Pengembangan profesional guru berbasis AI merupakan suatu langkah efektif dalam meningkatkan kualitas diri sebagai seorang pendidik. Di zaman ini, memiliki pengetahuan materi dan juga kompetensi tidak cukup untuk memberikan pembelajaran yang tepat untuk peserta didik.
Para guru harus terus berkembang secara profesional sehingga mereka mampu memberikan pemahaman sesuai dengan zaman dan kebutuhan. Untuk dapat menjadi guru yang berkualitas, para pendidik dapat melakukan pengembangan profesional dalam skill-skill tertentu.
Proses pengembangan ini akan mampu memberikan banyak manfaat bagi para guru seperti meningkatkan pemahaman hingga kualitas pembelajaran. Kinerja guru pun nantinya akan dapat berkembang sehingga mampu memberikan hasil positif pada akhir pembelajaran.
Untuk melaksanakannya secara lebih efektif, para guru dapat menggunakan teknologi terkini dalam kegiatannya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan akan mampu memberikan manfaat berupa efisiensi dan efektivitas tinggi dalam kegiatan pengembangan.
Ini akan mampu membantu agar para guru dapat mengembangkan diri secara profesional menggunakan cara terbaik tanpa perlu membuang-buang waktu maupun tenaga. Apalagi dengan tugas para guru di sekolah, pelaksanaan pengembangan profesional mungkin bisa menjadi suatu hal yang sulit.
Untuk itu mengembangkan diri secara profesional menggunakan cara terbaik adalah hal yang penting. Berikut ini adalah informasi mengenai pengembangan profesional guru yang dapat terlaksana secara efektif.
Semoga informasi ini dapat membantu para guru yang ingin mengembangkan diri dengan lebih baik lagi sehingga dapat mencetak peserta didik yang berprestasi tinggi. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Micro-Credential untuk Guru: Definisi hingga Perkembangannya
Upskilling & reskilling guru
Pengembangan profesional guru berbasis AI dapat terlaksana dengan kegiatan upskilling dan reskilling guru. Pendidikan vokasi pada sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu pendidikan yang penting dalam sistem pembelajaran Indonesia. Dalam sekolah menengah kejuruan, sudah menjadi tanggung jawab untuk menyiapkan pengetahuan dan keterampilan pada lulusannya sehingga siap dalam memasuki dunia kerja.
Sistem pembelajaran pada sekolah ini menyiapkan pada lulusannya sehingga bisa siap bekerja maupun berwirausaha dengan berbekal kemampuan-kemampuan yang menjadi kebutuhan saat ini. Walaupun begitu, lulusan SMK ini masih banyak yang tertetes sebagai pengangguran.
Bahkan tingkat keterserapan lulusan SMK di dunia kerja saat ini paling rendah dibandingkan lulusan sistem pendidikan yang lainnya.
Ini tidak hanya karena adanya permasalahan kualitas lulusan tetapi jika ada pada keterbatasan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Di setiap tahun lulusan SMK jumlahnya cukup besar namun tidak dibarengi dengan penyerapan tenaga kerja yang ada.
Tidak semua lulusan SMK dapat terserap di lapangan kerja yang sesuai dengan program keahlian yang mereka pelajari. Ini juga menjadi tantangan bagi yang penyelenggara sekolah dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang sesuai sebagai modal persaingan di dunia kerja.
Terdapat berbagai usaha untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK agar dapat relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Salah satu caranya yaitu dengan meningkatkan kompetensi para guru sehingga dapat mendukung pembelajaran vokasi.
Para guru yang mengajar harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesionalisme dan juga sosial. Selain itu para guru pada sekolah harus memiliki kompetensi personal yang spesifik yaitu keahlian praktis pada bidang studi produktif yang mereka ampu.
Ditambah lagi dengan kompetensi untuk menyelenggarakan pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan industri serta kompetensi dalam merancang pembelajaran baik di sekolah maupun di dunia usaha serta dunia industri.
Peningkatan kompetensi teknis para guru di sekolah kejuruan ini dapat terlaksana pada program upskiling dan reskilling. Program ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi guru produktif pada sekolah kejuruan sehingga sesuai dengan standar yang ada di industri.
Kegiatan diklat ini dapat meningkatkan serta menguatkan kompetensi teknis guru kejuruan, memberikan pengalaman yang nyata di industri bagi guru kejuruan, dan memberikan sertifikat kompetensi yang berstandar bagi guru kejuruan.
Program peningkatan tenaga kependidikan ini menjadi bagian penting dari usaha untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi semua kalangan.
Program upskiling sendiri merupakan suatu peningkatan keterampilan yang sudah ada. Sedangkan rekening merupakan suatu pembelajaran pada keterampilan baru mencakup bidang vokasi kejuruan.
Program ini terlaksana dalam sistem blended learning yaitu kombinasi antara pembelajaran daring dan luring pada Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus.
Kegiatan ini umumnya mencakup praktik kejuruan magang industri uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat keahlian, gelar karya yang merupakan hasil praktik serta refleksi rencana tindak lanjut pembelajaran.
Dapat dari program ini yaitu dapat meningkatkan kemampuan para guru sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Kemampuan ini merupakan suatu model bagi para guru dalam melaksanakan pembelajaran di ruang kelas sehingga mereka dapat menggunakan strategi dan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan budaya kerja industri.
Para guru yang telah meningkatkan kompetensi melalui program ini akan menjadi penggerak dalam menciptakan iklim pembelajaran yang lebih kreatif dan produktif. Dengan guru vokasi yang kompeten serta kurikulum yang relevan diharapkan agar lulusan sekolah menengah kejuruan bisa bersaing di dunia kerja dengan masyarakat secara global.
AI sebagai asisten mentor belajar
Pengembangan profesional guru berbasis AI merupakan suatu proses pengembangan profesional guru menggunakan kecanggihan teknologi seperti kecerdasan buatan. Kecanggihan teknologi ini dapat menjadi sarana praktis dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Teknologi terkini seperti kecerdasan buatan saat ini sudah banyak menjadi alat efektif dalam pembelajaran. Teknologi ini memiliki berbagai kegunaan seperti memudahkan pekerjaan hingga dapat memberikan referensi ilmu pengetahuan yang relevan.
Para guru juga bisa menggunakan artificial intelligence ini sebagai mentor belajar pada pengembangan diri. Berikut ini beberapa peran kecerdasan buatan dalam pengembangan diri.
Membantu memahami materi
Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan dalam membantu memahami materi. Dalam peningkatan profesional guru, seringkali para guru akan menemukan berbagai materi yang memiliki tingkat kesulitan beragam.
Untuk memahami materi yang sulit para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan sebagai bahan bantuan. Menggunakan kecerdasan buatan dalam memahami materi akan membantu melihat dalam berbagai perspektif yang bisa menjadi referensi pembelajaran. Ini bisa membantu para guru dalam meningkatkan kemampuan secara profesional dengan cara yang lebih fleksibel dan juga efisien.
Membantu mencari referensi
Untuk dapat memahami materi dalam pengembangan profesional guru dengan baik, para pendidik dapat mencari referensi tambahan sehingga bisa memahami suatu materi secara menyeluruh. Hal ini dapat terlaksana dengan bantuan kecerdasan buatan yang bisa menyediakan berbagai referensi tepat untuk materi pembelajaran.
Para guru bisa mengakses sumber daya belajar secara cepat menggunakan teknologi ini. Walaupun begitu sebaiknya para guru melakukan verifikasi lebih lanjut untuk memahami apakah referensi tersebut sudah tepat dan sesuai dengan materi atau belum.
Ini karena terkadang referensi yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan yang ada.
Mempercepat proses pemahaman
Para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses pemahaman suatu materi. Peningkatan pengembangan profesional diri tidak dapat terlaksana secara langsung dan secara singkat.
Para guru harus dapat mempelajari materi dan juga mempraktekkannya untuk bisa memiliki kualitas tinggi sebagai pendidik. Untuk dapat menguasai suatu materi, para guru bisa menggunakan kecerdasan buatan dalam mengatur rancangan strategi belajar untuk mengembangkan diri.
Ini bisa membantu para guru dalam mencapai tujuan secara lebih efektif menggunakan cara-cara yang efisien.
Memberikan inspirasi
Dalam pengembangan profesional diri, ada guru harus dapat memahami materi dan juga melakukan praktek pengembangan yang sesuai dengan ketentuan. Untuk melaksanakannya para guru dapat mencari referensi dan juga sumber inspirasi dari kecerdasan buatan.
Dengan melakukan hal ini, para guru bisa meningkatkan kemampuan praktek pembelajaran secara lebih efektif dan menyeluruh serta memberikan inovasi yang lebih baik lagi terhadap pembelajaran. Ini bisa membantu dalam meningkatkan kualitas sebagai pendidik pada sekolah Indonesia.
Rekomendasi pelatihan personal
Pengembangan profesional guru berbasis AI akan menggabungkan kegiatan belajar menggunakan teknologi-teknologi tinggi sehingga efektivitasnya dapat meningkat. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran ini, para guru bisa menggunakan berbagai rekomendasi pelatihan personal yang mampu menjadi sarana tepat peningkatan kualitas diri.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi pelatihan personal yang mampu memberikan manfaat pada pengembangan profesional guru.
- Coursera
- Khan academy
- Udemy
- Alison
- Brainly
- Cakap
Platform microlearning untuk pengembangan profesional guru
Pengembangan profesional guru berbasis AI dapat terlaksana dengan baik menggunakan berbagai platform microlearning berikut ini. Platform ini dapat membantu membentuk konten mikro yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan secara efektif.
Konten microlearning dapat menjadi konten efektif untuk berbagai kalangan. Tidak hanya peserta didik, guru pun bisa menggunakan konten-konten ini untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Konten microlearning sendiri merupakan suatu konten dengan durasi pendek yang tersusun secara ringkas dan padat sehingga mampu memberikan pemahaman secara cepat.
Para guru bisa menggunakan platform berikut ini untuk membentuk konten mikro learning yang berguna untuk pengembangan profesional diri.
YouTube
Di dalam media sosial ini para guru bisa menemukan berbagai materi yang tersedia secara gratis oleh para pendidik lainnya. Di dalamnya terdapat berbagai materi video singkat maupun panjang yang sesuai dengan kebutuhan.
Microlearning content seperti YouTube short bisa menjadi sumber pengetahuan praktis atau para guru yang memiliki waktu minimal dalam belajar.
Tiktok
Di dalam media sosial ini terdapat berbagai konten kreator yang memberikan informasi sesuai dengan kapasitas mereka. Mikro learning content pada sosial media ini bisa membantu pembelajaran secara praktis dan juga cepat.
Di dalam media sosial ini terdapat berbagai informasi yang dapat membantu para guru memahami materi dengan lebih baik. Konten microlearning pada media sosial ini dapat dengan cepat memberikan pemahaman pada suatu bidang.
Platform merdeka mengajar
Di dalam platform pembelajaran ini para guru bisa meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan ketentuan menggunakan materi yang ada. Do dalamnya terdapat materi video yang dapat membantu pengembangan diri.
Dampak pengembangan profesional pada karier guru
Pengembangan profesional guru berbasis AI merupakan suatu solusi teknis yang dapat meningkatkan efisiensi kegiatan. Penggunaan kecerdasan secara bijak nantinya akan berdampak positif pada pengembangan profesional serta karir guru.
Berikut ini adalah beberapa dampak penggunaan kecerdasan buatan dalam pengembangan profesional karir guru.
Meningkatkan kualitas diri
Pengembangan profesional pada karir guru dapat membantu meningkatkan kualitas diri para pendidik. Para pendidik merupakan salah satu tonggak penting dalam pendidikan di Indonesia yang memiliki pengaruh besar pada pelaksanaan pendidikan.
Peran penting ini harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kualitas diri tinggi sehingga mampu mencetak peserta didik yang berprestasi. Dengan pengembangan profesional ini, para guru bisa meningkatkan kualitas diri sehingga dapat menjadi pendidik yang mumpuni.
Meningkatkan kualitas pembelajaran
Dengan melakukan pengembangan profesional diri, para guru bisa meningkatkan kualitas pemahaman sehingga dapat berdampak pada pembelajaran. Proses pembelajaran pun akan jadi lebih terarah dan juga komprehensif sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang ada.
Dengan kualitas pembelajaran yang meningkat, para guru bisa mencetak peserta didik yang memiliki kualitas tinggi serta mampu bersaing di masyarakat secara global. Hal ini bisa menjadi keuntungan yang besar dalam bidang pendidikan.
Adaptasi dengan kemajuan zaman
Proses pengembangan profesional diri bisa menjadi salah satu usaha para guru dalam beradaptasi dengan kemajuan zaman. Dengan kemajuan zaman yang terus terlaksana, para guru harus dapat belajar sehingga dapat memberikan pembelajaran dengan relevan pada peserta didik.
Pembelajaran yang relevan ini dapat membantu agar para lulusan bisa menjadi sosok yang memiliki kompetensi tinggi sesuai dengan kebutuhan di masyarakat. Mereka bisa menjadi lulusan yang unggul dan juga memiliki manfaat di dunia secara nyata.
Meningkatkan kesejahteraan
Meningkatkan pengembangan profesional diri dapat membantu dalam kesejahteraan para guru. Guru yang terus meningkatkan kemampuan akan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka sehingga bisa mendapatkan berbagai keuntungan.
Guru yang sejahtera akan mampu memberikan pembelajaran yang maksimal pada peserta didik sehingga tidak terhalang oleh masalah ekonomi yang bisa menjadi hambatan.
Meningkatkan karir
Para guru yang melakukan pengembangan profesional diri nantinya akan dapat membantu meningkatkan karir mereka secara efektif. Mereka akan dapat memiliki karir yang stabil sebagai seorang pendidik karena memiliki kualitas dan juga pemahaman yang penting bagi pendidik.
Peningkatan karir ini dapat membantu kesejahteraan guru sehingga mereka dapat lebih fokus dalam pembelajaran di sekolah bersama peserta didik.
Etika penggunaan AI
Pengembangan profesional guru berbasis AI akan dapat menciptakan solusi kreatif dalam kegiatan peningkatan kualitas diri guru. Penggunaan kecerdasan buatan memberikan efisiensi lebih tinggi sehingga mampu mencetak pengetahuan yang lebih baik.
Walaupun begitu terdapat berbagai etika dalam penggunaan kecerdasan buatan yang harus menjadi perhatian. Berikut ini merupakan informasi mengenai etika penggunaan artificial intelligence yang bisa menjadi referensi bagi para guru.
Transparansi dalam penggunaan AI
Untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam proses pengembangan diri para guru harus memperhatikan transparan Dalam penggunaannya. Para guru harus dapat bersikap jujur ketika menggunakan kecerdasan buatan sehingga bisa menghindari adanya kecurangan pada penggunaan teknologi tersebut.
Ini karena banyak sekali berbagai kecurangan yang terjadi karena penggunaan kecerdasan buatan yang tidak jujur.
Perhatikan integritas akademik dalam penggunaannya
Para guru juga harus memperhatikan integritas akademik dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan ini. Para guru tidak boleh melakukan klaim pada karya kecerdasan buatan sehingga menyebabkan kekeliruan.
Kecerdasan buatan harus dapat mendukung pembelajaran dan bukan menggantikan proses berpikir kritis serta orisinalitas.
Gunakan sebagai asisten pembelajaran saja
Para guru juga harus dapat menggunakan kecerdasan buatan sebagai suatu alat atau asisten pembelajaran yang dapat membantu pemahaman. Para guru tidak boleh menggunakan kecerdasan buatan sebagai suatu alat berpikir secara penuh tanpa adanya usaha dari diri sendiri.
Hindari ketergantungan penggunaan
Baca Juga: Jabatan Fungsional Guru: Syarat Kenaikan dan Jenjang Jabatannya
Dalam penggunaan kecerdasan buatan para guru harus dapat menghindari ketergantungan penggunaannya. Gunakan kecerdasan buatan sebagai referensi dan bukannya sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis.
Hal ini bisa menyebabkan penurunan kemampuan berpikir yang bisa mempengaruhi kualitas diri.
Penutup
Itulah dia informasi penting mengenai pengembangan profesional guru berbasis AI yang dapat menjadi solusi pengembangan secara efektif dengan menggunakan teknologi. Penggunaan teknologi dalam proses pengembangan profesional merupakan suatu hal yang dapat menciptakan kemajuan belajar lebih baik daripada sebelumnya. Para guru bisa menggunakan teknologi tersebut untuk dapat membantu kegiatan.





