Literasi AI untuk Siswa SD–SMA yang Harus Guru Perhatikan di Kelas

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence saat ini sudah banyak digabungkan di berbagai sektor kehidupan. Salah satunya yaitu ada pada bidang pendidikan. Maka dari itu literasi AI untuk siswa SD–SMA adalah hal yang penting dan harus menjadi fokus pembelajaran masa sekarang. 

Artificial intelligence merupakan teknologi yang saat ini sudah sangat maju dan berkembang di berbagai sektor kehidupan. Penggunaannya yang praktis dan juga cepat membuat teknologi ini semakin meluas penggunaannya. Kecerdasan buatan memang menawarkan berbagai perkembangan teknologi yang dapat dengan efektif membantu pekerjaan manusia. 

Maka dari itu pemahaman dan juga literasi penggunaannya merupakan suatu hal yang penting di masa sekarang. Generasi muda saat ini juga sangat membutuhkan penerapan kecerdasan buatan di dalam kehidupan. 

Generasi muda saat ini akan dapat menggunakan kecerdasan buatan ini untuk meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing di masyarakat dunia. Walaupun begitu mereka juga harus mendapat pendampingan dan juga pemberian pemahaman mengenai literasi artificial intelligence sehingga mampu menggunakan teknologi ini dengan bijak. 

Hal ini demi menghindari adanya penyalahgunaan teknologi artificial intelligence yang dapat merugikan berbagai pihak. Para guru dan pihak sekolah harus dapat memberikan pemahaman yang tepat dan juga mendampingi penggunaan kecerdasan buatan secara efektif. 

Selain itu para orang tua murid juga memiliki peran aktif dalam pemanfaatan artifisial intelijen dan juga pemahaman literasi kecerdasan buatan peserta didik. Berikut ini adalah informasi mengenai literasi kecerdasan buatan untuk peserta didik di sekolah. 

Pentingnya literasi AI sejak dini 

Literasi AI bukan hanya pemahaman tentang kecerdasan buatan saja melainkan suatu kemampuan dalam memahami bagaimana kecerdasan buatan bekerja, bagaimana kecerdasan buatan berguna di dalam masyarakat dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Pengetahuan ini juga mencakup pemahaman tentang dasar teknologinya kelebihan serta keterbatasannya. Penerapan etika dalam penggunaan teknologi ini juga masuk dalam ilmu literasi AI. 

Saat ini kita sudah banyak sekali berinteraksi menggunakan kecerdasan buatan di kehidupan sehari-hari. Contohnya yaitu ketika menggunakan fitur pengeditan tata bahasa maupun penerapan filter wajah yang menarik di berbagai sosial media. 

Namun berinteraksi saja tidak memberikan jaminan bahwa seseorang sudah paham Bagaimana suatu teknologi bekerja. Berangkat dari itu pemahaman literasi AI menjadi suatu hal yang penting di masa sekarang. 

Secara umum ilmu ini mencakup berbagai aspek yaitu: 

  • Memahami cara kerja kecerdasan buatan secara umum dan juga contoh penggunaannya di kehidupan sehari-hari. 
  • Memahami kelebihan dan juga keterbatasan kecerdasan buatan di kehidupan sehari-hari. 
  • Memahami etika penggunaan kecerdasan buatan sehingga dapat menjaga privasi serta menghindari penyebaran hoaks. 
  • Menilai dampak sosial dan ekonomi penggunaan kecerdasan buatan seperti pengaruhnya pada lapangan pekerjaan dan juga ketergantungan pada teknologi. 
  • Melatih berpikir kritis terhadap konten kesehatan buatan sehingga selalu melakukan verifikasi informasi dan tidak bergantung pada teknologi ini. 

Pemahaman ini tidaklah suatu yang bisa diabaikan oleh masyarakat di masa sekarang. Saat ini tiap orang sudah sering berinteraksi menggunakan kecerdasan buatan di kehidupan sehari-hari. 

Mulai dari penyebaran informasi hingga penggunaan aplikasi keseharian yang membantu kegiatan. Tanpa pemahaman kecerdasan buatan yang cukup, seseorang akan memiliki resiko mengalami kerugian atau kesalahan dalam menggunakan teknologi. 

Pemahaman akan literasi kecerdasan buatan akan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis seseorang terhadap konten-konten yang beredar saat ini. Apalagi saat ini banyak sekali konten buatan artificial intelligence yang tidak dapat dibedakan lagi dengan konten buatan manusia. Hal ini bisa menyebabkan adanya permasalahan seperti manipulasi informasi yang bisa merugikan seseorang. 

Literasi kecerdasan buatan juga bisa meningkatkan daya saing seseorang di dunia kerja. Apalagi saat ini industri teknologi sudah semakin berkembang dan juga condong pada penggunaan kecerdasan buatan. Orang yang memahami teknologi ini akan mampu menghadapi perubahan serta beradaptasi dengan kehidupan industri agar dapat meraih sukses. 

Pemahaman akan literasi kecerdasan buatan juga akan mampu membantu seseorang agar dapat menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab sehingga tidak merugikan orang lain. 

Literasi kecerdasan buatan sejak dini akan mampu membentuk pola pikir dan juga perilaku yang tepat sehingga generasi muda bisa menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab dan bijak. 

Baca Juga: Asesmen Literasi Merdeka Belajar, Apa Pentingnya?

Materi dasar AI per jenjang usia 

Literasi AI untuk siswa SD–SMA adalah suatu hal yang penting dalam masa sekarang. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi, para guru harus dapat mengintegrasikan penggunaan kecerdasan buatan di dalam kegiatan kelas. 

Pemerintah saat ini sudah mulai memasukkan materi dasar kecerdasan buatan di dalam kelas. Berikut ini adalah informasi mengenai info pembelajaran kesuksesan buatan di jenjang usia sekolah masing-masing. 

Di dalam modul KKA pembelajaran akan terintegrasi dengan penguasaan coding dan juga kecerdasan artificial. Di dalamnya terdapat penguasaan coding sebagai alat berpikir logis dan juga sistematis serta pengetahuan tentang kecerdasan artifisial sebagai teknologi cerdas di kehidupan sehari-hari. 

Peserta didik akan dapat memahami teknologi dan juga melakukan perancangan serta pemanfaatannya secara etis. Mereka akan dapat menggunakan serta merancang teknologi kecerdasan buatan seperti percakapan otomatis dan juga analisis data menggunakan artificial intelligence. 

Pembelajaran coding dan kecerdasan buatan ini tidak hanya fokus pada pemberian ilmu pengetahuan saja tetapi juga mendorong adanya pembelajaran secara mendalam. Modul ini tersusun sehingga peserta didik dapat mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata sehingga mampu berkolaborasi serta merefleksikan pengalaman mereka secara utuh. 

Beberapa kegiatan tersusun sehingga sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dapat mengimplementasikan pembelajaran ini secara efektif. Aktivitas di dalam pembelajaran ini akan mendukung terbentuknya profil pelajar Pancasila serta memberikan pemahaman tentang etika penggunaan teknologi sehingga peserta didik tidak sembarangan dan bisa bijaksana di ruang digital. 

Fase C – SD dan Fondasi Awal Literasi Digital 

Pada fase ini peserta didik akan berkenalan dengan konsep dasar coding seperti berpikir komputasional literasi digital dan juga etika penggunaan kecerdasan buatan menggunakan pendekatan yang kontekstual dan menyenangkan. Modul ini terdiri dari 5 bagian utama yaitu literasi digital, berpikir komputasional, etika kecerdasan buatan, pemanfaatan kecerdasan buatan dan algoritma dasar. 

Di dalam modul ini peserta didik akan belajar bagaimana teknologi coding dan juga kecerdasan buatan bekerja. Selain itu mereka juga akan memahami nilai tanggung jawab serta kearifan lokal dalam menggunakan teknologi tersebut. 

Fase D: SMP Menuju Kemandirian Teknologi 

Pada fase ini, peserta didik akan memperdalam pemahaman dengan memfokuskan diri pada pembelajaran analisis data, pengembangan konten secara digital, penggunaan AI generatif dan juga eksplorasi etika beserta risiko kecerdasan buatan. Peserta didik pada modul ini akan mulai menggunakan perangkat lunak secara aktif sehingga dapat berlatih membuat konten yang sesuai. 

Mereka juga akan menerapkan logika dalam membuat solusi digital sehingga mampu menerapkan pembelajaran. Modul ini tersusun sekaligus untuk membantu menumbuhkan kreativitas serta kesadaran sosial di dunia digital. 

Fase E: SMA Implementasi Al di Kehidupan Nyata 

Pada fase ini peserta didik akan mulai belajar mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam proyek berbasis teknologi menggunakan ilmu pengetahuan coding dan artificial intelligence. Dalam modul ini mencakup juga beberapa penguatan pedagogi seperti HOTs (High Order Thinking Skills), pemrograman berbasis teks dan juga pemahaman TPACK dalam desain pembelajaran. 

Fokus utama dari modul ini yaitu untuk menciptakan inovasi dengan pendekatan saintifik serta memfokuskan diri pada solusi sehingga peserta didik dapat menjadi pembelajar yang inovatif dan kreatif. 

Fase F: SMK Vokasi Al untuk Dunia Industri

Di dalam fase ini peserta didik akan mendapatkan pendekatan yang lebih kontekstual serta vokasional. Modul ini tersusun untuk membantu memberi bekal pada peserta didik agar dapat memiliki kemampuan praktis seperti pengembangan aplikasi, integrasi kecerdasan buatan dalam bisnis dan industri serta memahami data secara analisis. 

Aktivitas hands-on sederhana penggunaan AI untuk siswa SD–SMA 

Penggunaan dan literasi AI untuk siswa SD–SMA yang tepat akan mampu membantu meningkatkan efektivitas dan juga efisiensi pembelajaran. Para guru harus dapat menerapkan penggunaan kecerdasan buatan yang tepat sehingga mampu membantu peserta didik dalam pembelajaran. 

Berikut ini adalah beberapa aktivitas penggunaan kecerdasan buatan yang umum di berbagai kondisi sekolah. 

Pemahaman AI di pembelajaran 

Di dalam pembelajaran kecerdasan artifisial yang dasar, para peserta didik akan mendapatkan pemahaman mengenai kecerdasan buatan dan juga etika penggunaannya. Peserta didik harus mampu memahami apa yang dimaksud mengenai kecerdasan buatan dan juga bagaimana penggunaan yang tepat sehingga bisa bijak dalam pengaplikasiannya di masa depan. 

Pengetahuan ini penting karena dapat mempengaruhi pola perilaku peserta didik ketika menggunakan kecerdasan buatan. Mereka nantinya akan dapat berpikir secara tepat dalam penggunaan teknologi ini sehingga tidak merugikan diri ataupun orang lain. 

Pelaksanaan penggunaan AI di kegiatan ujian harian

Penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran umumnya dapat terlaksana di dalam berbagai aktivitas. Para guru sudah bisa menggunakan kegiatan evaluasi harian sebagai media pembelajaran penggunaan kecerdasan buatan. 

Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan untuk melaksanakan kegiatan ujian harian sehingga mampu memberikan hasil efektif dan juga melihat hasil ujian secara langsung. Penggunaannya yang mudah akan membantu proses evaluasi sehingga jadi lebih lancar. 

Penggunaan AI untuk manajemen kelas

Penggunaan kecerdasan buatan untuk kegiatan kelas selanjutnya yaitu bisa dalam aspek manajemen kelas. Para guru bisa menggunakan teknologi manajemen kelas yang saat ini sudah banyak digunakan untuk membantu proses penyaluran materi pembelajaran, komunikasi dan juga evaluasi. 

Penggunaan aplikasi ini akan membantu peserta didik dalam memahami lebih baik mengenai penggunaan kecerdasan buatan. 

Penggunaan AI untuk membuat presentasi atau video pembelajaran 

Selanjutnya penggunaan kecerdasan buatan di dalam kelas bisa terlaksana dalam pembuatan presentasi maupun video pembelajaran. Para peserta didik bisa menggunakan teknologi generatif artificial intelligence untuk membuat presentasi yang lebih menarik atau video pembelajaran untuk proses kegiatan kelas. 

Mereka bisa menggunakannya untuk meningkatkan proses pembelajaran secara lebih aktif di kelas. 

Pengembangan AI untuk membantu bisnis di proyek sekolah menengah kejuruan 

Untuk kegiatan yang lebih mendalam dan juga komplek, para peserta didik dapat mencoba membuat suatu teknologi menggunakan kecerdasan buatan sehingga mampu membantu industri secara nyata. Proses pengembangan ini akan mampu membantu pemahaman serta pelaksanaan praktek penggunaan kecerdasan buatan secara nyata. 

Contoh modul singkat 

Literasi AI untuk siswa SD–SMA adalah suatu hal yang penting dalam pendidikan sehingga saat ini sudah mulai terintegrasikan di dalam pembelajaran. Berikut ini adalah informasi singkat mengenai contoh modul pada pembelajaran kecerdasan buatan tersebut. 

Baca Juga: Literasi Digital Pendidikan, Bagaimana Perannya dalam Pendidikan?

Modul Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial 

Modul singkat untuk pembelajaran literasi kecerdasan buatan umumnya akan dimulai dari konsep dasar dari artificial intelligence. Para peserta didik agar memahami apa yang dimaksud dengan kecerdasan artifisial dan bagaimana mengetahui karakteristik masing-masingnya. 

