Teknik Prompt Kurikulum Merdeka, Mengapa Penting untuk Guru? Bagaimana Strukturnya?

Sekolah yang ingin melaksanakan kegiatan belajar menggunakan kurikulum merdeka harus dapat merencanakan serta mempersiapkan alat ajar yang sesuai. Teknik prompt kurikulum merdeka merupakan suatu solusi perencanaan pembelajaran menggunakan teknologi terkini kecerdasan buatan. 

Implementasi kecerdasan buatan di dalam pembelajaran saat ini tidak hanya ada dalam penggunaan aplikasi perangkat digital edukasi saja. Kecerdasan buatan saat ini sudah meluas penggunaannya hingga pada proses perencanaan, pelaksanaan dan juga evaluasi. 

Penggunaannya yang mudah dan cepat membuatnya populer dan saat ini sudah marak digunakan di mana-mana. Selain untuk peserta didik, para guru juga bisa menggunakannya dalam merencanakan serta merancang alat ajar pada pembelajaran. 

Proses perencanaan dan perancangan pembelajaran merupakan suatu proses yang harus guru lalui sehingga mampu melaksanakan kegiatan kelas secara tepat. Dokumen dokumen yang harus guru buat pada proses ini tidaklah sedikit. 

Para guru harus dapat mempersiapkan dokumen untuk berbagai mata pelajaran dan juga kelas yang mereka ampu. Hal ini bisa menjadi suatu hal yang memakan banyak waktu. 

Untuk itu para guru bisa menggunakan artificial intelligence seperti AI generatif yang mampu membuat dokumen dan juga materi ajar menggunakan prompt engineering. Dengan begitu, alat ajar akan dapat tercipta dengan cepat sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja guru. 

Berikut ini adalah informasi mengenai prompt dalam pembelajaran kurikulum merdeka yang bisa guru ikuti untuk membangun serta merancang pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. Semoga informasi ini bisa membantu guru dalam penggunaan kecerdasan buatan pada perencanaan pembelajaran yang tepat. 

Mengapa prompt penting untuk guru KM

Teknik prompt kurikulum merdeka merupakan suatu hal yang penting karena dapat membantu guru dalam berbagai hal yaitu: 

  • Meningkatkan efektivitas pembelajaran 
  • Mempersingkat waktu perencanaan pembelajaran 
  • Mendapatkan ide pembelajaran yang tepat
  • Membantu membangun pembelajaran yang sesuai kurikulum 
  • Membantu meningkatkan efisiensi kerja

Struktur prompt untuk ATP, modul ajar & LKPD

Teknik prompt kurikulum merdeka yang tepat akan membantu dalam menciptakan alat ajar yang sesuai dengan pembelajaran. Perhatikan beberapa struktur prompt di bawah ini. 

ATP 

Berikut ini adalah contoh prompt untuk desain ATP: 

  • “Buatkan alur tujuan pembelajaran kelas 1, semester 1 dan 2 dengan [masukkan materi pembelajaran] dengan capaian pembelajaran [masukkan capaian pembelajaran, contohnya memahami materi fotosintesis, dapat menjawab pertanyaan tentang fotosintesis, dapat menjelaskan alur fotosintesis, memahami kegunaan fotosintesis] Sertakan juga konten pembelajaran dan juga tujuan pembelajaran.”
  • “Buatkan alur tujuan pembelajaran kelas 3 SMP, semester 1 dan 2 dengan [masukkan materi pembelajaran] dengan capaian pembelajaran [masukkan capaian pembelajaran] Sertakan juga konten pembelajaran dan juga tujuan pembelajaran.”

Modul Ajar

Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Pengembangan Profesional Guru Lewat Komunitas Belajar Daring

Selanjutnya ada struktur prompt untuk desain modul ajar:

Saya adalah guru pembelajaran coding pada [masukkan kelas dan jenjang]. Buatkan modul ajar dengan pendekatan berdiferensiasi dengan tujuan pembelajaran [masukkan tujuan pembelajaran] 

Modul ajar untuk kegiatan kelas selama [masukkan waktu, contohnya 2 jam pelajaran] dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Buatkan kegiatan yang dapat melatih peserta didik untuk aktif, kreatif, dan kolaboratif. Menggunakan susunan sebagai berikut:

  • Identitas penulis
  • Kompetensi awal
  • Profil pelajar Pancasila [masukkan yang sesuai, contohnya Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia;  Berkebhinekaan Global;  Bergotong Royong;  Mandiri; Bernalar Kritis; dan Kreatif]
  • Sarana dan prasarana
  • Target peserta didik
  • Tujuan pembelajaran
  • Asesmen
  • Pemahaman bermakna
  • Pertanyaan pemantik
  • Model pembelajaran yang digunakan
  • Materi/bahan ajar [masukkan materi] berbentuk rangkuman materinya dalam beberapa paragraf. 
  • Kegiatan pembelajaran, jelaskan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran termasuk waktu pelaksanaannya.”

LKPD

Di bawah ini merupakan struktur prompt untuk LKPD:

“Saya adalah seorang guru [masukkan mata pelajaran , jenjang, kelas dan fase] Buatkan Lembar Kerja Peserta Didik yang lengkap dan terstruktur berdasarkan sintaks pembelajaran [masukkan sintaks model dan metode pembelajaran], dengan menggunakan topik [topik pembelajaran]. 

Tujuan pembelajaran yang menjadi acuan adalah [masukkan tujuan pembelajaran]  dengan level kognitif [level taksonomi bloom] yang bertujuan untuk mengembangkan dimensi [masukkan dimensi profil lulusan]. 

LKPD harus mencakup berbagai bagian-bagian berikut secara lengkap:

  • Identitas diri pada lembar LKPD yaitu nama peserta didik, mata pelajaran, nomor absen, kelas, tanggal pelaksanaan. 
  • Petunjuk penggunaan LKPD yang berisi instruksi atau langkah-langkah pengerjaan, alat-alat yang dibutuhkan, dan juga cara menjawab.
  • Langkah Pembelajaran yang berupa tahapan kegiatan belajar sesuai sintaks, lalu berikan aktivitas siswa dan kolom untuk siswa mengerjakan.
  • Bagian Penutup: berisi ucapan penyemangat, catatan guru, serta kolom cek pemahaman diri siswa berupa checklist sederhana.

Pastikan gunakan bahasa yang komunikatif, sesuai jenjang, dan dapat mendorong pembelajaran yang aktif, bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.”

Contoh prompt berbagai fase kelas

Teknik prompt kurikulum merdeka yang tepat akan mampu membantu guru membangun desain RPP yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Tentu saja hal ini harus menyesuaikan dengan fase kelas kurikulum merdeka saat ini. Jika tidak, pelaksanaan pembelajaran akan mengalami hambatan karena tidak sesuai dengan fase kelas yang ada. 

Berikut ini adalah beberapa contoh prompt yang tepat untuk para guru. 

  • Fase Fondasi: Jenjang PAUD
  • Fase A: Kelas 1 dan 2 SD
  • Fase B: Kelas 3 dan 4 SD
  • Fase C: Kelas 5 dan 6 SD
  • Fase D: Kelas 7, 8, dan 9 SMP
  • Fase E: Kelas 10 SMA/SMK
  • Fase F: Kelas 11 dan 12 SMA/SMK 

Di bawah ini adalah beberapa rancangan desain RPP berbasis prompt engineering yang sesuai dengan fase-fase di dalam kelas yang tersusun secara sederhana: 

  • Fase Fondasi

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase kelas fondasi jenjang PAUD

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

  • Fase A

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase A Kelas 1 dan 2 SD.

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

  • Fase B

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase B kelas 3 dan 4 SD

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

  • Fase C

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase C kelas 5 dan 6 SD

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

  • Fase D

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase D kelas 7, 8, dan 9 SMP

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

  • Fase E

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase E kelas 10 SMA/SMK

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

  • Fase F

“Buatkan RPP kurikulum merdeka untuk fase F kelas 11 dan 12 SMA/SMK

Mata Pelajaran: [sebutkan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Tema: [sebutkan tema yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Topik: [sebutkan topik yang sesuai dengan kurikulum merdeka]

Lengkap dengan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen.”

Teknik prompt kurikulum merdeka untuk rubrik & asesmen

Untuk membuat rubrik dan juga assessment yang sesuai dengan kegiatan belajar Kurikulum merdeka, para guru bisa menggunakan teknologi artificial intelligence sehingga bisa menciptakan lembar penilaian yang tepat sasaran. Hal ini demi dapat menangkap gambaran kemampuan peserta didik secara utuh. 

Berikut ini adalah teknik pom yang tepat untuk membangun rubrik dan asesmen pada pembelajaran. 

Prompt untuk pembuatan asesmen penilaian 1

“Saya adalah seorang guru profesional yang ingin membuat rubrik penilaian untuk mengukur pemahaman serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran menggunakan diskusi dan presentasi. Rubrik tersebut harus dapat mencakup beberapa aspek pemahaman konsep, keaktifan dalam pembelajaran, kualitas presentasi, dan evaluasi proses pembelajaran. 

Rubrik tersebut harus tersusun dalam format tabel dengan kriteria serta kategori penilaian berikut ini:

  • Skor 1 (Perlu Perbaikan) – Belum memenuhi kriteria yang ada dengan baik dan juga membutuhkan perbaikan
  • Skor 2 (Cukup) – Telah memenuhi sebagian kriteria tetapi perlu adanya perbaikan
  • Skor 3 (Baik) – Telah memenuhi sebagian besar kriteria dengan baik
  • Skor 4 (Sangat Baik) – Telah memenuhi kriteria dengan kualitas maksimal”

Prompt untuk pembuatan rubrik penilaian 2

“Saya adalah seorang guru profesional yang ingin membuat rubrik penilaian untuk mengukur pemahaman serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran berbasis masalah. Rubrik tersebut harus dapat mencakup beberapa aspek berikut:

  • Pemahaman Konsep (Menjelaskan konsep dengan logis dan mendalam)
  • Keterlibatan dalam Proyek (Aktif dalam kegiatan observasi, diskusi, serta proyek pembelajaran)
  • Refleksi Proses Pembelajaran (Keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata)
  • Kualitas Model dan Presentasi (Kreativitas serta keteraturan dalam penyampaian hasil)

Rubrik tersebut harus tersusun dalam format tabel dengan kriteria serta kategori penilaian berikut ini:

  • Skor 4 (Sangat Baik) – Telah memenuhi kriteria dengan kualitas maksimal 
  • Skor 3 (Baik) – Telah memenuhi sebagian besar kriteria dengan baik
  • Skor 2 (Cukup) – Telah memenuhi sebagian kriteria tetapi perlu adanya perbaikan
  • Skor 1 (Perlu Perbaikan) – Belum memenuhi kriteria yang ada dengan baik dan juga membutuhkan perbaikan”

Checklist kualitas teknik prompt kurikulum merdeka

Merumuskan prompt pada kecerdasan buatan memerlukan keahlian penggunaan kata dan juga kejelasan perintah. Jika tidak dapat membangun perintah yang tepat, hasil jawaban kecerdasan buatan nantinya tidak akan sesuai dengan harapan dan malah menyebabkan pembelajaran jadi tidak terlaksana dengan lancar. 

Maka dari itu para guru perlu memiliki checklist kualitas prompt yang tepat sehingga bisa membantu pembelajaran jadi sesuai tujuan. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai checklist kualitas tersebut. 

  • Perhatikan instruksi apakah sudah jelas 
  • Perhatikan apakah detail sudah spesifik 
  • Perhatikan apakah latar belakang sudah tepat 
  • Perhatikan penggunaan bahasa apakah sudah ringkas dan sederhana 
  • Perhatikan apakah tidak ada kesalahan ejaan 
  • Perhatikan apakah sudah ada ide dan sudah ada contoh yang tepat 

Template siap pakai teknik prompt kurikulum merdeka 

Menggunakan prompt untuk membangun pembelajaran kurikulum merdeka akan menjadi suatu langkah inovatif dalam menjalankan kegiatan perencanaan. Langkah ini akan membantu guru mempersingkat waktu dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kelas karena terbantu dengan teknologi kecerdasan buatan. 

Berikut ini adalah beberapa template prompt yang tepat untuk kegiatan belajar kurikulum merdeka.

Prompt untuk merancang strategi belajar 

Proses perencanaan pembelajaran merupakan suatu langkah awal dan pembentukan kegiatan belajar efektif di kelas. Untuk dapat merancang strategi yang tepat bagi pendidikan peserta didik para guru bisa menggunakan berbagai cara. Salah satunya yaitu menggunakan kecerdasan buatan berikut ini: 

  • “Saya adalah seorang guru profesional yang ingin membuat rencana belajar tentang [masukkan topik] untuk peserta didik [masukkan tingkat kelas] sertakan tujuan, aktivitas, dan juga penilaian.”
  • “Saya adalah seorang guru profesional yang ingin membuat rencana belajar dalam [masukkan periode pengajaran] yang mengintegrasikan [masukkan jenis media pembelajaran] untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik tentang [masukkan topik] pada fase kelas [masukkan kelas].”
  • “Saya adalah seorang guru profesional yang ingin membuat strategi pembelajaran yang STEM untuk mengajarkan [masukkan topik] kepada peserta didik dengan berbagai kebutuhan pembelajaran pada fase kelas [masukkan kelas].”
  • “Saya adalah seorang guru profesional yang ingin membuat serangkaian aktivitas kelas yang menarik dan interaktif untuk mengajar [masukkan topik] yang menggabungkan elemen [masukkan gaya belajar], [masukkan gaya belajar], dan [masukkan gaya belajar] di dalamnya.”

Prompt untuk proses penilaian kemajuan peserta didik 

Pelaksanaan pembelajaran harus dapat dievaluasi dengan baik sehingga mampu mengetahui kesuksesan strategi belajar yang guru berikan. Para guru bisa melakukan penilaian menggunakan rangkaian perintah berikut: 

  • “Bentuk rubrik untuk menilai [masukkan jenis tugas] berdasarkan kriteria berikut: [kriteria 1, kriteria 2 dan kriteria 3]”
  • “Beri feedback yang membangun pada karya tulisan peserta didik. Sertakan juga saran perbaikan pada bagian [masukkan beberapa kategori].
  • “Bentuk tabel penilaian formatif untuk evaluasi pemahaman peserta didik tentang [masukkan topik] yang mencakup pertanyaan dalam berbagai format [masukkan jenis format, contohnya pilihan ganda, jawaban singkat, atau benar/salah].”

Prompt untuk mendukung kegiatan belajar kolaboratif 

Baca Juga: Personalized Learning dengan AI, Solusi Belajar Sesuai Karakter Individu

Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu bentuk pendidikan yang penting untuk peserta didik karena dapat meningkatkan kemampuan sosial dan kerja sama. Berikut ini adalah beberapa prompt untuk membantu membentuk pembelajaran yang kolaboratif. 

  • “Jelaskan masalah umum yang mungkin peserta didik miliki mengenai [masukkan topik] dan sarankan strategi untuk mengatasinya yang dapat mendorong diskusi.”
  • “Buatkan daftar permasalahan yang menarik mengenai [masukkan topik] untuk kebutuhan kegiatan proyek yang sesuai untuk [masukkan tingkat kelas].”
  • “Sarankan langkah strategi untuk mendorong kolaborasi dan kerja tim peserta didik dalam mata pelajaran [masukkan subjek] tentang [masukkan topik].”
  • “Bentuk serangkaian pertanyaan diskusi yang menarik untuk [masukkan judul buku atau topik] yang dapat mendorong pemikiran kritis dan analisis peserta didik.”

Penutup 

Itulah informasi mengenai teknik prompt kurikulum merdeka yang dapat membantu guru dalam membangun kegiatan belajar Kurikulum Merdeka yang sesuai tujuan dan juga dapat meningkatkan kompetensi dengan maksimal. Informasi ini bisa membantu para guru dalam membangun perintah yang tepat sehingga mendapatkan hasil prompt yang maksimal pada kecerdasan buatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Share the Post: