugas yang buruk dapatkan selama pembelajaran di sekolah.
- Ujian dan tes yang merupakan data dari berbagai jenis tas yang guru dilaksanakan di luar maupun di dalam kelas.
- Indeks prestasi kumulatif atau IPK yang merupakan akulturasi nilai yang mencerminkan kinerja akademik pada peserta didik selama periode tertentu.
Data non akademik
Jenis data lain yang ada pada dashboard pembelajaran yaitu data non akademik. Data non akademik tidak berhubungan dengan pembelajaran di kelas namun memiliki beberapa arti signifikan terhadap proses pembelajaran tersebut. Contoh dari data non akademik yaitu:
- Data kehadiran yang menunjukkan seberapa sering peserta didik hadir di dalam kegiatan pembelajaran.
- Data partisipasi dan diskusi kelas yang menunjukkan informasi peserta didik yang aktif dan juga turut berpartisipasi terhadap kegiatan kelas.
- Keanggotaan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjukkan keterampilan sosial dan juga kepemimpinan peserta didik dalam kegiatan di luar akademik.
- Data interaksi dengan pembelajaran online merupakan waktu yang peserta didik habiskan di pelabuhan pendidikan terkait.
- Interaksi dengan materi pembelajaran yaitu informasi tentang peserta didik yang mengikuti pembelajaran di LMS seperti video, kuis atau forum diskusi.
Data demografis
Selanjutnya ada data demografis yang memuat latar belakang peserta didik seperti usia, jenis kelamin dan asal sekolah. Informasi ini dapat membantu menganalisis serta mempengaruhi kinerja akademik peserta didik.
Baca Juga: Tes Potensi Skolastik, Kenali Jenis dan Manfaatnya!
Jenis visualisasi data untuk kelas
Dashboard analitik belajar siswa memberikan visualisasi data mengenai perkembangan dan juga proses pembelajaran peserta didik. Di Dalam penggunaannya terdapat beberapa jenis visualisasi data yang bisa muncul dalam dashboard ini.
Beberapa contoh visualisasi data yang umumnya akan dapat guru temui yaitu:
Grafik batang
Jenis visualisasi ini merupakan suatu bentuk visualisasi yang paling sering orang-orang gunakan untuk membandingkan data dalam kategori yang berbeda. Grafik ini menunjukkan gambar batang horizontal atau vertikal dalam merepresentasikan nilai suatu informasi sehingga lebih mudah dipahami perkembangan dan perubahannya.
Grafik ini akan menunjukkan nilai-nilai berdasarkan kategori yang sesuai dengan tahun maupun jenisnya. Penggunaannya dan pemahamannya yang mudah membuat jenis grafik ini sering sekali menjadi pilihan.
Diagram lingkaran
Jenis visualisasi data yang selanjutnya yaitu diagram lingkaran yang berguna untuk menunjukkan proporsi atau presentase dari keseluruhan data. Setiap bagian di dalam diagram ini akan mewakili suatu kategori dengan ukuran yang proporsional terhadap total data.
Penggunanya memang mudah dan lebih sederhana. Namun diagram lingkaran ini kurang efektif terhadap informasi dengan kategori banyak karena terdapat perbedaan diantara bagian yang akan sulit dibedakan.
Diagram scatter plot
Diagram ini juga dikenal dengan diagram sebar yang berguna untuk menunjukkan hubungan antara dua variabel di dalam satu data. Diagram ini akan menggunakan titik-titik pada grafik sehingga bisa mengidentifikasi korelasi di antara data di dalamnya.
Diagram ini biasa digunakan dalam menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan pendapatan seseorang.
Diagram pohon
Diagram pohon akan menampilkan data dalam bentuk hierarki sehingga bisa menggunakan kotak yang bervariasi untuk menunjukkan nilai data. Jenis spesialisasi ini berguna untuk menunjukkan proporsi dalam suatu kategori seperti alokasi anggaran.
Grafik garis
Selanjutnya ada grafik garis yang sering menjadi pilihan untuk menunjukkan tren atau perubahan data dari waktu ke waktu. Grafik ini berguna untuk menganalisis pola pertumbuhan, fluktuasi atau trend penggunaan di dalam jangka waktu tertentu.
Peta heatmap
Peta ini merupakan suatu visualisasi yang menggunakan warna sehingga dapat menunjukkan kepadatan atau distribusi suatu data. Semakin kuat warna yang muncul maka akan semakin tinggi atau rendah nilai pada area tertentu.
Peta ini sering digunakan dalam proses analisis data geografis, kepadatan hingga intensitas cuaca.
Deteksi permasalahan siswa dengan dashboard analitik belajar siswa
Dengan menggunakan dashboard analitik ini para guru akan dapat mendeteksi permasalahan pembelajaran peserta didik di dalam kelas. Para guru akan dapat memahami resiko pembelajaran yang akan peserta didik hadapi ketika melaksanakan kegiatan.
Dengan menggunakan data peserta didik secara tepat, para guru akan dapat menemukan hambatan permasalahan yang peserta didik hadapi ketika melaksanakan ujian, mengerjakan tugas dan lain sebagainya. Informasi ini akan guru dapatkan melalui analisis pembelajaran yang ada di LMS.
