Pembelajaran untuk generasi saat ini harus dapat membantu menciptakan ketertarikan Dalam proses pembelajaran serta memberikan pengalaman yang kontekstual. Ini dapat guru laksanakan dengan menggunakan flipped classroom Gen Z & Alpha.
Karakteristik pada generasi Alfa dan juga generasi z umumnya berupa keterbiasaan mereka dalam penggunaan teknologi di berbagai bidang. Para guru harus dapat memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi di masa sekarang sebagai alat untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna di dalam kelas.
Para guru bisa melaksanakannya dengan menggunakan kegiatan belajar flipped classroom. Pembelajaran ini adalah suatu strategi belajar yang berusaha membalikkan struktur belajar di kelas dan metode pembelajarannya.
Kalau pada umumnya plus pembelajaran materi akan terlaksana di kelas dan pendalaman materi akan terlaksana di luar sekolah. Hal ini berbeda dengan pembelajaran terbalik.
Di dalam pembelajaran ini pemberian materi akan terlaksana di luar sekolah sehingga kegiatan pendalaman materi atau konsep akan terlaksana di sekolah menggunakan kegiatan seperti diskusi, praktek ataupun pemecahan masalah.
Peserta didik nantinya akan dapat memperdalam pengetahuan mereka di luar kelas menggunakan rangkaian asesmen dan juga evaluasi. Pembelajaran ini sangat cocok untuk para generasi muda zaman sekarang karena sangat mengandalkan teknologi terkini.
Dengan teknologi tersebut para peserta didik dapat mengakses berbagai materi pembelajaran secara fleksibel sehingga mampu menentukan proses pembelajaran mereka sendiri di luar sekolah. Pembelajaran yang fleksibel ini akan menggunakan teknologi sebagai alat pemberian materi yang tepat untuk peserta didik.
Kegiatan ini juga akan mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing individu sehingga dapat meningkatkan kemampuan mereka sesuai ritme pembelajaran masing-masing.
Berikut ini adalah informasi lebih lengkap mengenai pembelajaran flip classroom yang cocok untuk generasi muda Alfa dan generasi z. Semoga informasi ini dapat berguna untuk mengembangkan peserta didik secara maksimal sehingga potensi dapat berkembang dengan baik.
Karakteristik Gen Z & Alpha
Generasi muda saat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Perbedaan ini sangat mempengaruhi cara pembelajaran yang tepat untuk mereka.
Para guru harus dapat beradaptasi dan juga berubah sehingga mampu memberikan jenis kegiatan belajar yang relevan untuk kebutuhan generasi tersebut. Para guru yang masih saja menggunakan cara-cara lama tidak akan dapat memberikan pemahaman yang tepat untuk generasi muda saat ini.
Maka dari itu memahami karakteristik generasi muda saat ini adalah suatu langkah awal yang penting untuk menyajikan pembelajaran yang sesuai untuk karakteristik mereka.
Generasi z adalah kelompok yang muncul di era digital ketika internet dan teknologi sudah mulai merambah berbagai aspek kehidupan. Saat ini generasi z sudah menjadi kelompok terbesar di keseluruhan dunia.
Gen alpha sendiri merupakan generasi yang sedang tumbuh dalam lingkungan yang saat ini sudah terintegrasi dengan teknologi. Karakter generasi ini sangat berpengaruh oleh adanya perkembangan teknologi karena mereka sudah paham dan akrab dengan media sosial hingga kecerdasan buatan.
Karakter generasi z
Generasi ini lahir antara tahun 1990-an akhir hingga awal 2010. Generasi ini muncul setelah adanya generasi milenial. Generasi z tumbuh di era digital serta telah mengalami berbagai bentuk permasalahan seperti resesi dan juga pandemi yang tentu saja berpengaruh pada pola pikir serta interaksi sosial mereka.
Generasi ini memiliki beberapa ciri khas yaitu:
- Pengguna teknologi
Generasi ini lahir serta tumbuh di masa ketika internet serta teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan. Generasi ini tidak mengenal kondisi dunia sebelum adanya ponsel. Mereka tumbuh pada kondisi tersebarnya media sosial dan juga content streaming. Generasi ini sudah menjalani kehidupan sepenuhnya berintegrasi dengan dunia digital.
