Penilaian Otentik Berbantuan AI, Agar Pembelajaran Lebih Objektif

Penilaian otentik berbantuan AI merupakan suatu integrasi teknologi pada proses penilaian pembelajaran di kelas. Integrasi teknologi ini akan memberikan banyak manfaat untuk para guru sehingga mampu memasukkan kualitas pendidikan di dalam sekolah. 

Integrasi ini menjadi suatu tanda adaptasi proses pendidikan dengan kemajuan teknologi yang ada di dunia saat ini. Ini merupakan tanda bahwa pendidikan sudah semakin maju dan juga bergerak mengikuti perkembangan zaman. 

Penilaian autentik sendiri merupakan suatu pengukuran secara signifikan atas hasil belajar peserta didik dalam ranah otentik seperti sikap, keterampilan dan juga pengetahuan. 

Autentik sendiri merupakan sinonim dari kata nyata atau asli. Maka secara konseptual penilaian ini lebih bermakna secara signifikan lebih dari tes menggunakan tes yang umumnya terlaksana secara tradisional. 

Di dalam penerapan penilaian ini para guru harus dapat menggunakan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan berupa aktivitas mengamati, mencoba dan juga nilai prestasi di luar sekolah. 

Penilaian ini cenderung terpusat pada tugas-tugas yang kompleks dan juga kontekstual sehingga peserta didik bisa menunjukkan kompetensi mereka dalam setting yang lebih otentik atau nyata. 

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan pada penilaian ini akan mampu memberikan banyak manfaat. Penggunaan kecerdasan buatan pada penilaian autentik agar membantu dalam merancang hingga mengevaluasi pembelajaran di kelas. 

Para guru bisa memberikan umpan balik secara otomatis sesuai dengan hasil kinerja peserta didik menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Dengan menggunakan teknologi ini pada guru juga bisa merancang tugas atau pembelajaran yang personal sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing. 

Penilaian menggunakan kesehatan buatan ini akan membantu efisiensi dan juga objektivitas dalam pelaksanaan penilaian sehingga menghindari adanya kecurangan. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai penilaian autentik dan juga manfaat kecerdasan buatan dalam pelaksanaannya. 

Apa itu penilaian otentik

Penilaian autentik adalah suatu penilaian yang terlaksana agar proses pembelajaran jadi lebih meningkat kualitasnya. Penilaian autentik sendiri merupakan suatu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik di dalam bidang sikap, keterampilan hingga pengetahuan mereka. 

Secara konsep penilaian ini memiliki makna yang lebih dalam daripada tes terstandar lainnya. Di dalam penerapannya penilaian ini berusaha mengetahui prestasi belajar peserta didik menggunakan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, nilai prestasi di luar sekolah dan juga aktivitas mengamati atau mencoba. 

Penilaian ini memiliki kaitan kuat dengan pendekatan ilmiah dan pembelajaran karena mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik di dalam bentuk mengobservasi hingga kegiatan lain. 

Jenis penilaian ini cenderung lebih terpusat pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual yang dapat membantu peserta didik dalam menunjukkan kompetensi mereka dalam bidang yang lebih otentik. Penilaian untuk sekolah dasar sendiri umumnya lebih relevan dengan pendekatan tematis terpadu dalam pembelajaran yang sesuai.

Penilaian autentik akan mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang terjadi di kehidupan nyata bagi sekolah maupun di luar sekolah. Penilaian ini terbagi menjadi dua, yang pertama yaitu pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan pada pekerjaan. 

Yang kedua yaitu penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan secara luas dan juga kerjasama kompleks. Selanjutnya yaitu analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik di dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan. 

Para guru harus dapat menentukan cara-cara terbaik sehingga setiap peserta didik dapat mencapai hasil akhir walaupun menggunakan waktu pelaksanaan yang berbeda. Peran aktif dan kreatif peserta didik akan dapat membantu pencapaian pada penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan. 

Di dalam pembelajaran otentik, peserta didik akan harus mengumpulkan informasi dengan pendekatan secara ilmiah untuk memahami fenomena satu sama lain secara mendalam. Mereka harus dapat mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata secara tepat. 

Penilaian ini akan membantu mendorong peserta didik dalam mengorganisasikan serta menganalisis suatu informasi sehingga mampu membuatnya menjadi pengetahuan baru. 

Terdapat beberapa jenis penilaian autentik yaitu: 

Penilaian kinerja 

Penilaian secara otentik harus dapat melibatkan partisipasi para peserta didik dalam proses dan aspek-aspek di dalamnya. Para guru dapat melakukannya dengan meminta peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek atau tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaian. 

Penilaian proyek 

Penilaian proyek ini adalah kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus peserta didik selesaikan dalam waktu tertentu. Penyelesaian tugas akan berupa kegiatan investigasi mulai dari perencanaan, pengolahan data, pengorganisasian hingga penyajian data. 

Dalam hal ini terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan yaitu keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari, mengolah hingga menulis laporan. Yang selanjutnya yaitu kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang peserta didik butuhkan. Yang terakhir yaitu ke Asean suatu proyek yang peserta didik buat. 

Penilaian portofolio 

Penilaian portofolio adalah suatu penilaian terhadap suatu kumpulan hasil karya yang menunjukkan kemajuan dan menjadi contoh hasil kerja dari seseorang. Penilaian portofolio ini bisa terlaksana secara perorangan atau berkelompok dengan menggunakan evaluasi yang relevan. 

Penilaian tertulis 

Penilaian tertulis berbentuk uraian atau essay yang menuntut para peserta didik dalam mengingat, menganalisis hingga mengevaluasi materi yang sudah mereka pelajari. Penilaian tertulis ini akan berbentuk sedemikian rupa sehingga mampu menggambarkan sikap, pengakuan dan keterampilan peserta didik secara maksimal.

Baca Juga: Standar Penilaian Pendidikan

Kelebihan AI dalam penilaian

Penggunaan kecerdasan buatan di dalam proses penilaian merupakan suatu hal yang tentu saja masih baru di proses pendidikan Indonesia. Walaupun begitu, para guru harus dapat bersikap terbuka sehingga mampu beradaptasi dan juga mampu mengintegrasikan teknologi terkini tersebut di dalam pembelajaran. 

Integrasi kecerdasan buatan dalam penilaian pembelajaran nantinya akan memberikan banyak manfaat yang dapat guru raih. Berikut ini adalah beberapa kelebihan penggunaan kecerdasan buatan dalam proses penilaian di sekolah. 

Personalisasi pembelajaran 

Penerapan kecerdasan buatan dalam proses penilaian akan mampu membantu meningkatkan penilaian agar lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Peserta didik memiliki keistimewaan mereka sendiri dan juga minat bakat yang berbeda. 

Dengan menggunakan kecerdasan buatan dalam proses penilaian para guru bisa membentuk pembelajaran yang sesuai bagi masing-masing karakter sehingga bisa membentuk pengalaman belajar yang relevan, efektif dan efisien. 

Para guru dapat memaksimalkan potensi peserta didik dengan menggunakan analisis konkret menggunakan kecerdasan buatan sehingga pelaksanaannya jadi lebih tepat. Ini bisa membantu dalam memberikan pembelajaran yang lebih personal dan sesuai bagi masing-masing. 

Memberikan umpan balik yang tepat 

Proses penilaian menggunakan kecerdasan buatan juga membantu para guru dalam pemberian feedback yang tepat dan akurat mengenai hasil pengerjaan peserta didik. Umpan balik ini akan membantu para peserta didik dalam memahami lebih baik materi yang belum mereka kuasai. 

Umpan balik ini akan sesuai dengan kebutuhan dan juga hambatan yang telah peserta didik lalui. Para peserta didik juga bisa mendapatkan sumber informasi yang lebih baik dalam proses perbaikan diri sehingga mampu meningkatkan pembelajaran secara lebih efektif. 

Mengotomatisasi proses penilaian 

Manfaat yang selanjutnya yaitu dapat membantu guru dalam mengotomatisasi proses penilaian yang berulang. Beberapa proses penilaian akan membutuhkan tugas administrasi yang membutuhkan waktu dan tenaga di dalam pelaksanaannya. 

Proses penilaian ini akan dapat terotomatisasi dengan baik menggunakan kecerdasan buatan. Para guru nantinya bisa lebih fokus pada pembentukan strategi belajar yang lebih baik sehingga mampu membentuk peserta didik yang berkualitas. 

Pembuatan rubrik otomatis

Dalam proses penilaian secara autentik, para guru umumnya bisa menggunakan beberapa sistem penilaian contohnya yaitu dengan menggunakan rubrik. Dengan menggunakan bantuan kecerdasan buatan, para guru bisa membangun rubrik tersebut secara otomatis sehingga membantu penilaian secara otentik. 

Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai pembuatan rubrik otomatis menggunakan kecerdasan buatan tersebut. 

Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan serbaguna yang dapat menyederhanakan pembuatan proses rubrik yang terstruktur dengan baik dan sesuai dengan tugas-tugas kelas. Dengan media bertenaga kecerahan buatan ini para guru dapat membuat rubrik dalam format tabel yang praktis serta memastikan bahwa kriteria penilaian terdefinisikan secara eksplisit dan mudah diakses. 

Umumnya pembuat rubrik ini menggunakan beberapa fitur utama yaitu format table yang dapat memudahkan pengaturan dan penyajian kriteria penilaian serta tingkat kinerja di dalam bentuk yang jelas dan menarik. 

Struktur table yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan juga pemahaman di dalam rubrik. 

Dengan perintah yang jelas para guru akan dapat membentuk rubrik penilaian yang sesuai harapan secara cepat dan mudah. Ini akan dapat membantu proses pembelajaran secara cepat sehingga bisa melaksanakan penilaian dengan baik dan menyeluruh. 

Para guru bisa menyiapkan prompt engineering yang tepat dan sesuai sehingga mampu membentuk rubrik penilaian yang tepat untuk pembelajaran. Pastikan perintah tersebut sudah jelas dan juga detail sehingga mampu mengarahkan kecerdasan buatan dalam memberikan hasil akhir memuaskan. 

Analisis miskonsepsi dengan AI

Dalam penggunaan kecerdasan buatan, terdapat beberapa miskonsepsi yang saat ini banyak menjerumuskan orang-orang sehingga takut dalam menggunakan kecerdasan buatan di dalam kehidupan sehari-hari. Miskonsepsi ini tentu saja sangat umum bentuknya dan mungkin sudah para buruh dengar sebelumnya. 

Miskonsepsi yang tidak jelas bisa mempengaruhi perkembangan pembelajaran serta integrasi teknologi dalam kegiatan di kelas. Hal ini bisa mempengaruhi peningkatan pembelajaran peserta didik sehingga tidak mampu mempelajari materi menggunakan perkembangan teknologi dan juga informasi yang relevan. 

Untuk itu penting agar kesalahpahaman ini dapat terjelaskan dengan baik sehingga bisa membebaskan pemikiran kontra pada penggunaan teknologi terkini kecerdasan buatan. 

Miskonsepsi yang umum yaitu bahwa kecerdasan buatan dapat berpikir selayaknya manusia. Pemahaman ini adalah suatu hal yang salah karena saat ini kecerdasan buatan merupakan suatu program yang menjalankan algoritma sehingga mampu mengenali pola, memproses data dan membuat prediksi berdasarkan model matematika yang ada. 

Kecerdasan buatan memang bisa memberikan informasi sesuai dengan yang kita inginkan namun tidak memiliki pemahaman intuitif serta kesadaran seperti manusia. Kecerdasan buatan ini memang bisa menghasilkan berbagai karya mulai dari tulisan hingga seni. 

Namun kesulitan buatan hanya dapat mengolah serta mengombinasikan pola-pola yang telah ada yang tentu saja berbeda dengan proses kreativitas manusia yang menggunakan pengalaman serta emosi pribadi. 

Selanjutnya yaitu bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan semua pekerjaan manusia. Hal ini banyak memberikan kekhawatiran pada berbagai pihak karena resiko adanya pengangguran masal. 

Pada kenyataannya kecerdasan buatan memang bisa menggantikan beberapa pekerjaan yang repetitif serta berbasis data. Namun kecerdasan buatan ini juga bisa memiliki peluang memberikan pekerjaan baru di dalam pengembangan serta pemeliharaan sistem. 

Teknologi ini akan dapat membantu dalam peningkatan produktivitas dan bukannya menggantikan peran manusia secara total. 

Studi kasus tugas otentik

Berikut ini adalah studi kasus tugas otentik berjudul “Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Asesmen Otentik pada materi 

Surat Al Alaq di SDIT Permata Mulia

Nurul Faizatus Sholikhah” yang ditulis oleh Romlah dan Nurul Faizatus dari Universitas Muhammadiyah Malang. 

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan asesmen otentik yang terintegrasi dalam model pembelajaran kooperatif di mata pelajaran pendidikan agama Islam pada sekolah dasar serta berfokus pada materi surah Al-Alaq. 

Asesmen autentik berguna untuk menilai aspek kognitif, afektif dan juga psikomotor peserta didik secara lebih komprehensif di dalam dunia nyata. Penilaian ini tersusun untuk meningkatkan pemahaman secara Didik terhadap surat tersebut berupa kandungan, nilai-nilai keimanan dan juga ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian ini yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asas autentik dalam pembelajaran kooperatif Ini meningkatkan partisipasi peserta didik, keterampilan kerjasama dan juga pemahaman nilai dalam Islam. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi para guru sehingga mampu mengimplementasikan asesmen autentik sebagai bagian dari pembelajaran kooperatif. Khususnya pada materi-materi surat di dalam kitab suci Al-Quran.

Tips menjaga objektivitas

Dalam penilaian otentik berbantuan AI para guru tidak boleh kehilangan objektivitas dalam proses penilaian. Proses penilaian yang subjektif akan menghasilkan hasil yang tidak maksimal serta dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik. 

Berikut ini adalah beberapa tips dalam menjaga aktivitas dalam pelaksanaan penilaian secara otentik. 

Tetapkan kriteria yang jelas

Untuk melaksanakan penilaian dengan objektif para guru harus dapat memahami beberapa hal yang penting salah satunya penetapan kriteria yang jelas. Penetapan kriteria yang jelas sejak awal akan membantu dalam mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam penilaian. 

Para guru juga akan dapat mengkomunikasikannya kepada peserta didik dan juga pihak lain sehingga penilaian dapat sesuai dengan ekspektasi serta tepat sasaran. Hal ini juga bisa membantu dalam menentukan penilaian yang sesuai standar. 

Para peserta didik nantinya juga bisa mempersiapkan diri sehingga mampu memenuhi kriteria tersebut dengan baik sehingga mendapatkan hasil penilaian maksimal. 

Gunakan rubrik penilaian 

Untuk menjaga perdamaian agar tetap objektif paragraf juga bisa menggunakan rubrik penilaian. Publik penilaian merupakan suatu matriks yang berisi kriteria atau standar pada proses penilaian sesuai tingkatannya.

Penggunaan rubrik ini akan menjadi suatu bahan perbantuan sehingga proses penilaian jadi lebih konsisten karena sesuai acuan yang tentu saja sama. Para guru jadi memiliki pedoman yang tepat dan sesuai kriteria sehingga mampu memberikan penilaian yang objektif. 

Para guru harus dapat memastikan bahwa rubrik penilaian sudah efektif serta memuat deskripsi yang jelas serta konkret. 

Selalu bersikap obyektif 

Langkah selanjutnya yaitu agar para guru senantiasa bersikap objektif di depan peserta didik. Proses penilaian seharusnya terlaksana secara objektif sehingga tidak terdapat unsur-unsur pribadi di dalam kegiatan penilaian. 

Tetapkan di dalam hati bahwa proses penilaian ini merupakan suatu hal yang terlaksana secara objektif sehingga tidak boleh terdapat campur tangan perasaan pribadi dari penilai. Berikan pelatihan juga pada penilaian lain ketika terdapat kondisi proses penilaian yang melibatkan lebih dari satu orang. 

Baca Juga: Pentingnya Jenis Penilaian Pembelajaran dalam Belajar Mengajar

Penutup 

Itulah dia informasi mengenai penilaian otentik berbantuan AI yang dapat menjadi referensi untuk para guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis teknologi di zaman modern ini. Dengan menggunakan teknologi dengan tepat pada guru akan dapat melaksanakan pembelajaran secara lebih efektif dan efisien sehingga mampu memaksimalkan potensi peserta didik secara optimal.

Artikel ini ditulis oleh:

Share the Post: