Cara Menulis Buku Terjemahan untuk Pengembangan Profesi Guru

Menulis adalah kegiatan yang berguna secara umum. Untuk guru sendiri, menulis bisa menjadi cara meningkatkan kualitas diri dan kesejahteraan diri. Salah satu ilmu menulis yang berguna untuk guru yaitu cara menulis buku terjemahan.

Menulis buku terjemahan adalah kegiatan menulis ulang buku dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia. Kegiatan menulis ini berusaha memberikan penjelasan secara lengkap pada penutur bahasa lain sehingga konten buku bisa dipahami dengan lebih baik.

Kegiatan menulis buku terjemahan ini tidak hanya berguna untuk mempertajam ilmu yang guru miliki tetapi juga bisa menjadi cara guru dalam mendapatkan kesejahteraannya dengan lebih baik.

Pasalnya, guru yang mampu menulis buku terjemahan akan mendapatkan poin kredit yang berguna bagi karir guru. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa informasi tentang manfaat, ketentuan, dan tips menulis buku terjemahan.

Manfaat Menerjemahkan Bagi Guru

Menulis buku terjemahan adalah hal yang tidak semua orang alami. Namun bagi guru, hal ini bisa saja menjadi suatu hal yang penting dan dapat mempengaruhi karir. Sebelum mengetahui cara menulis buku terjemahan, ketahui dahulu informasi tentang manfaat dari menerjemahkan buku bagi guru.

1. Mendapatkan Pengalaman Baru

Menerjemahkan buku asing bisa menjadi pengalaman baru bagi guru, apalagi bagi guru yang baru menggeluti dunia kepenulisan. Hal ini bisa menjadi tantangan baru yang akan memberi kesan di sepanjang karir.

Guru akan mendapatkan perspektif dan ilmu baru yang berguna bagi dunia kepenulisan nantinya. Dengan begitu, guru akan dapat memperluas pengalaman di dunia kepenulisan yang akan berguna di masa depan.

Pengalaman dalam menulis buku terjemahan ini akan mengantarkan guru pada babak baru dalam kepenulisan sehingga bisa melanjutkan tugas menulis maupun karir menulis dengan baik.

2. Mendapatkan Koneksi Baru

Salah satu manfaat lain dari menulis buku terjemahan yaitu mendapatkan relasi atau koneksi baru. Ketika menuliskan buku tersebut, guru akan berhubungan dengan banyak pihak seperti penerbitan, rekan guru lain, hingga tokoh-tokoh lain yang berhubungan dengan dunia kepenulisan.

Guru akan mendapatkan pengalaman dan ilmu baru dari bersosialisasi dengan orang-orang tersebut. Hal ini akan membantu memperluas jaringan sosial yang nanti pasti berguna di masa depan.

Contohnya seperti ketika akan membuat karya baru, koneksi dalam bidang terjemahan, dan penulisan adalah hal yang penting.

3. Membantu Kenaikan Jabatan

Manfaat lain dari menulis buku yaitu dapat membantu kenaikan jabatan. Ketika seorang guru menuliskan buku terjemahan, guru tersebut akan mendapatkan angka kredit jika sesuai dengan ketentuan. 

Hal ini sesuai dengan ketentuan Program Pengembangan Keprofesian yang Berkelanjutan dari pemerintah. Dalam program ini, guru wajib melakukan kegiatan pengembangan seperti menuliskan buku terjemahan.

Dengan begitu, guru tersebut akan mampu mendapatkan angka kredit untuk kenaikan jabatan. Itulah alasan kenapa menulis buku terjemahan itu penting.

4. Meningkatkan Kemampuan Bahasa

Manfaat lain dari menulis buku terjemahan yaitu dapat membantu guru dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing. Menerjemahkan buku dari bahasa asing akan dapat memperkaya kosakata dalam bahasa asing dan bahasa asal.

Guru akan dapat meningkatkan kemampuan bahasa sehingga bisa berguna ketika membuat buku atau membuat jurnal. Kemampuan dalam menerjemahkan ini juga akan berguna ketika melakukan riset dengan sumber luar.

Guru yang memiliki kemampuan pengetahuan serta bahasa yang baik tentunya sangat membantu dalam proses pembelajaran di kelas. 

5. Meningkatkan Kemampuan Menulis

Manfaat lain yaitu dapat membantu dalam kemampuan menulis guru. Ketika menulis sebuah buku, seseorang harus dapat merangkai kata-kata dengan baik agar pembaca bisa memahami isi dari buku tersebut.

Dalam hal ini kemampuan menulis sangat berlaku. Guru akan dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka dengan baik setelah proses penulisan.

Apalagi, menulis buku terjemahan cukup sulit karena bahasa asing umumnya memiliki struktur kalimat yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Jangan sampai hasil terjemahan jadi sulit dimengerti karena tidak mengikuti struktur kalimat Bahasa Indonesia.

Ketentuan dan Cara Menulis Buku Terjemahan

Menulis dan menerbitkan buku terjemahan memerlukan ketekunan yang besar. Berikut ini beberapa informasi tentang cara menulis buku terjemahan:

1. Izin Lisensi ke Pemilik Hak Cipta

Untuk penulisan buku terjemahan harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari penerbit asal dan penulisnya. Hal ini sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2002 pasal 12 ayat 1 terkait hak cipta. 

Isi buku sama dengan kekayaan intelektual lainnya merupakan sesuatu yang memiliki hak cipta sehingga tidak bisa diperbanyak tanpa izin. Untuk mendapatkan izin ini bisa melalui penerbit atau penerbit indie. 

2. Izin Lisensi untuk Membuat MOU

Ketika izin lisensi dari pemilik hak cipta telah Anda dapatkan, maka penerbit akan mendapatkan izin lisensi. Dari izin lisensi ini makan akan terjadi perjanjian MOU. 

Isi dari MOU ini akan membahas tentang apa saja hak dan kewajiban penerima lisensi dan pemberi lisensi. Hak dan kewajiban tersebut akan berupa royalti yang jumlahnya akan sesuai dengan kesepakatan. 

Setelah mendapatkan lisensi, maka penerjemah akan mendapatkan hak untuk menerjemahkan karya, memperbanyak, dan menjual karya tersebut. 

3. Perhatikan Tata Bahasa

Untuk menuliskan buku terjemahan ke Bahasa Indonesia, sebaiknya memperhatikan beberapa aspek seperti tata bahasa. Bahasa asing umumnya memiliki struktur yang berbeda dengan Bahasa Indonesia sehingga bisa membingungkan. 

Cobalah lakukan proses terjemahan dengan baik dan dengan bahasa yang mudah agar pembaca dapat memahami dengan baik. Hindari melakukan proses penerjemahan secara literal dan tidak mengubah struktur bahasa sama sekali. 

Hal ini bisa menyebabkan kualitas isi buku jadi kurang dan membuat buku jadi sulit untuk dipahami. Lakukan riset ketika melakukan penerjemahan agar tidak mengalami masalah ini. 

4. Perhatikan Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka untuk buku terjemahan akan berbeda dengan buku jenis lainnya. Untuk itu perhatikan penulisan daftar pustaka dengan benar. 

Gunakan aturan penulisan daftar pustaka terbaru yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Jangan lupa untuk menyertakan penulis asli dalam isi buku sehingga tidak menjadi plagiarisme. 

5. Jangan Mengubah Isi Buku

Selanjutnya Anda juga perlu memperhatikan bahwa penerjemah tidak boleh mengubah isi buku, mengurangi, atau menambahkan isi buku. Secara umum, Anda seharusnya hanya melakukan kegiatan penerjemahan saja. 

Perubahan pada buku tidak boleh penulis lakukan jika belum mendapatkan izin dari pemilik hak cipta buku tersebut. Maka dari itu ketika menuliskan buku terjemahan, cobalah untuk berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan. 

Cara Memilih Buku yang Akan Diterjemahkan

Setelah tahu ketentuan dan cara menulis buku terjemahan, sebaiknya pelajari dulu cara memilih buku yang akan guru terjemahkan. Informasi ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan yang menjadi penyesalan di kemudian hari.

1. Ketahui Isi Buku

Tips pertama dalam memilih buku terjemahan adalah dengan mengetahui isi buku terlebih dahulu. Cobalah mencari buku yang linear dengan pengetahuan bidang. Cobalah lakukan riset untuk mengetahui isi buku.

Baca buku terlebih dahulu hingga selesai untuk mengetahui isi buku tersebut. Pastikan isi buku sesuai dengan kebutuhan dan juga norma masyarakat Indonesia. Pastikan juga isi buku tidak menyesatkan pembacanya.

2. Riset Penulis Buku

Langkah lainnya yaitu dengan melakukan riset tentang penulis buku. Riset penulis buku ini penting untuk mengetahui portofolio penulis tersebut. Hindari menerjemahkan buku dari penulis yang kontroversial.

Selain itu, perhatikan apakah penulis tersebut pernah menulis buku yang tidak pantas atau tidak sesuai dengan target penulisan buku Anda. Hal ini akan membantu agar tidak terjadi masalah ketika buku sudah terbit.

3. Pastikan Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat Indonesia

Setelah mengetahui isi dari buku, Anda bisa memutuskan apakah buku tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Terkadang buku dari luar negeri tidak memiliki konteks atau perbandingan yang sama dengan pandangan Indonesia.

Hal ini menyebabkan beberapa isi buku bisa saja tidak sesuai dengan kondisi masyarakat atau kebutuhan dari pembacanya. Buku tersebut akhirnya menjadi tidak relevan sehingga sulit untuk dicontoh.

Cobalah lakukan riset dan pilih buku yang menurut Anda sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sosial masyarakat Indonesia sehingga tidak menimbulkan perdebatan di kemudian hari.

4. Hindari Buku Tertentu

Ketika menulis buku terjemahan mungkin Anda ingin memilih buku yang populer di luar sana sehingga masyarakat Indonesia bisa memahami kepopuleran buku tersebut. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa hal sebelumnya.

Hindari menerjemahkan buku dengan tema tertentu dari luar negeri. Beberapa tema bisa saja sangat radikal dan kontroversial sehingga bisa menimbulkan perdebatan. Cobalah terjemahkan buku yang sesuai dengan norma dan kebiasaan masyarakat Indonesia. 

Pahami Berbagai Langkah Cara Menulis Buku Terjemahan

Itulah dia informasi berguna tentang cara menulis buku terjemahan. Dengan mengetahui informasi ini guru akan dapat menuliskan buku terjemahan dengan cara yang tepat sehingga hasil terjemahan sesuai.

Apa Saja Jenis Penulisan Buku untuk Pengembangan Guru?

Pengajar Harus Tahu Hambatan Guru Menulis Buku, Apa Saja?

Kolaborasi Menulis Guru dan Siswa, Apa Manfaatnya dalam Pembelajaran?

Share the Post:

Related Posts