Pengajar Harus Tahu Hambatan Guru Menulis Buku, Apa Saja?

Menulis adalah kegiatan yang sangat penting bagi guru. Ini karena banyak kegiatan yang guru lakukan berkorelasi dengan kegiatan menulis. Namun, masih banyak rekan lainnya yang mengalami hambatan guru menulis buku. 

Menulis buku memang bukan hal yang mudah karena butuh kemampuan dan juga konsistensi yang tinggi. Apalagi banyak guru saat ini sudah sibuk dengan kegiatan sekolah dan kegiatan di rumah sehingga tidak bisa menemukan waktu untuk menulis. Hal ini menjadikan menulis buku jadi sesuatu yang sulit. 

Padahal menulis buku adalah kegiatan yang bisa membantu guru dalam bidang profesi dan juga kesejahteraan. Untuk menyiasati hal ini, Anda harus bisa mengenali hambatan apa saja yang umum terjadi. Setelah itu, Anda bisa memilih solusi yang tepat untuk mengatasinya. 

Berikut ini beberapa informasi tentang hambatan guru ketika menulis buku dan juga informasi menarik lainnya. Simak sampai akhir agar bisa mengatasi masalah ketika menulis. 

Pentingnya Menulis Bagi Guru

Meski ada berbagai hambatan guru menulis buku, namun ada beberapa alasan mengapa menulis buku itu penting bagi guru. Alasan ini tidak hanya penting untuk diri sendiri saja tetapi juga untuk orang lain.  Berikut ini informasi selengkapnya.

1. Bisa Membagi Ilmu Pada Orang Lain

Menulis adalah kegiatan yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Dengan menulis buku, Anda akan dapat membagi ilmu yang ada dengan orang lain. 

Ketika menulis buku, pengetahuan yang ada pada diri akan tersampaikan pada khalayak umum. Dengan begitu, ilmu yang ada di diri sendiri bisa tersebar dengan baik pada orang yang membutuhkan. Buku tersebut pun bisa menjadi sumber informasi berguna bagi orang banyak. 

Hal ini sejalan dengan peran guru dalam memberi pengajaran pada generasi muda. Dengan membuat buku, guru akan dapat memberikan proses pembelajaran dengan cara yang berbeda daripada hanya kegiatan di kelas saja. 

2. Memperkuat Ilmu yang Dimiliki

Alasan menulis buku itu penting yaitu dapat memperkuat ilmu yang telah ada. Ketika menulis buku, guru harus bisa menelaah ilmu yang ada serta melakukan riset tentang ilmu baru yang relevan. Hal ini akan menjadi kunci agar guru bisa memperkaya ilmu yang mereka miliki. 

Ilmu tersebut tentunya akan tersampaikan dengan baik di dalam buku. Selain itu, ilmu yang guru miliki akan bertambah dari sebelumnya sehingga bisa berguna dalam karir dan proses tindakan di kelas. 

3. Bisa Memotivasi Siswa

Alasan menulis buku itu penting yaitu bisa menjadi sumber motivasi bagi siswa. Ketika melihat guru yang mereka kenal telah menulis buku, siswa akan merasa bangga akan prestasi guru tersebut. 

Rasa bangga itu akan menjadi api yang bisa memotivasi guru sehingga bisa mencetak prestasi yang sama bahkan lebih baik lagi. Dengan begitu guru akan dapat memberikan semangat bagi siswa sehingga bisa mencapai tingkatan diri yang lebih lagi. 

4. Menjadi Penghasilan Tambahan

Menulis buku juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi guru. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat bagi kondisi ekonomi guru. Hasil penjualan buku yang sudah tercetak bisa membantu meringankan beban keuangan yang guru alami. 

Dengan begitu, kesejahteraan guru akan meningkat sehingga bisa memberikan kinerja yang lebih lagi. Guru yang sejahtera akan mampu memberikan hasil kerja yang maksimal untuk satuan pendidikan dan pendidikan di Indonesia. 

5. Membantu Kenaikan Pangkat

Ketika menulis buku, guru akan mendapatkan angka kredit dengan jumlah tertentu sesuai dengan jenis buku. Angka kredit ini bisa guru kumpulkan untuk membantu dalam kenaikan jabatan dalam karir keguruan. 

Hal ini akan membantu masa depan profesi guru serta dalam kesejahteraan guru tersebut. Itulah mengapa menulis buku itu penting dalam perkembangan profesi guru. 

Faktor Penghambat Guru Menulis

Ada beberapa faktor yang menjadi hambatan guru menulis buku. Dengan mengetahui faktor tersebut, guru akan dapat mengatasi masalah dalam menulis ini dengan lebih baik. Berikut ini beberapa faktor penghambat guru dalam menulis.

1. Writer’s Block

Hambatan yang umum terjadi untuk guru dan juga penulis secara umum yaitu adanya writer’s block atau kebuntuan dalam menulis. Sama seperti istilahnya, kebuntuan dalam menulis ini adalah suatu fenomena kehilangan kemampuan dan inspirasi dalam menulis sehingga mencegah munculnya ide untuk penulisan. 

Kebuntuan dalam menulis ini bisa terjadi pada semua orang. Hal ini bisa terjadi karena guru mengalami buntu dalam pikiran sehingga tidak bisa menemukan ide atau kata-kata yang pas untuk buku yang mereka tulis. 

Hal ini bisa menjadi penghambat utama dalam proses penulisan buku. Bahkan beberapa penulis terkenal juga akan merasakan kebuntuan ini. 

2. Kurang Motivasi

Hambatan yang lainnya yaitu guru tidak memiliki motivasi atau kurang motivasi. Kurangnya motivasi ini bisa terjadi jika guru masih belum memiliki alasan kuat mengapa harus menulis sebuah buku. 

Guru yang kurang motivasi cenderung tidak bisa melihat manfaat dari menulis buku sehingga terus menunda kegiatan ini. Selain itu, guru yang kurang motivasi juga bisa terjadi karena kurang ambisi dalam mengejar karir atau pengembangan profesi. 

Bahkan ketika sedang menulis buku, guru yang tidak memiliki motivasi lebih akan membuat proses penulisan jadi lebih lama dan sulit. Hal ini adalah hambatan bagi beberapa guru. 

3. Takut dengan Penilaian Orang

Hambatan lain dari menulis buku bagi guru yaitu rasa takut akan penilaian orang lain. Ketika menulis buku, guru akan memamerkan hasil pemikiran dan idenya untuk umum. Hal ini bisa menjadi suatu momok bagi banyak orang. 

Ini karena banyak orang merasa takut jika karya mereka mendapatkan kritikan dan juga tidak sesuai dengan keinginan khalayak. Hal ini bisa membuat penulis jadi takut untuk menulis buku. 

4. Kekurangan Waktu

Hambatan lain yaitu karena kekurangan waktu. Guru tidak hanya harus mengajar di kelas, mereka juga harus melakukan tugas administrasi, melakukan penilaian, dan tugas guru lainnya. Selain itu, guru juga harus membagi waktu antara kerja dan kehidupan pribadi. 

Hal ini menjadi sesuatu yang sulit untuk beberapa orang. Apalagi jika harus membagi waktu untuk menulis buku karena menulis buku membutuhkan banyak waktu dan tenaga agar bisa terbit. Itulah yang menjadi hambatan bagi banyak guru. 

5. Sulit Mengembangkan Ide

Masalah lain ketika menulis buku yaitu kesulitan dalam mengembangkan ide yang ada. Menulis buku tidak hanya tentang merangkai kata-kata saja tetapi juga tentang mengembangkan ide dan meraciknya sedemikian rupa sehingga tercipta karya yang berguna. 

Proses pengembangan ide ini adalah salah satu hal yang sulit untuk beberapa orang. Terlebih untuk guru yang baru pertama kali menulis, proses ini bisa jadi sesuatu yang paling sulit. Untuk itulah, banyak guru mengalami hambatan. 

6. Terlalu Perfeksionis

Masalah lain yang bisa menimpa guru yang ingin menulis yaitu diri yang terlalu perfeksionis. Rasa perfeksionis akan membuat pribadi menjadi lebih keras pada diri sendiri ketika hasil tidak sesuai dengan keinginan. 

Rasa perfeksionis juga membuat proses penulisan jadi terlalu lama karena keinginan agar hasil karya bisa sempurna. Perasaan perfeksionis ini akan sulit mentolerir kesalahan sehingga bisa membuat proses menuju yang jadi sulit. 

Solusi Guru Agar Bisa Menulis

Jika Anda mengalami beberapa masalah di atas, maka ada beberapa solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hambatan guru menulis buku. Berikut ini adalah beberapa informasi mengenai tips agar bisa menulis. 

1. Mencari Motivasi Kuat

Solusi pertama yaitu untuk mencari motivasi yang kuat. Carilah alasan yang tepat yang bisa memicu Anda untuk menulis. 

Tulis alasan-alasan tersebut agar bisa menjadi motivasi dan menyemangati proses penulisan buku. Hal ini akan membantu Anda jadi tidak malas dalam mengerjakan proyek ini. 

2. Mengatur Waktu Menulis

Solusi yang kedua yaitu atur waktu menulis. Waktu menulis tidak perlu terlalu lama tiap harinya. Luangkan waktu selama satu jam selama sehari untuk menulis buku. 

Lakukan secara rutin sehingga buku bisa selesai dan terbit dengan segera. Dengan begitu, menulis buku tidak akan memakan banyak waktu berharga Anda. 

3. Mempelajari Cara Menulis yang Baik

Solusi yang kedua yaitu cobalah mencari informasi dan inspirasi tentang cara menulis yang baik. Anda bisa mencari informasi ini di internet atau media sosial sehingga bisa membantu masalah menulis. 

Hal ini akan membantu meningkatkan ilmu menulis dengan lebih baik. Jangan lupa untuk mempraktikan ilmu tersebut sehingga bisa memberikan hasil secara langsung. 

4. Mengikuti Diklat Menulis

Kalau Anda masih bingung dan butuh mentor atau bimbingan, cobalah untuk mengikuti diklat menulis yang banyak diadakan di beberapa tempat. 

Dengan mengikuti diklat ini, Anda akan mendapatkan banyak ilmu serta tahu bagaimana cara mempraktekkan ilmu tersebut ketika menulis. 

Ada Berbagai Hambatan Guru Menulis Buku

Itulah dia informasi selengkapnya mengenai hambatan guru menulis buku. Dengan mengetahui informasi ini, Anda akan dapat mengatasi hambatan dalam melakukan kegiatan penulisan sehingga bisa menciptakan karya yang ideal.

Menulis Buku Pedoman Guru, Bagaimana Caranya?

Menulis Bahan Ajar: Tahapan Hingga Teknik Penyusunannya

Tidak Sulit, Begini Cara Memulai Menulis Buku Pelajaran oleh Guru

Share the Post:

Related Posts