Dengan data ini, para guru bisa menyimpulkan beberapa informasi terkait kelebihan dan kekurangan peserta didik di dalam kelas. Pemahaman akan resiko pembelajaran ini akan membantu dalam menentukan tindakan tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Maka dari itu para guru harus dapat menggunakan analisis data dengan baik sehingga bisa mendapatkan informasi tersebut dan menggunakan secara maksimal untuk menentukan kebijakan pendidikan di sekolah.
Contoh dashboard analitik belajar siswa di LMS modern
Penggunaan dashboard untuk pembelajaran peserta didik di learning management system modern dapat membantu dalam memberikan pemahaman mengenai perkembangan peserta didik di dalam proses belajar. Informasi-informasi ini berguna agar dapat mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal sehingga mampu bersaing dengan individu lainnya.
Berikut ini adalah beberapa contoh dashboard analitik yang bisa digunakan pada sekolah.
Dashboard kinerja sekolah
Dasbor ini memberikan informasi mengenai kinerja sekolah terkait kegiatan manajemen dan juga data-data lainnya.
Dashboard pembelajaran
Dashboard ini memberikan informasi mengenai hasil belajar peserta didik dan juga permasalahan yang mereka hadapi.
Dashboard pendaftaran dan retensi pendidikan
Analisis data ini menunjukkan ringkasan data penting mengenai pembelajaran di dalam kelas.
Baca Juga: Pembelajaran Berpusat pada Siswa
Tantangan & etika penggunaan dashboard analitik belajar siswa
Dalam penggunaan produk teknologi ini, sangat penting untuk para guru dalam memahami beberapa permasalahan atau hambatan yang mungkin terjadi. Pemahaman ini akan membantu mempersiapkan diri dalam segala kemungkinan yang bisa memberikan resiko penggunaannya.
Berikut ini adalah beberapa tantangan dalam penggunaan dashboard analitik belajar peserta didik.
Kebocoran data
Tantangan dalam penggunaan dashboard analitik pembelajaran ini yaitu adanya resiko kebocoran data peserta didik. Resiko kebocoran data ini sangat mungkin terjadi karena penggunaan alat teknologi yang menggunakan informasi-informasi penting di dalamnya.
Tidak hanya dashboard analitik ini, secara umum kebocoran data bisa saja muncul di berbagai penggunaan aplikasi menggunakan koneksi internet dan juga teknologi. Para guru dan pihak sekolah harus dapat mencegah adanya masalah ini dengan berbagai tindakan terkait.
Adaptasi penggunaan teknologi
Tantangan yang selanjutnya yaitu ada pada adaptasi penggunaan teknologi pada para guru dan juga peserta didik. Saat ini penggunaan teknologi memang sudah meluas di berbagai bidang.
Namun masih banyak pihak yang kurang paham dan juga perlu mendapatkan proses adaptasi atau pelatihan sehingga mampu menggunakan teknologi dengan baik. Apalagi penggunaan teknologi menggunakan data umumnya tidak terlalu mudah untuk pengguna awal. Maka dari itu harus ada pelatihan sehingga para guru terbiasa menggunakan dashboard ini.
Budget
Tantangan yang selanjutnya yaitu ada pada penggunaan biaya dashboard. Dasbor analitik tidak terlalu populer saat ini. Walaupun begitu penggunaannya secara umum akan mampu membantu proses pembelajaran dengan lebih baik.
Dashboard analytic ini tentu saja tidak memerlukan biaya yang sedikit. Para guru dan pihak sekolah harus bisa menggunakan dashboard yang tepat sehingga bisa mendapatkan fungsi secara maksimal dengan biaya yang tidak terlalu besar sesuai budget.
Selain memahami tantangan dalam penggunaan, para guru juga harus memperhatikan etika dalam penggunaan bentuk teknologi ini. Ini demi dapat menggunakan teknologi tersebut dengan lebih aman serta tidak melanggar peraturan yang ada.
Privasi data
Etika penggunaan teknologi ini harus terpatri secara jelas di pikiran para guru sehingga bisa menghindari adanya resiko penggunaan yang merugikan. Salah satunya yaitu dengan privasi data.
Penggunaan analitik ini tentu saja akan membutuhkan informasi yang beragam dari pihak para peserta didik. Untuk itu, para guru harus dapat memahami privasi data dengan baik sehingga bisa menghindari penyalahgunaan informasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Keamanan
Etika penggunaan yang selanjutnya yaitu bidang keamanan data. Para guru harus memahami keamanan dari suatu dashboard analitik secara tepat sehingga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan teknologi.
Ketahui bagaimana keamanan dashboard tersebut bekerja dan bagaimana data diolah sehingga bisa memberikan rasa aman untuk peserta didik dalam penggunaannya. Ini harus selalu diperhatikan karena bisa menyebabkan permasalahan lebih lanjut.
Penutup
Itulah dia informasi mengenai dashboard analitik belajar siswa yang bisa menjadi alat yang membantu para guru dalam memahami kondisi kelas serta merencanakan pembelajaran. Pengelolaan kelas dengan menggunakan dashboard ini akan membantu jalannya kegiatan kelas dengan lebih efektif serta membentuk pembelajaran yang berkualitas.





