Pembelajaran yang sesuai dengan kondisi nyata merupakan hal yang penting karena dapat membantu peserta didik dalam memahami materi dengan lebih tepat. Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah bisa menjadi solusi efektif yang dapat guru lakukan.
Pembelajaran ini akan menggunakan data para peserta didik sebagai dasar penentuan arah pembelajaran sehingga kebijakan dan langkah pembelajaran dapat terlaksana secara efektif dan lebih baik.
Konsep data driven learning merupakan suatu konsep belajar yang menggunakan data pembelajar sebagai dasar penentuan kegiatan di sekolah sehingga dapat menemukan cara paling efektif dalam meningkatkan kemampuan akademik mereka.
Pembelajaran dengan data ini akan dapat mengubah proses pembelajaran menjadi lebih efektif serta mengubah kegiatan belajar yang tidak memberikan dampak signifikan pada hasil akademik peserta didik. Data yang terkumpul pada pembelajaran peserta didik akan menjadi tolok ukur dan juga sumber informasi yang penting dalam menentukan pembelajaran paling efektif untuk mencapai suatu tujuan.
Peserta didik tidak perlu menggunakan pendekatan pembelajaran yang kurang efektif jika tidak memberikan peningkatan yang maksimal. Para guru bisa mengarahkan pembelajaran pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan informasi yang ada sehingga mampu memaksimalkan pembelajaran peserta didik untuk mencapai nilai akademis tinggi.
Dengan begitu peserta didik bisa menjadi pembelajar yang dapat berkembang sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran. Para guru harus dapat memahami proses pembacaan data peserta didik dan juga memproses data tersebut sehingga bisa menghasilkan informasi berguna.
Berikut ini informasi mengenai pembelajaran berbasis data di sekolah yang dapat guru laksanakan. Informasi ini akan mampu membantu guru dalam meningkatkan pembelajaran secara lebih efektif dan maksimal menyesuaikan dengan data yang ada.
Semoga informasi ini dapat berguna bagi para guru yang ingin memulai menggunakan data untuk mempersiapkan pembelajaran yang sesuai bagi peserta didik.
Baca Juga: Bagaimana Cara Cek Data Dapodik Siswa? Simak Informasinya!
Konsep Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah
Saat ini peserta didik memiliki berbagai tantangan yang harus mereka hadapi sehingga dapat bersaing di masyarakat global. Mereka harus dapat mencapai berbagai tingkatan akademis sehingga mampu menjadi pembelajar yang memiliki value tinggi secara global.
Untuk dapat mencapai tingkatan akademis tinggi tersebut, peserta didik dan guru harus dapat berkolaborasi untuk menentukan proses pembelajaran yang lebih efektif bagi masing-masing individu. Terdapat berbagai cara yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu contohnya yaitu menggunakan pembelajaran berbasis data.
Pembelajaran berbasis data akan menggunakan informasi pembelajaran peserta didik sehingga mampu menentukan langkah-langkah efektif untuk mencapai tujuan.
Penggunaan data ini akan dapat membantu para guru dan peserta didik dalam memahami kekuatan dan kelemahan mereka sehingga dapat menyesuaikan langkah pembelajaran yang lebih personal serta efektif.
Pembelajaran berbasis data atau data driven learning ini akan memanfaatkan learning analytics dalam memproses kemajuan dan juga area yang perlu ditingkatkan. Informasi ini akan mampu menjadikan proses belajar jadi lebih efisien dan juga terarah sehingga mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Pembelajaran pun akan jadi Jupiter arah dan juga lebih cerdas.
Konsep pembelajaran ini berkembang dengan memanfaatkan informasi dan statistik kinerja para peserta didik sebagai panduan.
Konsep pembelajaran ini merupakan suatu cara belajar yang memanfaatkan learning analytics atau analisis data. Konsep pembelajaran ini akan menggunakan data dalam kegiatan belajar para peserta didik sehingga dapat dianalisis untuk mencapai ke langkah pembelajaran berikutnya.
