AI untuk Deteksi Dini Learning Loss, Bagaimana Caranya?

Learning loss merupakan suatu kondisi yang harus dihindari pada pembelajaran. Untuk melaksanakannya para guru bisa menggunakan AI untuk deteksi dini learning loss yang akan membantu memantau perubahan pembelajaran peserta didik. 

Para guru pasti masih mengingat kondisi setelah pandemi sebelumnya. Kondisi pendidikan saat itu mengalami perubahan yang sangat nyata karena terdapat indikasi adanya learning loss pada pendidikan di Indonesia. 

Kondisi ini sangat memprihatinkan karena dapat berpengaruh pada masa depan peserta didik di bidang pembelajaran. Peserta didik nantinya akan kesulitan dalam mengejar materi sehingga perkembangannya pun terhambat. 

Untuk menghadapi kondisi ini terdapat berbagai kebijakan yang telah pemerintah buat. Namun, terdapat berbagai cara alternatif lain yang dapat membantu dalam memahami pembelajaran peserta didik. 

Salah satunya yaitu dengan menggunakan kecerdasan buatan sebagai alat pemantauan dan juga deteksi dini. Kecerdasan buatan ini akan mampu membantu memonitor kemajuan belajar peserta didik serta indikasi adanya permasalahan dalam pembelajaran. 

Hal ini akan mampu membantu para guru dalam mendeteksi adanya kondisi learning loss pada peserta didik. Dengan begitu para guru bisa memberikan intervensi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut menggunakan solusi-solusi terbaik. 

Berikut ini adalah informasi mengenai kecerdasan buatan yang dapat digunakan untuk mendeteksi learning loss dan juga memberikan pemantauan pada pembelajaran peserta didik. Semoga informasi ini dapat membantu guru dalam menciptakan kegiatan belajar yang lebih efektif serta menghasilkan peserta didik yang berprestasi. 

Baca Juga: Gamifikasi Pembelajaran Berbasis AI, Ketahui Konsep dan Dampak Pelaksanaannya

Pengertian learning loss

Learning loss merupakan suatu penurunan dalam kemampuan belajar dan juga pencapaian akademis yang terjadi pada peserta didik pada periode tertentu. Kondisi ini dapat terjadi ketika menghadapi gangguan maupun tantangan dalam proses pendidikan. 

Kondisi learning loss biasanya terjadi ditandai dengan adanya ketimpangan ataupun ketidaksesuaian hasil belajar peserta didik dengan kemampuan maupun kompetensi yang seharusnya sudah mereka kuasai. Dampak dari kondisi ini yaitu adanya pemahaman yang berkurang pada materi pelajaran, penurunan skor hasil ujian serta kesulitan dalam mengikuti kurikulum atau tahapan belajar yang seharusnya sudah sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. 

Kondisi ini tidak hanya dapat terjadi pada situasi kritis maupun pandemi saja. Kondisi learning loss dapat terjadi ketika peserta didik mengalami liburan panjang, situasi perpindahan sekolah maupun kondisi di mana rutinitas belajar terganggu. 

Namun hal ini sangat terlihat pada saat pandemi karena peserta didik tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran pada kurikulum reguler selama pembelajaran di masa tersebut. Alhasil banyak peserta didik yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup pada suatu tingkatan pembelajaran. 

Learning loss dapat terjadi karena berbagai alasan. Kondisi ini bukanlah kesalahan peserta didik. Peserta didik pada kondisi ini justru telah menghadapi situasi maupun perubahan mendadak yang di luar kendali mereka sehingga tidak bisa memberikan reaksi yang tepat dan juga hasil yang sesuai pada pembelajaran. 

Penyebab dari learning loss muncul dari beberapa faktor yang mengganggu proses pembelajaran secara normal. Beberapa di antara penyebab tersebut yaitu: 

Gangguan dalam rutinitas belajar 

Penyebab dalam learning last yaitu gangguan dalam rutinitas pembelajaran. Perubahan yang mendadak dalam rutinitas harian dapat menyebabkan ketidakstabilan dan juga kebingungan bagi peserta didik. 

Contohnya yaitu pembelajaran dari tatap muka secara normal berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Ketidakpastian pada proses pembelajaran bisa menyebabkan kebingungan sehingga mereka tidak dapat fokus pada pembelajaran. 

Pembelajaran yang tidak efektif 

Penyebab selanjutnya yaitu kegiatan pembelajaran yang tidak efektif. Perubahan pembelajaran dari tatap muka secara normal menjadi pembelajaran jarak jauh merupakan suatu hal yang mendadak. 

