Hybrid Learning Model 2026, Ketahui Desain Implementasi Pembelajaran Modern

Pembelajaran saat ini sudah mulai terlaksana secara lebih fleksibel daripada sebelumnya. Contohnya yaitu dalam penggunaan hybrid learning model 2026 yang secara modern dapat membantu proses pembelajaran secara lebih efektif di sekolah. 

Pembelajaran hybrid merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang menggabungkan antara kegiatan tatap muka dan juga kegiatan belajar secara online. Kedua jenis kegiatan ini akan mampu mengakomodasi berbagai situasi dan kondisi yang dapat mempengaruhi pembelajaran. 

Contoh penggunaannya yaitu ada pada masa pandemi sebelum ini. Pada masa pandemi, kegiatan belajar terlaksana secara online dan juga digabungkan dengan kegiatan tatap muka untuk meningkatkan pemahaman secara langsung. 

Dalam perkembangannya, kegiatan belajar ini sudah mulai diaplikasikan di berbagai institusi pendidikan karena dianggap lebih fleksibel pelaksanaannya. Pembelajaran tatap muka dan juga secara online, akan mampu memberikan manfaat masing-masing yang berguna bagi peserta didik. 

Contohnya yaitu pembelajaran secara tatap muka akan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi-materi yang belum mereka kuasai. Pembelajaran secara online sendiri akan mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik sehingga mereka mampu mencapai pemahaman di tempat dan waktu yang mereka inginkan. 

Pelaksanaannya akan dapat lebih efektif menggunakan berbagai dukungan teknologi yang sudah ada saat ini. Para guru harus dapat mengakomodasikan pembelajaran secara efektif sehingga mampu menyampaikan materi secara tepat pada pembelajaran ini.

Berikut ini adalah informasi mengenai hybrid learning pada kegiatan belajar sekolah. Semoga informasi ini dapat membantu para guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran hybrid dengan integrasi kecerdasan buatan secara tepat. 

Baca Juga: Metode Experiential Learning, Bagaimana Implementasinya?

Evolusi hybrid learning pasca pandemi

Pembelajaran ketika masa pandemi menggunakan sistem jarak jauh atau pembelajaran online. Dalam sistem pembelajaran ini peserta didik menggunakan kegiatan konferensi secara online untuk menerima materi pelajaran dari guru. 

Nantinya mereka akan mendapatkan berbagai tugas yang harus dikumpulkan secara online maupun secara langsung sesuai dengan kondisi. Proses pembelajaran online ini terlaksana untuk menghindari adanya perkembangan pandemi secara lebih luas. 

Ketika pandemi sudah mulai mereda dan memasuki era new normal, pemerintah mengadakan pembelajaran yang lebih fleksibel menggunakan hybrid learning. Peserta didik akan mendapatkan pembelajaran secara online dan juga tatap muka. 

Sistem pembelajaran hybrid season learning sendiri merupakan suatu metode yang menggabungkan unsur tatap muka dan juga unsur online pada satu sistem belajar. Beberapa peserta didik dapat hadir di kelas fisik sementara sisanya akan mengikuti pembelajaran secara online. Kegiatan belajarnya bisa juga terlaksana dengan pembagian antara sesi fisik dan juga online. 

Hybrid learning cukup berbeda dengan pembelajaran yang online sepenuhnya ataupun blended learning biasa. Proses pembelajaran ini terlaksana pada kegiatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi. 

Ketika masa pandemi sudah usai, proses pembelajaran ini sudah terlaksana secara normal menggunakan tatap muka. Walaupun begitu terdapat berbagai kondisi ketika pembelajaran gerakan secara online mengikuti situasi yang ada. 

Contohnya yaitu ketika terjadi demo yang menyebabkan situasi tidak kondusif di beberapa tempat. Para guru pun memberikan instruksi pelaksanaan pembelajaran secara online pada peserta didik untuk sementara. 

Di beberapa institusi pendidikan, proses pembelajaran secara hybrid ini masih terlaksana secara penuh. Contohnya yaitu ada pada pembelajaran pada perguruan tinggi yang mengadopsi hybrid learning. Ini karena pembelajaran hybrid learning memberikan berbagai manfaat yang tepat untuk pelaksanaan pembelajaran. 

Efek hybrid learning 

Proses pembelajaran dengan menggunakan hybrid learning ini akan memberikan dampak positif pada perkembangan akademik peserta didik. Hasil pelaksanaan pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan mereka dengan baik karena mampu mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel dan mengulang materi secara mandiri. 

Walaupun begitu pelaksanaan pembelajaran hybrid tidak terlalu efektif seiring berjalannya waktu ketika beban tugas semakin meningkat tanpa adanya dukungan yang memadai. Peserta didik tidak bisa memahami materi secara tepat menggunakan materi-materi yang ada sehingga perlu bimbingan yang lebih baik pada proses tatap muka. 

Proses pembelajaran secara hybrid ini akan memberikan pengaruh signifikan terhadap capaian akademik yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembelajaran secara tradisional. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka dan online yang terlaksana secara komprehensif akan mampu memperkuat pemahaman dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. 

Walaupun begitu, proses pembelajaran ini tidak sepenuhnya memberikan manfaat tinggi pada peserta didik yang memiliki berbagai tantangan. Tantangan dalam pembelajaran ini yaitu keterbatasan akses teknologi, kuota internet maupun kurangnya dokumen belajar yang menyebabkan penurunan motivasi pembelajaran. 

Kesenjangan digital ini menjadi masalah besar dalam proses pembelajaran secara hybrid. Maka dari itu pembelajaran secara hybrid harus memperhatikan berbagai aspek kesiapan hingga ketersediaan infrastruktur sehingga mampu memberikan pembersihan yang sesuai kebutuhan secara didik. Tanpa pelaksanaan yang tepat dan persiapan yang matang pembelajaran ini akan menyulitkan peserta didik yang memiliki tantangan tersebut.

Kombinasi sinkron & asinkron

Hybrid learning model 2026 merupakan pembelajaran modern yang dapat membantu berbagai situasi dan kondisi. Di dalamnya terdapat jenis pembelajaran secara sinkron maupun secara asinkron. 

Para guru pun bisa menggunakan kombinasi pembelajaran tersebut untuk melaksanakan kegiatan belajar secara hybrid. Berikut ini penjelasan mengenai pembelajaran secara sinkron serta asinkron. 

Pembelajaran sinkron 

Pembelajaran sinkron pada hybrid learning merupakan suatu cara paling umum dalam penyampaian konten pendidikan. Cara ini memungkinkan adanya interaksi secara langsung antara guru dan juga peserta didik. 

Pembelajaran ini terlaksana dengan peserta didik yang masuk ke dalam ruang kelas virtual pada saat yang sama dengan para guru yang memimpin kelas. Peserta didik harus dapat masuk ke kelas tersebut terlepas dari lokasi mereka di waktu yang sama. 

Pembelajaran ini sangat tepat untuk proses pembelajaran dalam proses pelatihan maupun kegiatan review. Dengan begitu peserta didik dapat memberikan pertanyaan langsung kepada guru tanpa perlu menggunakan media lain. 

Kelebihan dari pembelajaran sinkron ini yaitu dapat memungkinkan partisipasi aktif dari peserta didik sehingga mereka mengikuti pembelajaran secara langsung. Hal ini akan berdampak pada kolaborasi mereka di dalam proses pembelajaran. 

Selain itu para guru juga bisa secara langsung melihat kemajuan peserta didik melalui kegiatan belajar ini. Para guru bisa melacak kemajuan peserta didik sehingga mampu memberikan materi sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Dalam pembelajaran ini peserta didik akan mendapatkan umpan balik secara langsung sesuai dengan materi yang mereka butuhkan. Mereka juga akan dapat berbagi ide dan juga pendapat mengenai materi pembelajaran. 

Kegiatan ini akan mampu meningkatkan interaksi dengan peserta didik dan juga guru sehingga bisa meningkatkan efektivitas pembelajaran secara hybrid. 

Walaupun begitu ada juga berbagai kekurangan dari pembelajaran sinkron ini. 

Di dalam pembelajaran ini peserta didik harus mengikuti pembelajaran sesuai dengan jadwal tertentu. Mereka harus menyesuaikan waktu dengan proses pertemuan secara online ini. 

Ini menyebabkan peserta didik tidak bisa mengatur pembelajaran sesuai dengan jadwal mereka sendiri sehingga kurang fleksibel. Aktivitas pembelajaran akan terlaksana dengan jumlah peserta didik yang tinggi sehingga bisa menyebabkan adanya gangguan karena perangkat lunak maupun koneksi internet. 

Selain itu pembelajaran dengan model ini bisa menyebabkan konsep-konsep inti pada materi tidak tersampaikan dengan tepat pada peserta didik. Contoh dari konsep pembelajaran sinkron yaitu presentasi, kuis, tanya jawab, diskusi interaktif dan lain sebagainya. 