Pendekatan pembelajaran ini akan menjadi suatu proses belajar yang lebih terukur, personal dan juga berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Peserta didik tidak perlu lagi menghabiskan waktu melaksanakan pembelajaran yang tidak cocok dengan personalisasi diri sehingga bisa mengarahkannya pada kegiatan yang lebih efektif.
Terdapat berbagai manfaat menggunakan konsep pembelajaran berbasis data ini dalam meningkatkan akademik. Beberapa contohnya yaitu:
Dapat mengidentifikasi kemampuan diri
Pembelajaran berbasis data ini bisa membantu peserta didik dalam mengidentifikasi kemampuan diri mereka di dalam suatu pembelajaran. Mereka akan dapat memahami tingkat pemahaman dan juga hambatan apa saja yang mereka hadapi sehingga mampu membentuk strategi belajar yang tepat.
Dapat memahami area yang perlu ditingkatkan
Pembelajaran berbasis data ini dapat membantu peserta didik dan guru dalam memahami area mana saja yang perlu mendapatkan peningkatan. Ini bisa membantu memahami kelemahan dan kekurangan diri sehingga bisa meningkatkan pemahaman secara lebih efektif.
Waktu belajar jadi lebih efektif
Pembelajaran berbasis data ini akan dapat membantu membuat waktu belajar jadi lebih efektif. Para guru bisa menggunakan kegiatan belajar yang lebih efektif daripada menyia-nyiakan waktu pada kegiatan belajar yang tidak memberikan peningkatan signifikan.
Visualisasi kemajuan belajar yang mampu meningkatkan motivasi
Manfaat selanjutnya yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Ini terjadi karena peserta didik memahami kemajuan belajar mereka menggunakan visualisasi data sehingga mereka dapat lebih semangat dalam meningkatkan kemampuan diri.
Jenis data belajar siswa
Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah akan menggunakan data belajar peserta didik yang diolah sedemikian rupa menggunakan tools analytics sederhana sehingga mampu memberikan kesimpulan-kesimpulan berguna untuk meningkatkan pembelajaran.
Terdapat berbagai informasi data belajar peserta didik yang berguna dalam proses pengolahan data tersebut. Berikut ini beberapa jenis data yang bisa menjadi referensi.
Data hasil ujian
Jenis data belajar peserta didik yang dapat berguna untuk menentukan pembelajaran berbasis data yaitu hasil ujian. Informasi hasil ujian para peserta didik pada suatu mata pelajaran dan di berbagai tingkatan akan mampu menjadi informasi berguna untuk menentukan pembelajaran yang tepat untuk di masa depan.
Menggunakan data hasil ujian sebagai sumber informasi akan memberikan suatu pemahaman tentang perkembangan peserta didik dalam suatu materi pembelajaran berdasarkan hasil ujian. Data hasil ujian tersebut juga bisa menunjukkan bagian-bagian mana saja yang perlu menjadi perhatian peserta didik dalam pendalaman materi.
Informasi ini bisa membantu guru dalam menentukan strategi belajar yang tepat untuk tiap individu. Ini karena tiap individu memiliki hambatan dan juga peningkatan yang berbeda sehingga memerlukan strategi yang khusus pula.
Data absensi
Informasi yang dapat menjadi sumber informasi pada pembelajaran berbasis data ini yaitu absensi peserta didik. Informasi kehadiran peserta didik bisa menjadi suatu data yang penting dalam memahami motivasi pembelajaran dan juga kehadiran peserta didik.
Analisis data akan dapat memahami berapa banyak absensi peserta didik yang bisa menjadi suatu pemahaman penting untuk guru. Para guru bisa menggunakan data ini untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga mereka lebih aktif serta hadir dalam pembelajaran.
Kehadiran dalam suatu pembelajaran akan menentukan efektivitas kegiatan belajar sehingga peserta didik bisa mencapai tujuan pendidikan yang ditentukan.
Waktu belajar
Informasi penting yang dapat menjadi tolok ukur dalam pemrosesan data belajar yaitu waktu belajar masing-masing peserta didik. Waktu belajar peserta didik dapat menjadi informasi penting untuk guru dalam memahami keaktifan belajar peserta didik di dalam maupun di luar sekolah.