Di dalamnya peserta didik juga akan mengetahui informasi mengenai perbedaan mesin cerdas dan juga mesin non cerdas. Selain itu ada juga informasi tentang macam-macam kecerdasan artifisial, cara kerja kecerdasan artifisial dan juga limitasi penggunaannya. 

1. Definisi Kecerdasan Artifisial

2. Karakteristik Kecerdasan Artifisial

3. Mesin Cerdas versus Mesin Non Cerdas

4. Macam-Macam Kecerdasan Artifisial

5. Cara Kerja Kecerdasan Artifisial 

6. Limitasi Kecerdasan Artifisial 

Modul Etika Kecerdasan Artifisial

Di bagian selanjutnya peserta didik juga akan mengetahui informasi mengenai alasan mengapa kecerdasan artifisial akan menjadi bagian penting dalam kehidupan di masa sekarang. Pemahaman tentang prinsip-prinsip penting dalam penggunaan teknologi ini juga akan dibagikan dalam modul ini. 

1. Alasan KA menjadi Bagian Penting dalam Kehidupan Abad 21

2. Prinsip-prinsip Penting dalam Menggunakan Kecerdasan Artifisial secara 

3. Bertanggung Jawab 

Peran guru & orang tua dalam penggunaan dan literasi AI untuk siswa SD–SMA

Di dalam perkembangan peserta didik para guru dan orang tua memiliki peran penting dalam memfasilitasi dan juga memberikan pemahaman yang tepat untuk mereka. Hal ini juga berlaku dalam penggunaan kecerdasan buatan bagi peserta didik. 

Para guru dan orang tua harus berperan besar dalam penggunaan kecerdasan buatan ini sehingga mampu menghindari adanya resiko-resiko kejahatan pada penggunaannya. 

Guru dan pihak sekolah memiliki peran strategis dalam mengenalkan kecerdasan buatan ini pada peserta didik. Pengenalan ini dapat terlaksana secara sederhana melalui konsep cara kerja kecerdasan buatan hingga menggunakan beberapa teknologi lainnya. 

Para guru juga harus dapat memberikan pemahaman mengenai literasi kecerdasan buatan pada peserta didik di dalam kelas sehingga mampu mengembangkan ekosistem pembelajaran yang bertanggung jawab dan aman. Pengenalan akan literasi kecerdasan buatan menjadi suatu dalam pembelajaran merupakan suatu langkah tepat yang harus guru dan sekolah perhatikan. Para orang tua juga harus mampu memberikan pengawasan kepada peserta didik sehingga mereka bisa menggunakan teknologi ini secara bijaksana.  

Risiko & etika penggunaan AI 

Literasi AI untuk siswa SD–SMA adalah hal yang penting pada saat ini. Namun penggunaannya tidak akan terlepas dari adanya resiko kecerdasan buatan. Berikut ini adalah beberapa resiko yang bisa muncul dari penggunaan kecerdasan buatan yang harus para guru dan peserta didik ketahui. 

  • Informasi yang tidak benar dan masih belum jelas sumbernya. 
  • Terjadinya manipulasi data maupun informasi yang bisa merugikan banyak orang. 
  • Ketergantungan pada teknologi kecelakaan buatan sehingga menurunkan kemampuan berpikir kritis. 
  • Kebocoran data karena penggunaan kecerdasan buatan. 
  • Berkurangnya kemampuan analisis karena menggunakan kecerdasan buatan. 

Untuk mencegah adanya resiko tersebut para guru harus menerapkan etika penggunaan kecerdasan buatan yang tepat untuk peserta didik. Berikut ini adalah informasi mengenai etika penggunaan artificial intelligence sehingga mampu meminimalisir resiko kejahatan teknologi ini. 

  • Hasil karya akademik yang menggunakan kecerdasan buatan harus mencantumkan sumber yang jelas. 
  • Tidak boleh melakukan klaim karya buatan artificial intelligence berupa teks maupun gambar sebagai hasil pribadi. 
  • Kecerdasan buatan hanya boleh menjadi alat bantu dalam mempermudah proses dan bukan menjadi pengganti proses berpikir. 
  • Kecerdasan buatan yang digunakan dalam penyusunan tugas atau karya ilmiah wajib diungkap secara terbuka dalam naskah tersebut. 

Penutup 

Itulah informasi penting mengenai literasi AI untuk siswa SD–SMA yang saat ini merupakan masalah krusial dalam bidang pendidikan. Pengetahuan akan kecerdasan buatan akan mampu membantu peserta didik dalam memahami penggunaan dan juga mencegah adanya permasalahan yang muncul dari penggunaan kecerdasan buatan tersebut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Share the Post: