Menulis Bahan Ajar: Tahapan Hingga Teknik Penyusunannya

Menulis bahan ajar yang tepat dan sesuai dengan kurikulum adalah sesuatu yang penting. Ini karena bahan ajar adalah salah satu komponen pembelajaran penting di kelas. Maka dari itu, mengetahui langkah pembuatan bahan ajar secara tepat adalah keharusan.

Pembuatan bahan ajar yang tepat juga bisa memengaruhi penyampaian materi di dalam kurikulum yang ada. Apakah materi sudah sesuai kurikulum atau masih perlu diperbaiki?

Bahan ajar umumnya berbeda dengan buku teks. Menurut pengertian, bahan ajar adalah materi yang akan pendidik pakai untuk membantu pelaksanaan aktivitas di kelas.

Bahan ajar bisa berbentuk lisan, tulisan, atau berbagai macam bentuk lainnya yang bisa memfasilitasi pembelajaran. Di dalamnya terdapat metode, model, materi pembelajaran, standar, serta metode evaluasi yang tersusun secara terstruktur agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dan sesuai dengan standar kompetensi yang ada.

Langkah Menulis Bahan Ajar

Ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti dalam menulis buku ajar. Ikuti langkah di bawah ini.

1. Identifikasi Faktor dalam Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi

Menyusun bahan ajar harus mengikuti garis besar berupa identifikasi faktor dalam kompetensi dasar dan standar kompetensi. Identifikasi ini yaitu dengan melakukan analisa dan mempertimbangkan faktor kognitif, afektif, dan psikomotorik. 

2. Menentukan Jenis Bahan Ajar

Langkah selanjutnya yaitu menentukan jenis bahan ajar yang cocok untuk kompetensi yang akan peserta raih. Langkah ini yaitu dengan melakukan analisa, identifikasi konsep, prinsip, prosedur, dan paduan materi. 

3. Menentukan Referensi Bahan Ajar

Selanjutnya yaitu dengan menentukan jenis referensi bahan ajar. Materi dari bahan ajar sendiri bisa guru peroleh dari berbagai sumber, seperti media sosial, internet, majalah, atau koran.

Teknik Menyusun Bahan Ajar

Dalam membuat bahan ajar, ada teknik yang bisa Anda ikuti agar hasil akhir jadi lebih maksimal. Berikut ini adalah beberapa teknik dalam menyusun bahan ajar yang tepat.

1. Teknik Menyusun Bahan Ajar Cetak

Dalam teknik penyusunan bahan ajar cetak, ada beberapa ketentuan yang harus Anda perhatikan. Ketentuan ini akan membantu dalam menyusun bahan ajar yang berkualitas dan terbaik.

Ketentuan tersebut di antaranya yaitu:

  • Judul dan materi yang tersaji harus sesuai dengan kompetensi dasar atau materi pokok yang peserta didik harus selesaikan sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal. 
  • Bahan ajar cetak harus memperhatikan beberapa aspek lain seperti susunan tampilan yang jelas serta menarik, penggunaan bahasa yang mudah, bahan materi dapat menguji pemahaman, tersaji stimulan, materi yang instruksional, serta kemudahan dalam membaca materi. 

Dengan mengikuti ketentuan tersebut, penyusunan bahan ajar akan lebih mudah sehingga bisa menghasilkan pemahaman yang maksimal pada peserta didik. 

2. Teknik Menyusun Bahan Ajar Interaktif

Ada beberapa garis besar dalam penyusunan bahan ajar interaktif. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Bahan ajar interaktif perlu adanya pengetahuan serta keterampilan pendukung dalam menggunakan peralatan komputer, kamera video, dan kamera foto yang akan menjadi bahan utama dari penyusunan bahan ajar. 
  • Menurunkan judul dari kompetensi dasar sesuai dengan besar atau kecilnya materi. 
  • Menyertakan petunjuk pembelajaran. 
  • Terdapat informasi pendukung yang jelas, menarik dan padat dalam bentuk tertulis gambar, atau visual bergerak. 
  • Menulis tugas-tugas dalam interaktif program. 
  • Menggunakan berbagai sumber belajar yang dapat membantu memperkuat materi. Contohnya yaitu buku, majalah, internet, serta jurnal untuk bahan pembuatan bahan ajar interaktif. 

Tujuan dan Manfaat Bahan Ajar

Pembuatan bahan ajar memiliki tujuan dan manfaat tertentu. Berikut ini adalah tujuan dan dari pembuatan bahan ajar untuk proses pembelajaran.

  • Menyiapkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta sesuai dengan kurikulum. Persiapan pembuatan bahan ajar juga memperhatikan latar belakang dan sifat sari peserta didik. 
  • Mempermudah peserta didik agar mendapatkan bahan ajar alternatif selain dari buku dan teks dari sekolah yang kemungkinan sulit untuk didapatkan. 
  • Memudahkan beban guru dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar. 

Sedangkan untuk manfaat dari pembuatan bahan ajar untuk guru atau pendidik, yaitu:

  • Ada bahan ajar yang bisa memenuhi kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 
  • Adanya bahan ajar membuat pembelajaran tidak bergantung pada sumber buku atau teks yang sulit didapat. 
  • Sumber pembelajaran jadi lebih luas karena ada banyak referensi yang komprehensif. 
  • Ilmu dan pengalaman pendidikan jadi lebih mendalam karena bisa membuat dan mengembangkan bahan ajar. 
  • Membantu menciptakan interaksi pembelajaran yang efektif antara tenaga guru dan peserta didik sehingga peserta didik bisa menghormati guru mereka. 
  • Guru akan mendapatkan angka kredit dan keuntungan materiil lainnya.

Prinsip Pembuatan Bahan Ajar

Pembuatan bahan ajar memiliki prinsip yang bisa Anda ikuti. Prinsip ini akan menjadi pembeda bahan ajar dengan buku lainnya. Ini dia beberapa prinsip mengenai pembuatan bahan ajar.

1. Mulai dari yang Sederhana ke Berat

Prinsip yang pertama yaitu bahan ajar bisa Anda mulai dari materi yang sederhana ke materi yang berat. Hal ini bisa membantu pemahaman peserta didik agar jadi lebih mudah dan terorganisir. 

Prinsip ini akan membantu peserta didik dalam memahami materi yang bersifat konkret dan abstrak dengan lebih mudah sehingga proses pembelajaran jadi lebih lancar. 

2. Repetisi

Prinsip selanjutnya yaitu repetisi. Adanya aspek pengulangan dari suatu bahan bisa membantu peserta didik agar memahami konsep dengan lebih baik. 

Repetisi bisa membuat peserta didik jadi lebih mendalami materi pembelajaran sehingga bisa melanjutkan ke materi yang lebih kompleks. Hal ini akan membantu proses pembelajaran. 

3. Feedback

Adanya respon atau feedback dari pembelajaran yang positif akan membuat peserta didik jadi lebih semangat dalam belajar. Pastikan terdapat aspek feedback dalam bahan ajar sehingga bisa membantu peserta didik dalam memperlihatkan hasil belajar mereka. 

Tips Membuat Bahan Ajar yang Menarik

Membuat bahan ajar tidak bisa hanya mengandalkan isi materi saja. Pembuatan buku ini harus memperhatikan beberapa aspek sehingga bahan ajar bisa terlihat lebih menarik.

Bahan ajar yang menarik akan meningkatkan minat belajar peserta didik. Berikut ini beberapa tips untuk membuat bahan ajar jadi lebih menarik.

1. Perhatikan Minat Peserta Didik

Tips pertama yaitu perhatikan minat peserta didik. Langkah ini dilakukan agar peserta didik tidak bosan dengan bahan ajar yang ada. Anda bisa menambahkan gambar atau visual yang menarik sehingga bisa memicu semangat belajar para peserta didik. 

2. Tentukan Bahasa yang Digunakan

Langkah selanjutnya yaitu tentukan bahasa yang Anda gunakan dalam bahan ajar. Penggunaan bahasa ini tentu saja menyesuaikan dengan jenjang pendidikan pembuatan bahan ajar tersebut sehingga tidak terlalu berat atau terkesan terlalu ringan. 

3. Gunakan Materi yang Jelas

Tips selanjutnya yaitu dengan menggunakan materi yang jelas. Coba perjelas materi pembelajaran sehingga bisa memudahkan dalam penyusunannya di bahan ajar. Dengan begitu, peserta didik tidak akan kebingungan ketika menggunakan bahan ajar tersebut. 

Penting Bagi Guru untuk Menulis Bahan Ajar

Itulah dia informasi tentang menulis bahan ajar mulai dari tahapan hingga tips pembuatan bahan ajar yang menarik. Dengan menggunakan informasi ini Anda akan dapat membuat bahan ajar yang tepat dan tentunya menarik.

Tidak Sulit, Begini Cara Memulai Menulis Buku Pelajaran oleh Guru

Bongkar Cara Menulis Buku Tematik oleh Guru

Manfaat Menulis Buku Pelajaran untuk Karir Guru, Apa Saja?

Share the Post:

Related Posts