Waktu belajar peserta didik juga bisa menjadi informasi tepat yang dapat membantu dalam membentuk strategi belajar untuk tiap individu. Para guru bisa menentukan strategi belajar menyesuaikan dengan waktu belajar peserta didik di luar maupun di sekolah.
Para guru bisa menyesuaikan kegiatan belajar sesuai dengan waktu belajar masing-masing individu. Ini akan dapat membantu meningkatkan efektivitas belajar sehingga sesuai dengan kondisi nyata.
Kemajuan belajar
Informasi yang penting dalam menentukan strategi belajar menggunakan data yaitu kemajuan belajar peserta didik. Kemajuan belajar peserta didik merupakan suatu informasi penting yang dapat memberikan pemahaman akan efektivitas kegiatan belajar yang telah guru lakukan.
Kemajuan belajar ini bisa memberikan gambaran apakah strategi belajar sudah cocok atau masih perlu perbaikan. Kemajuan belajar pada beberapa periode bisa menjadi informasi penting yang dapat menentukan langkah-langkah pembelajaran untuk masing-masing individu.
Penentuan langkah pembelajaran menggunakan kemajuan belajar ini merupakan suatu hal yang penting karena dapat menentukan hasil belajar di masa depan. Peserta didik bisa menentukan pembelajaran yang sesuai sehingga kemajuan belajar bisa lebih tinggi lagi.
Hasil tugas
Data belajar peserta didik yang juga penting dalam proses analisis data yaitu hasil tugas mereka. Hasil tugas pada kegiatan kelas sehari-hari bisa menjadi informasi penting dalam memahami pemahaman materi peserta didik.
Para guru bisa memahami tingkat kemampuan peserta didik dalam suatu materi dan juga hambatan apa saja yang mereka hadapi dalam suatu pembelajaran.
Hasil tugas juga bisa menunjukkan keaktifan beradik dalam kegiatan pembelajaran. Informasi ini bisa menjadi tolak ukur penting dalam membentuk strategi pembelajaran yang tepat bagi masing-masing individu.
Cara guru membaca data sederhana
Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah akan menggunakan tools analytics dan juga visualisasi data yang dapat memberikan gambaran mengenai hasil pengolahan data tersebut. Untuk dapat menggunakan informasi tersebut secara tepat melalui visualisasi data, para guru harus dapat membaca data secara tepat sehingga mampu mendapatkan kesimpulan informasi yang tepat.
Untuk dapat memahami suatu informasi pembelajaran peserta didik yang telah terkumpul para guru bisa membentuk visualisasi data untuk mengubah data mentah menjadi representasi visual yang lebih mudah dipahami.
Representasi data ini dapat terbentuk dalam suatu grafik ataupun diagram. Pembuatan visualisasi data ini akan mampu memudahkan dan melihat informasi dibandingkan hanya menggunakan data mentah saja.
Dengan menggunakan visualisasi data, informasi analisis yang telah terlaksana dapat lebih mudah tersampaikan sehingga bisa dipahami dengan mudah. Informasi yang mudah dipahami akan dapat membantu dalam penarikan kesimpulan dan juga penentuan langkah selanjutnya yang penting untuk pembelajaran.
Visualisasi data dapat membantu dalam meningkatkan pemahaman yang kompleks. Dengan data yang tersaji dalam bentuk visual, maka otak kita akan dapat bisa lebih cepat dalam menangkap pola ataupun tren yang ada dalam data.
Hal ini akan lebih mudah jika dibandingkan dengan menganalisis data menggunakan data mentah berupa angka ataupun teks.
Di dalam analisis data terdapat berbagai teknik visualisasi yang umum agar informasi dapat tersaji secara efektif dan informatif. Salah satu teknik yang sering digunakan yaitu diagram batang.
Diagram batang akan tepat untuk membandingkan suatu nilai di antara beberapa kategori ataupun kelompok.
Selanjutnya yaitu ada diagram lingkaran yang sering digunakan untuk menunjukkan proporsi atau persentase dari keseluruhan. Diagram ini sangat cocok untuk menampilkan bagian dari satu total keseluruhan. Data ini cocok untuk kategori visualisasi yang tidak terlalu banyak.
Selain itu ada juga peta panas yang dapat menampilkan data dalam bentuk matriks atau pun tabel berwarna berdasarkan intensitas nilai. Teknik visualisasi ini akan memudahkan dalam mengidentifikasi pola atau anomali dalam suatu informasi kompleks.
Visualisasi data yang selanjutnya yaitu scatter plot. Visualisasi data ini akan menampilkan hubungan atau korelasi dari dua variabel.
Baca Juga: Perencanaan Berbasis Data, Mengapa Penting dalam Pendidikan?
Contoh penerapan Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah
Bagaimana penerapan pembelajaran berbasis data di dalam sekolah? Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan yang bisa menjadi informasi berguna.
- Menentukan tindakan lanjutan berdasarkan data hasil ujian
- Menentukan kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan tes minat dan bakat
- Menentukan materi pembelajaran sesuai dengan gaya belajarĀ
Tools analitik yang ramah guru
Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah dapat terlaksana dengan menggunakan informasi yang sudah terkumpul sebelumnya. Untuk dapat mengolah informasi tersebut secara tepat, para guru bisa menggunakan beberapa tools analitik berguna yang mudah digunakan.
Berikut ini beberapa tools analitik yang dapat guru gunakan secara mudah.
Excel
Excel adalah salah satu tools data analitik yang sangat cocok untuk para guru karena dapat mudah digunakan oleh pemula. Program aplikasi ini akan memberikan berbagai bentuk visualisasi data dan juga analisis yang cocok untuk pemula.
Dalam program ini para guru juga bisa memanipulasi data menggunakan berbagai fungsi dan rumus sehingga bisa memproses data kompleks secara lebih mudah. Menganalisis data menggunakan Excel akan jauh lebih mudah karena penggunaannya yang sederhana.
Tableau
Tools data analitik yang selanjutnya yaitu Tableau. Program aplikasi ini akan mampu membuat grafik menggunakan visual yang menarik dan juga dashboard interaktif tanpa perlu adanya coding.
Program ini akan mampu menyajikan data yang lebih mudah dipahami oleh orang awam. Program ini juga dapat membantu dalam proses analisis data secara sederhana. Tools ini sangat cocok untuk para pemula yang ingin mempelajari data analitik.
Akkio
Program aplikasi ini akan membantu dalam memproses suatu data menggunakan kecerdasan buatan. Gunanya cukup mengunggah dataset ke tools ini lalu memilih variabel yang ingin diprediksi.
Tools ini tidak hanya memprediksi hasil saja tetapi juga menyajikan peringkat akurasi tentang beberapa akurat model tersebut. Ini akan sangat berguna untuk memahami data pembelajaran.
Risiko bias data
Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah memiliki beberapa resiko pelaksanaan yang dapat menjadi hambatan. Salah satunya yaitu risiko bias dan juga over analisis data.
Bias pada penggunaan data dapat terjadi ketika data set mengandung potensi adanya fokus pada grup satu daripada grup lainnya. Hal ini bisa menyebabkan suatu kesimpulan yang lebih condong pada suatu grup tertentu.
Hal ini bisa menyebabkan adanya ketidakadilan dan ketidaksesuaian pada pemrosesan data. Hal ini bisa menyebabkan ketidaksetaraan pada penarikan kesimpulan.
Over analisis sendiri lebih merujuk pada overfitting. Overfitting merupakan suatu keadaan ketika suatu analisis data tidak dapat menggeneralisasikan data baru dengan baik karena model tersebut menghafal contoh data pelatihan saja.
Resiko ini bisa menjadi hambatan dalam pemrosesan data belajar sehingga bisa menyebabkan penarikan kesimpulan yang tidak tepat.
Penutup
Pembelajaran berbasis data (Data-Driven Learning) di sekolah merupakan suatu kunci pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisinya nyata sehingga mampu membentuk pembelajaran yang efektif. Informasi ini akan mampu membantu guru mempersiapkan pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik.