- Hubungan sosial
Generasi ini sangat terpengaruh oleh pendapat teman-teman sebaya mereka terutama pada media sosial. Mereka dapat terhubung secara lebih luas dengan teman-teman menggunakan media sosial yang sudah tersebar luas. Namun hal ini juga memberikan dampak negatif berupa banyaknya penyalahgunaan media sosial hingga adanya pembullyan online.
- Mobilitas tinggi
Generasi ini tidak hanya aktif secara digital saja tetapi juga memiliki mobilitas yang tinggi di dalam kehidupan nyata. Mereka memiliki kemampuan beradaptasi yang cepat dengan perubahan karir karena terpengaruh oleh perkembangan teknologi dan juga perubahan dinamis dalam dunia kerja.
- Globalisasi
Generasi ini adalah yang pertama yang benar-benar memiliki sifat global karena adanya perkembangan teknologi dan globalisasi. Globalisasi mempengaruhi kehidupan mereka dapat terlihat dari ketertarikan di tren global, makanan hingga media sosial.
Karakter gen alpha
Generasi ini merupakan kelompok yang lahir dari tahun 2010 hingga 2025. Mereka adalah generasi yang sepenuhnya lahir dan terbentuk dalam abad ke-21. Generasi ini menunjukkan pergeseran besar dari generasi sebelumnya ditandai dari awal sesuatu yang baru.
Generasi ini tumbuh di Tengah kemajuan teknologi dan sudah terbiasa dengan lingkungan digital sejak dini. Generasi ini terkenal karena menjadi generasi yang paling menarik teknologi dan memiliki akses material yang lebih baik jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
- Pemahaman teknologi sejak dini
Generasi ini tumbuh dalam masa yang terhubung dengan teknologi. Mereka sudah terbiasa menggunakan perangkat digital sejak kecil bahkan sering dianggap lebih fasih dan teknologi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hal ini karena banyaknya akses secara mudah pada perangkat digital yang tersedia.
- Pengaruh kecerdasan buatan
Kecerdasan buatan memiliki peran penting dalam pembentukan generasi ini. Kecerdasan buatan akan mempengaruhi berbagai keseharian generasi Alfa. Mulai dari pendidikan hingga karir mungkin akan terpengaruh oleh perkembangan kecerdasan buatan.
- Aktivitas sosial
Generasi ini akan lebih memilih platform pembelajaran berbasis game atau dunia digital jika dibandingkan dengan media sosial tradisional. Mereka akan lebih sering berkomunikasi dan berinteraksi melalui platform seperti yang menggabungkan liburan dan gejala sosial di suatu ruang virtual.
- Kesadaran isu-isu lingkungan
Generasi ini diperkirakan akan lebih sadar terhadap isu-isu lingkungan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Ini terpengaruh oleh para orang tua milenial yang cenderung memiliki kepedulian pada lingkungan. Mereka akan tumbuh dalam budaya yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan juga menggunakan produk yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Kelas virtual interaktif: teknik & tools terbaru
Prinsip flipped classroom modern
Pembelajaran ini merupakan suatu proses belajar blended learning yang berusaha memberikan pembelajaran secara maksimal pada peserta didik menggunakan ritme belajar mereka masing-masing. Di dalam pembelajaran ini peserta didik akan dapat mempelajari materi pelajaran yang tersedia sebelum kelas dimulai.
Mereka akan dapat mencari informasi menggunakan berbagai alat sehingga mendapatkan pemahaman sebelum kelas dimulai. Setelah itu mereka akan dapat mendiskusikan pemahaman mereka bersama di dalam kelas menggunakan pengawasan para guru.
Di dalam pembelajaran ini peserta didik akan menggunakan berbagai teknologi terkini sehingga mampu mempelajari materi dengan mudah dan fleksibel. Kegiatan di dalam kelas sendiri bisa berupa kegiatan interaktif berupa diskusi maupun praktik yang akan mampu memperdalam pemahaman mereka pada materi belajar.
Strategi pembelajaran ini akan dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan kelas sehingga menjadi lebih aktif. Metode pembelajaran ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mendampingi peserta didik sehingga bisa memberikan pembelajaran yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik mereka.
Di dalamnya terdapat beberapa prinsip yang harus guru ketahui:
Lingkungan belajar yang fleksibel
Pembelajaran menggunakan metode ini harus dapat menciptakan ruang dan waktu pembelajaran yang fleksibel sehingga peserta didik dapat berinteraksi dan mendapatkan kebutuhan belajar mereka dengan tepat.
Mereka nantinya akan dapat menerapkan gaya belajar yang berbeda dan sesuai dengan karakteristik diri sendiri sehingga mampu menguasai materi belajar. Peserta didik bisa menggunakan waktu dan tempat yang mereka inginkan dalam memperdalam materi.
Budaya belajar
Dalam prinsipnya pembelajaran ini akan memberikan peserta didik kesempatan dalam melakukan kegiatan yang bermakna secara mandiri. Mereka akan dapat memperdalam ilmu sejarah mandiri sehingga bisa lebih bebas dalam eksplorasi ilmu.
Konten belajar
Di dalam pembelajaran ini para guru harus dapat menerapkan konsep pembelajaran yang tepat sehingga peserta didik dapat mengakses dan belajar sendiri secara mudah. Pada kulit juga harus dapat merancang serta menciptakan materi belajar dalam bentuk video yang dapat mudah diakses.
Sebaiknya para guru juga bisa merancang pembelajaran yang dipersonalisasi sehingga mampu mengakomodasi gaya belajar masing-masing peserta didik.
Penggunaan media, video & platform
Flipped Classroom Gen Z & Alpha umumnya menggunakan teknologi terkini seperti perangkat digital dan juga koneksi internet. Namun di dalam perkembangannya di zaman ini, terdapat beberapa perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.
Contohnya yaitu ada pada penggunaan kecerdasan buatan. Berikut ini adalah beberapa penggunaan media pembelajaran pada kelas terbalik sesuai dengan teknologi saat ini:
Video pembelajaran
Pembelajaran terbalik menggunakan berbagai media agar dapat memberikan pemahaman secara menyeluruh untuk peserta didik. Selain materi berbentuk teks, para guru juga umumnya akan menyediakan materi berbentuk video pembelajaran yang memuat materi berbentuk penjelasan video.
Video pembelajaran ini akan mampu membantu para peserta didik dalam memahami materi secara lebih menyeluruh dan lebih menyenangkan. Para guru harus dapat menyediakan sumber-sumber video pembelajaran yang tepat atau membuat pembelajaran video sendiri sehingga sesuai dengan kebutuhan.
LMS AI
Media pembelajaran yang tepat untuk membuat flipped classroom yaitu menggunakan LMS atau learning management system. Learning management system akan membantu guru dalam manajemen kegiatan kelas sehingga pengelolaan materi pembelajaran maupun jadwal dapat terlaksana dengan terorganisir.
Penggunaan media ini juga akan membantu dalam proses komunikasi serta proses evaluasi secara online. Saat ini terdapat banyak teknik manajemen sistem yang telah terintegrasi dengan kecerdasan buatan sehingga membuatnya jadi lebih praktis sehingga mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran.
AI Generatif
Media pembelajaran yang dapat digunakan yaitu artificial intelligence generatif. Kecerdasan buatan jenis ini akan mampu membantu dalam memahami beberapa materi secara mandiri.
Peserta didik yang masih belum memahami materi dapat secara mandiri menggunakan media ini sehingga bisa mendapatkan pengetahuan lebih mendalam. Walaupun begitu guru dan peserta didik harus dapat mengatur agar penggunaan teknologi ini tidak mengganggu proses pembelajaran.
Para guru harus memastikan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan ini tidak akan membuat peserta didik menjadi ketergantungan sehingga menghambat perkembangan otak mereka. Perhatikan etika penggunaan dan juga privasi penggunaannya.
Praktik terbaik pra-kelas & pasca-kelas Flipped Classroom Gen Z & Alpha
Pembelajaran ini adalah suatu kegiatan kelas yang terlaksana secara bercampur melalui interaksi tatap muka dan juga interaksi online. Para guru juga akan menggabungkan pembelajaran sinkron dengan pembelajaran mandiri yang asinkron.
Pelaksanaan metode ini, kegiatan akan terbagi menjadi tiga bentuk yaitu pre-class (sebelum kelas), in-class (saat kelas dimulai), dan after class (setelah kelas selesai). Berikut ini adalah informasi selengkapnya.
- Pre class: Pada tahap ini peserta didik akan dapat mempelajari materi yang akan mereka bahas di kelas. Di tahap ini mereka akan dapat mengingat dan juga memahami materi tersebut dengan kemampuan mereka sendiri.
- In class: Pada tahap selanjutnya peserta didik akan dapat mengaplikasikan dan juga menganalisis materi yang telah mereka pelajari sebelumnya dengan menggunakan kegiatan interaktif.
- After class: Di tahap ini mereka akan dapat melakukan evaluasi dan mengerjakan tugas berbasis proyek tertentu sebagai kegiatan setelah kelas.
Contoh skenario materi SMP/SMA Flipped Classroom Gen Z & Alpha
Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan kelas terbalik terdapat beberapa skenario yang bisa guru ikuti sehingga membangun pembelajaran yang tepat dan sesuai ketentuan. Berikut ini adalah beberapa contoh skenario pembelajaran untuk SMP atau SMA menggunakan kelas terbaik.
Persiapan sebelum tatap muka
Sebelum melaksanakan kelas tatap muka para peserta didik dapat mempelajari materi yang telah mereka dapatkan di rumah. Peserta didik bisa mempelajari materi tersebut menggunakan video pembelajaran yang telah guru berikan.
Pertemuan
Ketika sudah mempelajari pembelajaran sebelumnya, peserta didik bisa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya terkait materi yang telah mereka dapatkan.
Diskusi
Setelah itu mereka akan masuk ke sesi diskusi. Para guru harus dapat memfasilitasi keberlangsungan pembelajaran dan juga membantu mereka menyelesaikan tugas.
Setelah menyelesaikan pendapat, peserta didik akan mendapatkan tugas untuk membuat video yang berkaitan dengan tema pembelajaran tersebut. Setelah itu mereka akan mendapatkan sasi diskusi lanjutan terkait tema yang telah dibicarakan.
Penilaian
Para guru akan melakukan evaluasi pada proses diskusi dan juga pendapat-pendapat yang telah peserta didik berikan. Mereka juga akan mendapatkan proses evaluasi seperti tes untuk memahami seberapa jauh mereka telah mempelajari materi. Guru juga memberikan penjelasan mengenai materi tersebut.
Baca Juga: Metode Pembelajaran Terbalik: Manfaat dan Penerapannya
Evaluasi efektivitas Flipped Classroom Gen Z & Alpha
Dalam pembelajaran terbalik para guru harus dapat menentukan evaluasi yang tepat sehingga bisa memberikan gambaran tingkat pengetahuan para peserta didik. Berikut ini adalah beberapa evaluasi yang bisa guru tentukan dalam pembelajaran tersebut.
- Keterlibatan peserta didik, aspek penting dalam pembelajaran ini yaitu keterlibatan dalam kegiatan kelas berupa diskusi, kegiatan kelompok maupun tugas yang guru berikan. Keterlibatan peserta didik dapat terukur melalui observasi langsung maupun menggunakan alat pengukuran seperti learning management system.
- Pemahaman konsep, evaluasi tentang pemahaman konsep dapat terlaksana dengan menggunakan tes formatif serta somatif untuk mengukur peningkatan pemahaman sebelum serta setelah pembelajaran. Berikan penilaian kelanjutan seperti kuis ataupun tugas sehingga bisa memahami sejauh mana pemahaman materi mereka.
- Prestasi akademik, perkembangan nilai peserta didik bisa menjadi bahan evaluasi penting dalam memahami tingkat pengetahuan peserta didik di kelas. Bandingkan nilai ujian dan juga prestasi akademik mereka di dalam kelas untuk memahami perkembangannya.
Penutup
Itulah dia informasi mengenai flipped classroom Gen Z & Alpha yang bisa menjadi informasi penting untuk para guru dalam meningkatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik dan juga kebutuhan peserta didik. Penggunaan pembelajaran yang tepat akan mampu membentuk kebiasaan belajar yang lebih menyenangkan dan juga interaktif sehingga mampu memberikan pemahaman secara maksimal.