Pembelajaran asinkron 

Pembelajaran asinkron merupakan suatu pembelajaran dengan peserta didik mengakses konten materi menggunakan ritme pembelajaran mereka sendiri. Pada pembelajaran ini peserta didik tidak perlu mengikuti jadwal pertemuan secara online di waktu yang sama. 

Kegiatan ini sangat ideal bagi peserta didik yang memiliki jadwal sibuk atau ada di lokasi terpencil sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Meja ini dapat terlaksana tanpa harus khawatir adanya konflik penjadwalan seperti pada pengajaran sinkron. 

Kelebihan pembelajaran asinkron yaitu kegiatannya yang lebih fleksibel sehingga membantu serta titik mengatur jadwal pembelajaran mereka sendiri. Peserta didik tidak perlu mengikuti jadwal tertentu sesuai dengan pertemuan. 

Dengan pembelajaran ini, para guru bisa menciptakan banyak materi pembelajaran yang lebih interaktif sehingga dapat memberikan materi secara tepat atau peserta didik. Peserta didik bisa mengakses materi tersebut secara mandiri untuk mempelajarinya. 

Dalam pembelajaran ini para guru bisa menggunakan materi ajar seperti tutorial, video interaktif ataupun kuis interaktif. Pembelajaran secara asinkron merupakan cara yang tepat untuk menghemat biaya pembelajaran. Peserta didik tidak perlu memperhatikan koneksi internet ketika menggunakan materi belajar sehingga tidak perlu takut ketinggalan pembelajaran karena bisa mengaksesnya sendiri. 

Pembelajaran ini juga memiliki berbagai kekurangan yaitu membutuhkan disiplin peserta didik. Ini karena pembelajaran terlaksana secara mandiri dan tidak menggunakan jadwal tertentu, sehingga peserta didik harus dapat melatih kedisiplinan mereka sendiri agar mampu belajar secara mandiri. 

Selain itu para guru juga akan kesulitan dalam menjaga motivasi pembelajaran. Ditambah lagi peserta didik akan kesulitan memahami suatu materi yang kompleks tanpa adanya dukungan. 

Contoh pembelajaran asinkron yaitu kursus online, materi pelatihan digital, kelompok diskusi, dokumen digital, rekaman audio, rekaman video dan lain sebagainya. 

Peran AI dalam personalisasi hybrid learning model 2026

Dalam pembelajaran secara hybrid, penggunaan teknologi merupakan hal yang tidak dapat dilepaskan. Pemberian materi belajar hingga kolaborasi efektif harus menggunakan teknologi dalam penyampaiannya. 

Dengan semakin berkembangnya zaman, penggunaannya kini merambat pada teknologi artificial intelligence yang saat ini sudah marak berkembang. Artificial intelligence akan mampu membantu kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan tepat sasaran sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan. 

Berikut ini merupakan beberapa peran artificial intelligence dalam personalisasi hybrid learning di sekolah. 

Membuat personalisasi pembelajaran 

Kecerdasan buatan pada pembelajaran hybrid touring dapat membantu dalam membuat personalisasi pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Para peserta didik dapat menggunakan strategi pembelajaran yang sudah dipersonalisasi ini untuk meningkatkan pemahaman mereka secara efektif dengan lebih fleksibel. 

Menyediakan materi pembelajaran yang sesuai 

Kecerdasan buatan dalam pembelajaran hybrid ini dapat membantu menyediakan materi belajar yang sesuai. Para peserta didik dapat mengakses informasi secara cepat menggunakan saran-saran dari kecerdasan buatan tersebut. 

Memberikan umpan balik sesuai 

Dalam pelaksanaan kuis maupun ujian, peserta didik akan mendapatkan hasil ujian serta umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Umpan balik ini akan membantu meningkatkan kemampuan mereka dengan lebih baik lagi sesuai dengan hasil ujian tersebut. 

Menyediakan sumber belajar mandiri 

Kecerdasan buatan akan membantu memberikan sumber belajar secara mandiri pada peserta didik sehingga mereka dapat mengaksesnya dimanapun dan kapanpun sesuai dengan kebutuhan. Peserta didik dapat meningkatkan kemampuan secara lebih efektif dengan adanya sumber belajar mandiri tersebut. 

Contoh desain pembelajaran hybrid learning model 2026 

Melaksanakan metode pembelajaran secara hybrid harus menggunakan disiplin dan juga konsistensi yang tepat. Pelaksanaan pembelajaran secara hybrid tanpa adanya rasa disiplin, akan menyebabkan pelaksanaan pembelajaran jadi terhambat sehingga tujuan belajar jadi tidak tercapai. 

Para guru bisa menggunakan berbagai desain pembelajaran hybrid learning sesuai dengan kondisi. Berikut ini beberapa contoh desain pembelajaran hybrid learning yang dapat terlaksana di sekolah. 

  • Para guru bisa memberikan pembelajaran secara mandiri pada peserta didik menggunakan media konferensi secara online. Setelah itu peserta didik dapat menerima materi tersebut dan melakukan kegiatan praktikum dengan tatap muka terbatas sesuai dengan pembelajaran. 
  • Penerapan pembelajaran ini terlaksana di dalam kelas dengan peserta para guru yang memadukan pembelajaran menggunakan sinkronus dan asinkronus. Peserta didik akan melakukan tatap muka dalam waktu yang terbatas lalu melakukan pembelajaran secara mandiri. 
  • Peserta didik bebas memilih pembelajaran dari dua pembelajaran yang berbeda sehingga bisa mendapatkan pembelajaran yang mereka butuhkan. 

Kelebihan & tantangan hybrid learning model 2026 

Pelaksanaan pembelajaran secara hybrid akan mampu memberikan berbagai keuntungan yang penting untuk perkembangan peserta didik. Apalagi pembelajaran ini sangat cocok bagi perkembangan zaman yang turut menggunakan teknologi dalam pelaksanaannya. 

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari hybrid learning yang bisa menjadi perhatian. 

  • Pembelajaran yang fleksibel 
  • Peserta didik bisa belajar sesuai dengan ritme pembelajaran mereka sendiri 
  • Meningkatkan kedisiplinan diri
  • Efektif meningkatkan kompetensi akademik 
  • Efisiensi tinggi

Selain kelebihan tersebut, perhatikan juga berbagai tantangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran secara hybrid. Berikut ini adalah tantangan yang bisa menjadi hambatan proses pembelajaran secara hybrid. 

  • Keterbatasan sumber daya
  • Ketidaksiapan guru dan peserta didik 
  • Ketidaksiapan sarana prasarana 
  • Kurangnya motivasi belajar 

Tips implementasi hybrid learning di sekolah 

Hybrid learning model 2026 akan memberikan berbagai fleksibilitas pembelajaran untuk peserta didik sehingga mereka bisa menggunakan waktu secara tepat sesuai dengan kondisi dan peluang. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, harus terdapat berbagai koordinasi yang penting dari pihak sekolah dan juga peserta didik sehingga hybrid learning dapat terimplementasi dengan baik. 

Berikut ini merupakan beberapa tips dalam mengimplementasikan hybrid learning secara modern di sekolah. 

Perhatikan kesiapan guru dan peserta didik 

Untuk melaksanakan pembelajaran ini harus perhatikan kesiapan guru dan peserta didik. Perhatikan kesiapan guru dan peserta didik akan membantu dalam kelancaran proses pembelajaran hybrid sehingga bisa terlaksana secara tepat sasaran. 

Perhatikan kesiapan sarana dan infrastruktur 

Untuk melaksanakan kegiatan ini, perhatikan juga kesiapan sarana dan infrastruktur yang ada sehingga dapat melaksanakan kegiatan secara lancar tanpa adanya masalah gangguan teknis. Ini karena gangguan teknis umumnya merupakan suatu permasalahan umum dalam kegiatan belajar hybrid. 

Monitor perkembangan peserta didik 

Dalam pembelajaran ini para guru perlu melakukan monitoring perkembangan peserta didik secara tepat sehingga mampu melihat perkembangan belajar mereka secara menyeluruh. Kegiatan monitoring ini bisa terlaksana dengan menggunakan kecerdasan buatan yang ada pada learning management system. 

Lakukan komunikasi menyeluruh 

Dalam kegiatan pembelajaran hybrid ini para guru harus dapat melakukan komunikasi secara menyeluruh pada peserta didik sehingga dapat memberikan dukungan secara penuh. 

Baca Juga: Kelas Virtual Interaktif: Teknik & Tools Terbaru yang Tepat untuk Guru

Penutup 

Itulah dia informasi mengenai hybrid learning model 2026 yang dapat memberikan referensi penting bagi guru sehingga bisa melaksanakan pembelajaran secara tepat. Pelaksanaan pembelajaran secara hybrid akan membantu efektivitas kegiatan belajar yang lebih fleksibel.

Artikel ini ditulis oleh:

Share the Post: