Sekolah berbasis STEAM dan AI merupakan institusi pendidikan yang menerapkan pembelajaran sains teknologi teknik seni dan juga matematika sebagai fondasi perkembangan inovasi pada era digital. Pembelajaran ini akan mengintegrasikan artificial intelligence ke dalam pendidikan sehingga dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan pembelajaran.
Pembelajaran STEAM merupakan suatu sistem belajar yang mendorong kreativitas, inovasi dan penyelesaian masalah yang kompleks sehingga dapat mempersiapkan generasi muda dalam beradaptasi pada perubahan teknologi hingga sosial. Pendekatan ini akan dapat menyebabkan keterampilan dan periode ke 21 yang sangat penting dalam perdagangan di masyarakat global yang semakin didorong adanya kemajuan teknologi.
Pembelajaran ide akan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan yang dapat dalam dunia digital adalah teknologi. Pembelajaran STEAM yang berbasis kecerdasan buatan akan mampu membantu pelaksanaan kegiatan belajar secara lebih efektif sehingga mampu mencapai tujuan dengan efisien.
Dengan begitu peserta didik akan dapat meningkatkan kemampuan pembelajaran menggunakan metode yang lebih personal dan juga adaptif. Peserta didik akan terlatih berpikir secara inovatif dan juga kreatif sehingga dapat menjadi individu yang memiliki keterampilan mumpuni.
Mereka akan mampu menghadapi tantangan masa depan menggunakan teknologi terkini sehingga dapat memberikan manfaat di masyarakat. Untuk mencapai hal ini, integrasi antara pembelajaran dengan kecerdasan buatan harus terlaksana dengan baik. Para guru harus dapat mengadaptasikan pembelajaran secara tepat menggunakan teknologi-teknologi sehingga mampu mendukung kegiatan belajar.
Berikut ini adalah informasi mengenai sekolah berbasis STEAM dan AI yang bisa menjadi inspirasi bagi para guru. Semoga informasi ini bisa membantu dalam membangun implementasi unggul antara pembelajaran dan kecerdasan buatan.
Baca Juga: LMS Modern 2025 untuk Manajemen Kelas, Wajib untuk Kelas Modern
Integrasi STEAM & kecerdasan buatan
Sekolah berbasis STEAM dan AI menggunakan integrasi yang tepat sehingga dapat memberikan bentuk pembelajaran terbaik untuk peserta didik. Ada beberapa bentuk integrasi kecerdasan buatan pada jenis pendidikan ini yang dapat guru ketahui. Berikut ini adalah informasi selengkapnya:
Pembelajaran adaptif
Menggunakan kecerdasan buatan pada kegiatan belajar akan mampu membangun pembelajaran yang adaptif atau personal untuk peserta didik. Kecerdasan buatan akan mampu menyelesaikan materi, kecepatan dan juga jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Dengan pembelajaran ini, peserta didik dapat menerima materi pelajaran dan juga kegiatan kelas yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Ini akan lebih baik dalam meningkatkan pemahaman pembelajaran di kelas.
Tutor virtual
Integrasi kecerdasan buatan pada pembelajaran dapat terlaksana menggunakan adanya sistem tutor virtual. Tutor virtual ini dapat memberikan umpan balik secara langsung dan juga menjawab pertanyaan terkait dengan pembelajaran.
Teknologi ini dapat membantu memonitor kegiatan belajar dan juga perkembangan pendidikan peserta didik. Jadi dapat membantu pembelajaran secara mandiri yang terlaksana secara fleksibel.
Penilaian otomatis
Penilaian otomatis pada pembelajaran akan mampu membantu memberikan umpan balik secara instan sehingga dapat memberikan gambaran tingkat pemahaman secara tepat. Pembelajaran menggunakan kecerdasan buatan dapat membantu mengevaluasi tugas serta kuis serta memahami pola kesalahan peserta didik.
Peserta didik bisa memahami tingkat pemahaman dan juga hambatan yang mungkin mereka hadapi pada metode pembelajaran. Ini akan dapat memudahkan peningkatan kemampuan secara lebih efektif.
Simulasi virtual
Pembelajaran juga dapat menggunakan simulasi kecerdasan buatan sehingga bisa memberikan praktek mendalam melalui lingkungan virtual. Pembelajaran menggunakan simulasi virtual ini yang akan dapat terlaksana secara aman dan juga interaktif sehingga mampu meningkatkan kemampuan secara tepat.
Asisten AI
Para guru juga bisa menggunakan kecerdasan buatan sebagai asisten untuk membantu merancang pembelajaran serta proses pelaksanaan kegiatan di kelas. Asisten kecerdasan buatan ini juga bisa guru gunakan untuk melakukan evaluasi terkait pembelajaran.
Para guru bisa menggunakan aplikasi yang tersedia secara gratis sehingga bisa menjadi perbantuan yang tepat dalam membuat kegiatan belajar maksimal untuk peserta didik.
Proyek lintas mata pelajaran
Sekolah berbasis STEAM dan AI akan menggunakan teknologi terkini untuk dapat memberikan pemahaman secara tepat mengenai materi pelajaran. Di dalam kegiatannya, para guru bisa melakukan kegiatan proyek lintas mata pelajaran untuk memberikan pemahaman secara komprehensif dan menyeluruh mengenai suatu materi.
Dengan begitu peserta didik bisa memahami suatu materi secara luas dan juga mengenali konteks secara nyata dengan mata pelajaran lain. Berikut ini beberapa proyek tingkat mata pelajaran pada pembelajaran tersebut.
Matematika dan seni
Apakah bisa mengajak peserta didik membentuk suatu kelompok untuk mendesain seni geometris. Peserta didik akan dapat memadukan konsep materi matematika seperti simetri dan juga bentuk menggunakan seni artistik.
Pembelajaran ini akan mampu mendukung adanya kolaborasi dan juga pemikiran analisis dengan ekspresi seni peserta didik. Mereka akan mampu memahami masing-masing materi secara lebih spesifik.
Sastra dan Sains
Pembelajaran dan selanjutnya yaitu gabungan antara sastra dan juga sains. Para guru bisa mengajak peserta didik dalam memahami suatu fenomena alam dengan menggunakan penulisan kreatif.
Peserta didik dapat berkolaborasi dalam membuat cerita berdasarkan konsep-konsep ilmiah. Hal ini akan memungkinkan mereka dalam menstruasi prinsip-prinsip alam dalam bentuk narasi maupun dialog. Mereka akan mampu meningkatkan kemampuan literasi dan juga memahami konsep ilmiah secara tepat.
Teknologi dan sejarah
Selanjutnya para peserta didik bisa menghidupkan suatu lingkungan bersejarah menggunakan teknologi realitas spiritual sehingga bisa memamerkannya secara tepat. Para peserta didik dapat berkolaborasi melibatkan riset sejarah dan juga kemampuan teknologi sehingga dapat menghidupkan suatu momen di masa lalu.
Peserta didik dapat berkontribusi secara bermakna sehingga mampu membuat realitas virtual yang memiliki akurasi historis tepat yang dapat memberikan pemahaman bagi penggunanya.
Contoh praktik Sekolah berbasis STEAM dan AI di sekolah Indonesia
Integrasi pendidikan menggunakan pendekatan STEAM dan kecerdasan buatan merupakan sesuatu kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik. Para guru akan dapat secara efektif meningkatkan kemampuan siswa menggunakan teknologi terkini sehingga bisa mencapai tujuan secara efektif.
Pada SMP negeri 1 Lamongan, integrasi pembelajaran ini sudah diterapkan sehingga peserta didik bisa belajar dengan lebih baik. Pada Sekolah Menengah pertama ini, terdapat integrasi pembelajaran coding, kecerdasan buatan, sekolah digital, pembelajaran robotik dan juga pembelajaran STEAM.
Program ini diluncurkan oleh bupati Lamongan saat itu bernama Pak Yuhronur Efendi bersama dengan Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bernama Pak Biyanto.
Bupati Lamongan ini menyampaikan bahwa karakter seorang peserta didik merupakan suatu hal yang penting di tengah kemajuan teknologi ini, seperti dikutip pada Jatim Newsroom.
Pendidikan juga harus dapat lebih adaptif dengan adanya transformasi digital. Karakter peserta didik merupakan suatu investasi secara pendidikan sehingga harus ada kolaborasi antara orang tua hingga lingkungan sekolah.
Menurut Biyanto yang merupakan Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kecerdasan buatan harus dapat menjadi media untuk memperluas jangkauan dan juga pengetahuan.
Kecerdasan buatan merupakan suatu tantangan bagi dunia pendidikan, namun teknologi tersebut harus dapat digunakan menjadi media untuk perkembangan.
Tools pendukung pembelajaran STEAM AI
Untuk mendukung pembelajaran ini, terdapat berbagai alat yang bisa membantu pelaksanaan kegiatan di kelas. Alat pembelajaran berbasis kecerdasan buatan ini akan mampu mengembangkan kemampuan peserta didik berhubungan dengan STEAM sehingga mereka mampu menjadi pemikir kritis yang inovatif.
Berikut ini adalah beberapa tools pendukung yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut:
ChatGPT
Para guru bisa menggunakan asisten kecerdasan buatan sehingga mampu memberikan bantuan pada pelaksanaan pembelajaran. Para guru bisa menggunakannya sebagai bahan referensi untuk perancangan pembelajaran.
Peserta didik sendiri bisa menggunakan asisten kecerdasan buatan ini untuk memahami materi dengan lebih baik lagi serta memberikan saran-saran berkaitan dengan pembelajaran. Namun para guru dan peserta didik harus tahu bahwa asisten kecerdasan buatan ini bisa saja membuat kesalahan sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut.
Virtual reality
Teknologi kecerdasan buatan yang bisa membantu pembelajaran yaitu virtual reality. Virtual reality akan memberikan gambaran simulasi suatu lingkungan ataupun suatu tempat yang bisa memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai beberapa materi pembelajaran.
Penggunaan teknologi ini sangat tepat untuk berbagai motor pembelajaran yang membutuhkan pemahaman kompleks dan juga abstrak. Peserta didik bisa menggunakan virtual reality untuk membangun suatu simulasi sehingga mereka bisa mempraktekkan ilmu secara menyeluruh secara aman.
Program Coding berbasis AI
Untuk mengembangkan kemampuan STEAM, para guru dan peserta didik bisa menggunakan kecerdasan buatan dalam pembelajaran suatu materi. Contohnya yaitu menggunakan program coding yang berbasis kecerdasan buatan.
Program pembelajaran ini bisa membantu dalam meningkatkan kemampuan berpikir secara maksimal dan efektif. Pemahaman menyeluruh akan dapat peserta didik dapatkan ketika menggunakan program pembelajaran ini.
Manfaat STEAM dan AI untuk perkembangan keterampilan abad 21
Terdapat berbagai manfaat penggunaan kejelasan buatan dalam pembelajaran STEAM. Manfaat-manfaat ini akan memiliki pengaruh secara langsung pada perkembangan kemampuan peserta didik pada materi pelajaran secara efektif.
Selain itu terdapat berbagai manfaat lain berhubungan dengan keterampilan abad 21 yang saat ini banyak dibutuhkan di berbagai tempat. Keterampilan abad 21 merupakan suatu kemampuan yang menjadi kebutuhan untuk masyarakat di abad ke-21 ini.
Dengan kemampuan ini, seseorang akan dapat bersaing dan juga berkembang bersama dengan masyarakat secara global. Ada beberapa keterampilan abad 21 yang harus diketahui yaitu:
Komunikasi
Salah satu keterampilan yang penting dalam abad ke-21 yaitu kemampuan komunikasi. Kemampuan ini merupakan suatu hal yang penting dalam lingkup sekolah hingga masyarakat secara luas.
Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk dapat mencapai pemahaman yang tepat oleh semua pihak. Kemampuan ini dapat dikembangkan secara tepat menggunakan berbagai aktivitas di kelas. Contoh aktivitas tersebut yaitu diskusi kelompok, wawancara, debat maupun kegiatan kolaboratif lainnya.
Kegiatan ini ketika terlaksana secara tepat akan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik sehingga bisa membantu dan kehidupan mereka sehari-hari. Kemampuan komunikasi merupakan suatu keterampilan penting yang dapat bermanfaat di berbagai aktivitas.
Pembelajaran menggunakan metode STEAM akan mampu membantu meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik secara efektif.
Kolaborasi
Kemampuan yang penting dalam abad ke-21 yang selanjutnya yaitu kemampuan kolaborasi. Kemampuan kolaborasi juga bisa menjadi suatu wadah bagi peserta didik sehingga bisa mengasah kemampuan mereka dalam berkomunikasi khususnya dalam bentuk kelompok.
Para guru bisa melaksanakan kegiatan kolaborasi pada model belajar STEAM sehingga bisa meningkatkan kemampuan tersebut pada peserta didik.
Melalui kegiatan kolaborasi, peserta didik dapat belajar bagaimana cara berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik untuk mencapai suatu tujuan. Kerjasama dengan orang lain artinya harus dapat berbagi perspektif untuk mencapai suatu tujuan.
Kolaborasi harus dapat terlaksana walaupun berada dalam latar belakang yang berbeda maupun kemampuan yang berbeda. Kemampuan kolaborasi akan dapat membantu peserta didik menjadi sosok yang sukses dalam bekerja sama bersama individu-individu lain.
Berpikir kritis
Salah satu kemampuan abad 21 yang penting yaitu kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis dapat mendorong penyelesaian permasalahan secara efektif menggunakan solusi yang tepat.
Para guru bisa mendorong peserta didik dapat berpikir kritis dengan memberikan suatu permasalahan yang memicu pertanyaan. Pelaksanaannya pada pembelajaran STEAM akan mampu memicu pemikiran kritis peserta didik secara efektif.
Ini akan mampu memancing mereka agar dapat memberikan pendapat yang kritis sesuai dengan nalar dan fakta.
Kemampuan berpikir kritis dapat diterapkan sehari-hari dalam pembelajaran yang mendalam. Kemampuan ini akan mampu membantu peserta didik dalam mencari solusi suatu permasalahan menggunakan pendekatan yang logis.
Ketika sudah masuk dalam dunia kerja, kemampuan ini menjadi suatu aset yang penting dalam pelaksanaan kegiatan. Maka dari itu pengembangan kemampuan ini harus dapat terlaksana dengan baik.
Kreativitas
Pembelajaran STEAM juga akan dapat meningkatkan kemampuan kreativitas peserta didik. Kemampuan kreativitas merupakan salah satu kemampuan pada abad 21 yang penting untuk dapat bersaing di masyarakat global.
Peserta didik yang memiliki kemampuan kreativitas tinggi akan dapat menciptakan suatu inovasi yang tepat menggunakan hasil pemikiran mereka sendiri. Kemampuan kreativitas ini akan mampu menjadi senjata tepat sebagai seorang individu di masa depan.
Kemampuan kreativitas akan dapat membantu dalam penyelesaian masalah menggunakan solusi-solusi inovatif yang belum pernah ada sebelumnya.
Baca Juga: Pembelajaran Berpusat, Bagaimana Langkah Pelaksanaannya?
Tantangan implementasi Sekolah berbasis STEAM dan AI
Melaksanakan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan menggunakan metode STEAM merupakan suatu langkah tepat untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Langkah ini merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan juga peningkatan pengembangan diri peserta didik.
Walaupun begitu terdapat berbagai tantangan yang dapat dihadapi ketika ingin mengimplementasikan proses pembelajaran ini di kelas. Berikut ini adalah beberapa tantangan yang mungkin guru dan sekolah hadapi ketika ingin mengimplementasikan proses pembelajaran ini.
Biaya
Tantangan dari implementasi pembelajaran ini yaitu adanya keterbatasan biaya. Pembelajaran menggunakan teknologi tersebut membutuhkan biaya yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi suatu hambatan yang nyata.
Sarana prasarana
Selain biaya, hambatan yang bisa terjadi yaitu kurangnya sarana dan prasarana. Sarana teknologi seperti perangkat dan juga koneksi internet merupakan suatu tantangan yang nyata pada lingkungan pembelajaran sekolah.
Kesiapan guru
Tantangan yang mungkin terjadi selanjutnya yaitu adanya kesiapan guru. Tidak semua guru dapat menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan baik sehingga menguntungkan pelatihan sehingga mereka dapat terbiasa menggunakan teknologi tersebut.
Literasi AI
Tantangan selanjutnya yaitu literasi kecerdasan buatan. Tidak semua orang dapat menggunakan kecerdasan buatan secara bijak. Maka dari itu hal ini bisa menjadi suatu tantangan yang sangat besar di zaman ini.
Penutup
Itulah dia informasi mengenai sekolah berbasis STEAM dan AI yang bisa menjadi referensi untuk para guru dan peserta didik. Dengan mengembangkan kemampuan diri di bidang STEAM menggunakan teknologi terkini kecerdasan buatan, peserta didik akan dapat melangkah dengan lebih jauh sehingga dapat sukses mencapai tujuan mereka.





