Para Guru, Simak Cara Menerbitkan Karya Tulis Ilmiah di Berbagai Publikasi

Menulis bagi guru adalah sesuatu yang tidak terpisahkan. Apalagi menulis karya ilmiah atau jurnal, guru pasti akan berhadapan dengan hal ini di dalam karirnya. Maka dari itu, para guru harus tahu cara menerbitkan karya tulis ilmiah di beberapa jurnal yang ada. 

Jurnal ilmiah atau karya tulis ilmiah terbit sebagai suatu media untuk menyebarkan hasil dari penelitian suatu bidang. Untuk guru sendiri yaitu dalam bidang pendidikan formal. Karya tulis ilmiah umumnya akan berupa artikel, laporan penelitian, tinjauan pustaka, dan lain sebagainya. 

Jenis publikasi ini biasanya tergantung dari lembaga jurnal atau kebijakan dari jurnal tersebut. Karya tulis ilmiah bisa saja merupakan karya satu orang atau beberapa individu dalam suatu lingkungan atau komunitas. 

Dalam penulisan sebuah jurnal, umumnya akan mengikuti aturan pada jurnal yang ada. Untuk itu, para guru harus bisa mengetahui tata cara penulisan serta syarat penulisan pada tiap publikasi. 

Untuk mengetahui informasi ini, silahkan membaca artikel di bawah sehingga bisa mengetahui beberapa aturan pada jurnal seperti Sinta, SCOPUS, hingga jurnal internasional. 

Manfaat Menulis Karya Ilmiah

Menulis karya ilmiah memiliki beberapa manfaat yang bisa menjadi kunci pengembangan diri dan karir di profesi guru ini. Maka dari itu, guru juga harus mengetahui cara menerbitkan karya tulis ilmiah yang dibuatnya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari menulis karya ilmiah bagi guru. 

1. Menambah Ilmu

Menulis karya ilmiah membutuhkan ilmu pengetahuan yang luas. Terlebih ketika karya ilmiah tersebut akan terbit di jurnal atau publikasi tertentu. Kebenaran ilmu dan keakuratan data adalah hal yang terpenting. 

Dalam menulis karya ilmiah, Anda akan melakukan riset terlebih dahulu agar data bisa tersaji secara sempurna sehingga tidak menemui kesalahan di masa depan. 

Ketika mempelajari data dan ilmu saat riset, Anda akan otomatis mempelajari hal baru pada bidang ilmu tersebut. Hal ini akan membuat ilmu Anda jadi lebih kaya dan bermanfaat. 

Apalagi untuk profesi sebagai guru yang pekerjaan utamanya adalah mengajar, memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan tepat adalah hal yang menguntungkan. Untuk itulah, guru menulis karya tulis ilmiah. 

2. Memperkuat Pengetahuan

Terkadang dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, terdapat koreksi hingga pembaruan yang memperbaiki ilmu pengetahuan yang sebelumnya. Hal ini demi mencari ilmu yang sebenarnya dan berdasarkan fakta serta riset yang ada. 

Ketika menulis karya ilmiah, Anda akan menemui data baru yang bisa membuat perubahan pada kondisi pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perubahan ini bisa menjadi suatu jembatan perubahan dalam pendidikan. 

Untuk itulah guru harus terus belajar dengan menulis jurnal sehingga bisa memperbarui ilmu yang ada sehingga tidak tertinggal dengan rekan lainnya. Apalagi dengan cepatnya perubahan teknologi dan zaman di masa ini, tidak dapat memperbarui ilmu dan memperkuatnya akan jadi suatu masalah. 

3. Menambah Pengalaman

Menulis bukanlah hal yang sederhana. Dalam menulis karya tulis, Anda akan membutuhkan keahlian merangkai kata, keahlian menyimpulkan, hingga keahlian riset untuk mendapatkan hasil tulisan yang sempurna.

Dengan banyak menulis karya ilmiah, Anda akan memiliki banyak pengalaman berharga yang akan membantu dalam karir dan juga pengembangan diri. 

Jika Anda sering menulis karya tulis ilmiah, maka Anda akan tahu bagaimana mengumpulkan data yang benar, bagaimana merangkai kalimat agar mudah untuk dibaca, dan bagaimana cara agar tema penulisan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Hal ini akan menambah pengalaman dalam menulis sehingga bisa membantu dalam pekerjaan nantinya. 

Apalagi sebagai guru, menulis adalah hal yang umum menjadi bagian keseharian. Memanfaatkan pengalaman ini tentunya adalah hal yang menguntungkan untuk karir. 

4. Meningkatkan Keterampilan Menulis

Manfaat lain dari menulis karya ilmiah yaitu untuk meningkatkan keterampilan menulis. Menulis karya ilmiah tidak seperti menulis novel dengan kata-kata puitis dan deskriptif. Karya tulis ilmiah harus bisa menyampaikan data dan ilmu dengan praktis dan sesuai dengan bidangnya. 

Ketika menulis karya tulis ilmiah, Anda harus bisa menyesuaikan diri dengan pembaca sehingga harus memperhatikan gaya bahasa dan penggunaan kata. Hal ini lama kelamaan akan membantu keterampilan menulis Anda. 

Dengan begitu, kosakata akan bertambah dan berkembang sehingga Anda bisa menyesuaikan gaya bahasa tergantung dalam konteks penulisan. Hal ini adalah proses yang akan membantu Anda menjadi penulis yang handal di masa depan nanti. 

5. Meningkatkan Keberanian dan Inisiatif Diri

Manfaat lainnya yaitu dapat meningkatkan keberanian dan juga inisiatif diri. Menulis karya ilmiah berarti Anda setuju untuk membagikan hasil penelitian kepada banyak orang. Hal ini bisa membantu dalam meningkatkan inisiatif diri dan juga keberanian. 

Anda akan dapat melatih diri agar terus mencoba sesuatu yang baru dan menjawab tantangan yang ada. Hal ini bisa membantu keberanian diri agar lebih berkembang lagi. 

Apalagi ketika tulisan terbaca oleh banyak orang, Anda harus menghadapi komentar dan juga pertanyaan dari rekan lain. Ini akan membantu agar diri jadi lebih siap dan berani menerima tantangan. 

Cara Menerbitkan Karya Tulis Ilmiah di Jurnal Sinta

Kalau ingin menerbitkan karya tulis di Jurnal Sinta, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Daftar Akun SINTA

Lakukan pendaftaran di website http://sinta.kemdikbud.go.id. Masukkan data diri dengan benar, seperti nama atau NIDN untuk yang memiliki profesi sebagai dosen. 

2. Pastikan Data Sudah Benar

Setelah itu masukkan ID Google Cendekia sesuai institusi masing-masing secara benar. Lalu lengkapi nama perguruan tinggi dan datanya. Pastikan data sudah benar agar tidak mengganggu proses verifikasi. 

3. Tunggu Proses Validasi

Setelah memasukkan data yang benar, tunggu proses validasi dari Tim Validasi Ristek Dikti. Kalau data sudah benar maka proses ini akan berlanjut ke proses selanjutnya. 

4. Siapkan Biaya Penerbitan

Ketika artikel sudah disetujui, siapkan dana untuk menerbitkan karya ilmiah. Umumnya biaya ini bisa berupa makalah seiring berjalannya waktu. Anda bisa mengecek biaya dari website resmi. 

Cara Menerbitkan Karya Tulis Ilmiah di SCOPUS

SCOPUS adalah portal rujukan yang menyoroti berbagai penelitian di dunia dari akademisi internasional. Jurnal yang masuk dalam daftar SCOPUS telah melewati proses kurasi yang ketat dengan kriteria orisinalitas, kualitas tulisan, hingga waktu penelitian. 

1. Coba Pilih Jurnal Scopus Gratis

Jurnal Scopus ada yang gratis maupun berbayar. Anda bisa mencoba memasukkan karya ilmiah ke penerbit gratis yang memiliki kualitas tidak kalah dan lebih mudah dalam proses kurasinya.

Beberapa jurnal tersebut yaitu:

  • JICT, JICT telah masuk indeks Scopus di tahun 2011 dan merupakan jurnal dalam bidang matematika dan ilmu komputer. 
  • IRRODI atau The International Review Research in Open and Distributed Learning tentang Pembelajaran Terbuka dan Terdistribusi, yaitu jurnal untuk studi kehidupan sosial yang terbit dari Universitas Athabasca. 
  • International Journal of Management Science and Engineering Management yaitu jurnal yang terbit oleh Y. Taylor dan Francis Online mengenai penelitian dalam akuntansi, manajemen bisnis, dan sistem informasi.

2. Kirimkan Karya Ilmiah

Jika ingin mengirimkan karya ilmiah ke jurnal Scopus, maka pertimbangan isi karya ilmiah apakah sudah sesuai dengan aturan terlebih dahulu. Setelah itu ikuti semua petunjuk dari jurnal yang ingin dituju. Umumnya, menerbitkan jurnal di Scopus akan sulit sehingga membutuhkan pendampingan agar naskah terbit. 

Cara Menerbitkan Karya Tulis Ilmiah di Jurnal Internasional

Kalau lebih memilih menerbitkan karya tulis ilmiah di Jurnal Internasional, maka bisa menggunakan cara berikut ini:

1. Siapkan Karya Ilmiah dan Terjemahkan

Langkah pertama yaitu siapkan naskah yang akan Anda terbitkan. Naskah karya ilmiah ini harus sesuai dengan standar internasional. Sesuaikan pengutipan ke sumber asli sehingga sesuai dengan standar. Setelah memilih karya ilmiah, setelah itu terjemahkan karya tersebut ke dalam Bahasa Inggris dengan baik. 

2. Memiliki Jurnal Relevan dengan Ilmu

Karya ilmiah yang Anda tulis harus sesuai dengan bidang keilmuan yang Anda kuasai. Carilah contoh referensi jurnal internasional sesuai dengan rumpun keilmuan Anda di website yang telah terpercaya seperti Elsevier, Proquest, Scopus, dan lain sebagainya. 

3. Tunggu Review

Setelah menyiapkan karya ilmiah, kirimkan karya internasional tersebut ke jurnal internasional. Setelah proses pengiriman, umumnya akan ada proses review dari penerbit dalam waktu yang bervariasi. Bisa dari satu bulan hingga beberapa bulan lamanya. 

4. Proses Revisi

Selanjutnya ada proses revisi. Dalam proses ini reviewer akan memberikan komentar dan saran. Umumnya penulis baru akan mendapatkan revisi dalam hal bahasa. Proses ini penting agar tidak terjadi kekeliruan dan ambiguitas dalam karya ilmiah. 

5. Proses Pembayaran

Setelah revisi selesai, Anda bisa membayar ke penerbit. Pembayaran ini bisa beragam jumlah besar sesuai dengan proses dan hasil. 

Guru Harus Tahu Cara Menerbitkan Karya Tulis Ilmiah

Itulah dia informasi tentang cara menerbitkan karya tulis ilmiah di beberapa jenis jurnal. Informasi tersebut adalah sesuatu yang penting agar para guru tidak kebingungan ketika ingin menerbitkan hasil karya mereka.

Karya Tulis Ilmiah Guru, dari Manfaat Hingga Tahapannya

Jenis Karya Tulis Ilmiah untuk Kenaikan Pangkat Guru dan Penjelasannya

Tahapan Sebelum Menulis Publikasi Ilmiah, Ini Informasinya

Share the Post:

Related Posts