Pergeseran ini dapat menyebabkan kelelahan teknologi hingga kurangnya interaksi dengan guru yang bisa menyebabkan pembelajaran jadi tidak efektif. Pembelajaran jarak jauh ini membutuhkan pengelolaan yang tepat sehingga mampu meningkatkan disiplin peserta didik dalam belajar. Hal inilah yang mungkin saja sulit untuk beberapa peserta didik. 

Gangguan kesejahteraan mental 

Kondisi yang bisa menjadi penyebab learning last yang selanjutnya yaitu gangguan pada kesejahteraan mental peserta didik. Contohnya yaitu pada kondisi pandemi yang memberikan perubahan besar pada kehidupan sehari-hari bisa menyebabkan gangguan pada kesejahteraan mental. 

Mereka bisa merasakan perasaan cemas dan stres yang bisa mengalihkan perhatian dan juga fokus mereka dari proses pembelajaran. 

Motivasi kurang 

Penyebab yang selanjutnya yaitu karena kurangnya motivasi peserta didik. Hari ini dapat terjadi karena ketidakpastian ataupun perubahan dalam lingkungan pembelajaran yang bisa menyebabkan motivasi berkurang. 

Kurangnya interaksi pada suatu kegiatan juga bisa menyebabkan motivasi belajar jadi berkurang sehingga mencegah mereka mencapai tujuan pembelajaran yang seharusnya. 

Keterbatasan sumber belajar 

Penyebab learning love yang selanjutnya yaitu keterbatasan sumber belajar pada peserta didik. Peserta didik yang memiliki ekonomi yang kurang bisa saja memiliki keterbatasan sumber belajar sehingga menyebabkan mereka kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran. 

Akses yang tidak setara 

Penyebab yang selanjutnya yaitu adanya akses yang tidak setara. Pada beberapa pembelajaran, kemudahan akses bisa menjadi kunci dalam lancarnya kegiatan. 

Misalnya pada saat pembelajaran jarak jauh, peserta didik yang memiliki latar belakang ekonomi kurang akan kesulitan dalam mengakses pembelajaran serba online. Akses yang tidak setara ini bisa menghalangi peserta didik dalam mencapai pemahaman dan juga mendapatkan kesempatan belajar yang sama. 

AI untuk deteksi dini learning loss bisa membantu dalam mendeteksi adanya tanda-tanda learning loss pada peserta didik sehingga para guru bisa melakukan intervensi yang tepat sesuai dengan kebutuhan. 

Indikator yang dianalisis AI untuk deteksi dini learning loss

Di dalam pemantauan pembelajaran peserta didik, terdapat berbagai indikator yang menjadi sumber informasi untuk mengetahui kondisi perkembangan mereka di pembelajaran. Informasi ini dapat membantu guru dalam mengetahui apakah terdapat perkembangan maupun adanya permasalahan learning loss pada masing-masing peserta didik. 

Berikut ini adalah beberapa contoh indikator yang dapat dianalisis oleh kecerdasan buatan untuk dapat memberikan informasi kemajuan belajar peserta didik. 

Nilai ujian

Kecerdasan buatan akan mampu melacak tren kinerja peserta didik dalam penilaian ujian. Teknologi ini bisa menilai hasil pembelajaran peserta didik menggunakan penilaian formatif dan juga sumatif. 

Kecerdasan buatan ini bisa membantu dalam mengidentifikasi penurunan pencapaian akademis yang peserta didik hadapi. Nantinya informasi ini bisa membantu dalam pembentukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan. 

Pola pengiriman tugas 

Kecerdasan buatan dapat melacak pola pengiriman tugas peserta didik di dalam pembelajaran. Teknologi ini bisa melacak keterlambatan maupun penurunan kualitas tugas yang peserta didik berikan. 

Perubahan pola ini bisa menjadi tanda-tanda indikator awal kesulitan belajar yang bisa menyebabkan learning loss. Informasi ini bisa membantu masa para guru dalam memberikan intervensi pembelajaran yang sesuai. 

Durasi sesi belajar 

Pelajaran menggunakan kecerdasan buatan bisa membantu memahami durasi belajar peserta didik dan juga frekuensi login mereka. Kecerdasan buatan ini akan mampu memantau seberapa sering dan berapa lama peserta didik berinteraksi dengan platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan ini. 

Durasi belajar ini bisa menentukan apakah peserta didik sudah mencapai pemahaman suatu materi atau belum. Informasi ini bisa membantu dalam mencegah adanya learning loss. 

Partisipasi diskusi 

Pada pembelajaran menggunakan kecerdasan buatan, keaktifan peserta didik dalam forum diskusi akan tercatat dalam sistem sehingga dapat memberikan gambaran berapa banyak mereka telah mengikuti diskusi pada platform. 

Informasi ini bisa membantu dan memahami tingkat keaktifan mereka di dalam suatu pembelajaran sehingga bisa berpengaruh pada perubahan belajar. Ini bisa mencegah adanya learning loss di kemudian hari. 

Tingkat kehadiran 

Informasi selanjutnya yang penting dalam identifikasi learning loss dalam pembelajaran yaitu tingkat kehadiran peserta didik. Kehadiran peserta didik pada pembelajaran akan tercatat pada sistem sehingga mampu menjadi informasi. 

Informasi ini bisa membantu dalam memahami dengan keaktifan peserta didik sehingga bisa membantu mencegah adanya learning loss. Para guru bisa memberikan intervensi yang tepat sehingga learning loss tidak dapat terjadi. 

Contoh dashboard pemantauan AI untuk deteksi dini learning loss

Untuk dapat memantau pembelajaran peserta didik, para guru bisa menggunakan berbagai dashboard pemantauan yang tersedia di berbagai platform. Pemantauan ini akan membantu dalam memahami apakah terdapat kemajuan atau perubahan pada pembelajaran peserta didik. 

Data-data di dalamnya dapat membantu para guru dalam menentukan kebijakan pembelajaran yang tepat sehingga menghindari adanya permasalahan di dalam pembelajaran. Berikut ini adalah informasi mengenai platform pemantauan kecerdasan buatan untuk peserta didik. 

  • Google forms
  • Kahoot!
  • Edmodo
  • Quizlet
  • Moodle
  • Socrative
  • Padlet
  • Mentimeter
  • Edulastic

Intervensi berbasis data

AI untuk deteksi dini learning loss membutuhkan berbagai data yang penting untuk proses pemantauan. Hal ini demi dapat melakukan intervensi yang tepat untuk menghindari adanya learning loss. 

Berikut ini adalah beberapa langkah intervensi berbasis data yang dapat terlaksana menggunakan teknologi kecerdasan buatan. 

Pengumpulan data

Proses intervensi learning loss menggunakan data dapat menjadi suatu kegiatan yang efektif. Ini karena para guru bisa memberikan pencegahan yang tepat bagi peserta didik terkait sesuai dengan fakta yang ada sehingga mampu memberikan pembelajaran yang relevan. 

Hal ini dapat terlaksana dengan proses pengumpulan data yang penting untuk pemantauan. Kumpulan data ini umumnya berupa data nilai ujian, data kehadiran, data hasil tugas dan juga data lainnya. 

Data tersebut bisa menjadi informasi penting yang bisa membantu guru dan memantau kondisi learning class pada peserta didik. Pengumpulan data pada platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan akan jadi lebih efektif dan efisien. 

Perancangan pembelajaran 

Setelah proses pengumpulan data, para guru bisa merancang pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. Proses perancangan pembelajaran ini menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik terkait. 

Ketika peserta didik memberikan indikasi adanya learning loss, para guru bisa memberikan rancangan pembelajaran yang lebih efektif sesuai dengan kumpulan informasi pada platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang digunakan. 

Perancangan pembelajaran harus dapat sesuai dengan kebutuhan sehingga mereka bisa mencapai tujuan pembelajaran yang tepat. 

Pemberian materi sesuai tingkat kemampuan 

Perancangan pembelajaran untuk peserta didik juga harus menyesuaikan kondisi. Pemberian materi dan juga kegiatan belajar harus sesuai dengan tingkat kemampuan mereka sehingga mereka dapat menerima materi dengan lebih baik. 

Pemberian materi akan menyesuaikan dengan tingkat pemahaman dan juga gaya belajar agar mereka bisa mengembangkan diri dengan lebih efektif. 

Pemberian saran dan umpan balik sesuai kemampuan 

Setelah pembelajaran terlaksana, para peserta didik akan mendapatkan evaluasi hasil pembelajaran sehingga dapat mengetahui apakah mereka sudah mencapai tujuan belajar atau belum. Evaluasi ini dapat terlaksana pada platform berbasis kecerdasan buatan sehingga bisa memberikan saran dan umpan balik yang sesuai dan juga tepat. 

Saran dan umpan balik ini bisa membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan mereka sehingga bisa memperbaiki kondisi learning loss. Untuk peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran, para guru bisa memberikan materi belajar selanjutnya. 

Kolaborasi guru–orang tua

Learning loss bisa dicegah dengan berbagai usaha. Para guru dan pihak sekolah harus dapat memberikan usaha yang tepat sehingga mampu mencegah kondisi ini pada peserta didik. 

Selain itu harus terdapat kolaborasi yang aktif antara guru dan juga orang tua sehingga mereka mampu mencegah kondisi learning loss pada peserta didik. Kolaborasi ini akan mampu membantu melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif untuk peserta didik. 

Salah satu caranya yaitu dengan melibatkan para orang tua peserta didik dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran tidak hanya terjadi dalam kegiatan di sekolah saja. 

Para orang tua juga memiliki andil yang besar dalam proses pembelajaran peserta didik di dalam rumah. Orang tua harus dapat memberikan fasilitas dan juga perhatian yang cukup dalam memberikan intervensi pencegahan learning loss. 

Para orang tua dapat memberikan motivasi belajar pada peserta didik serta membantu proses belajar di rumah sehingga mereka bisa meningkatkan pemahaman mereka. Pemberian kebutuhan pembelajaran di rumah jika menjadi sesuatu yang penting pada perkembangan peserta didik. 

Guru dan orang tua bisa berkolaborasi untuk memberikan kebutuhan pembelajaran yang sesuai untuk peserta didik. Kolaborasi ini bisa menjadi kunci terhindarnya kondisi learning loss pada peserta didik sehingga mereka bisa mencapai tujuan pembelajaran yang seharusnya. 

Maka dari itu hal ini merupakan suatu hal yang penting dan harus menjadi perhatian oleh para pihak terkait. Tanpa adanya kolaborasi yang baik antara pihak sekolah dan juga orang tua peserta didik, peningkatan kemampuan yang sejalan dengan tujuan pendidikan bisa menjadi suatu hal yang sulit. 

Etika pemantauan siswa di AI untuk deteksi dini learning loss

Memantau peserta didik menggunakan kecerdasan buatan demi mendeteksi learning loss merupakan suatu hal yang menguntungkan karena mampu menghindari kemunduran dalam pembelajaran. Walaupun begitu terdapat berbagai etika dalam pelaksanaan serta penggunaan kecerdasan buatan ini sehingga mampu menghindari berbagai masalah di masa depan. 

Transparansi penggunaan data

Dalam memantau peserta didik pada proses pembelajaran, para guru harus dapat memahami berbagai etika pemantauan, salah satunya yaitu transparansi penggunaan data. Pihak yang terlibat dalam pemantauan harus dapat memiliki informasi mengenai transparansi penggunaan data dengan tepat. 

Para peserta didik memiliki hak untuk memahami bagaimana data tersebut diolah dan proses pengumpulan data untuk kecerdasan buatan tersebut. Transparansi ini bisa membantu dalam memberikan pengetahuan akan pemrosesan data dan juga menghindari permasalahan di masa depan. 

Keamanan dan privasi data

Baca Juga: Project Based Learning: Pengertian dan Karakteristiknya

Salah satu hal yang penting dalam etika pemantauan kecerdasan buatan yaitu pada aspek keamanan dan privasi data. Keamanan dan privasi data merupakan suatu hal yang penting karena menyangkut masing-masing individu terkait. 

Keamanan dan privasi data harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik sehingga tidak memberikan permasalahan di masa depan. Harus ada sistem yang dapat menjaga keamanan serta privasi data sehingga tidak terjadi penyalahgunaan maupun kebocoran data di masa depan. 

Akuntabilitas atau penanggung jawab 

Penggunaan pemantauan dengan kecerdasan buatan merupakan suatu hal yang penting sehingga harus ada penanggung jawab yang dapat menjadi jaminan penggunaan data. Ini bisa menjadi aspek penting dalam penggunaan data menyangkut kepercayaan peserta didik. 

Penutup 

AI untuk deteksi dini learning loss akan membantu dalam menganalisis berbagai kondisi peserta didik sehingga mereka bisa memperbaiki pembelajaran sesuai dengan ketentuan. Semoga informasi ini dapat membantu para guru dalam melaksanakan pembelajaran dan mendeteksi permasalahan di dalamnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Share the Post: