Kurikulum Merdeka, Ketahui Karakteristik dan Tugas Guru

Adanya kurikulum dalam suatu instansi pendidikan akan membantu agar proses pembelajaran menjadi lebih lancar dan sesuai dengan tujuan utamanya. Kurikulum merdeka yang terimplementasi di sekolah tentunya akan memberikan hasil yang baik. 

Kurikulum ini cukup berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang diimplementasikan di sekolah. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan dan juga fleksibilitas yang cukup untuk para murid. 

Hal ini tentunya akan membantu perkembangan para peserta didik. Perubahan ini bisa menjadi langkah awal kesuksesan pendidikan di Indonesia. 

Namun, perubahan kurikulum ini bisa mempengaruhi banyak hal. Salah satunya yaitu pada tugas guru dan juga beberapa implementasi dalam sekolah. 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kurikulum satu ini, silakan membaca artikel berikut. 

Pengertian Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka yaitu suatu proses pembelajaran intrakurikuler di sekolah. Program belajar ini akan memfokuskan pada konten belajar yang lebih tepat sehingga murid dapat meresapi isi konsep pembelajaran dengan lebih baik. 

Selain itu, kurikulum ini juga membantu dalam menguatkan kompetensi peserta didik. Di dalam kurikulum ini, guru akan mendapatkan kebebasan dalam menggunakan perangkat ajar di kelas. 

Hal ini akan membantu agar pembelajaran bisa sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Di kurikulum ini, guru memiliki banyak keleluasaan dalam membuat proses pembelajaran jadi lebih berkualitas sehingga sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing. 

Kurikulum merdeka memiliki tiga cakupan kegiatan pembelajaran. Di antaranya yaitu:

1. Pembelajaran Intrakurikuler

Pembelajaran ini yaitu suatu pembelajaran yang terdiferensiasi sehingga murid di sekolah dapat memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep dan meningkatkan kompetensi. Dengan cara ini, guru juga bisa lebih bebas dalam memilih perangkat ajar agar sesuai dengan kebutuhan murid mereka. 

2. Pembelajaran Kokurikuler

Pembelajaran satu ini yaitu berupa projek penguatan untuk Profil Pelajar Pancasila. Projek ini memiliki prinsip pembelajaran yang interdisipliner sehingga berorientasi pada perkembangan karakter dan kompetensi umum siswa. 

3. Pembelajaran Ekstrakurikuler

Pembelajaran satu ini terlaksana sesuai dengan minat murid dan juga sumber daya yang ada di instansi pendidikan. Hal ini akan membantu dalam perkembangan murid dalam kegiatan di sekolah.

Proses pembelajaran pada kurikulum satu ini akan melalui tiga tahapan. Berikut ini beberapa informasinya:

4. Asesmen Diagnostik

Dalam tahap ini guru akan melakukan asesmen tahap awal untuk mempelajari potensi, karakteristik, kebutuhan dan juga tahap perkembangan tiap murid. Asesmen ini akan guru lakukan pada awal tahun pembelajaran. 

Hasil dari asesmen ini akan guru gunakan untuk melakukan perancangan metode pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Hal ini akan membantu perkembangan peserta didik di sekolah. 

5. Proses Perencanaan

Tahapan selanjutnya yaitu tahap perencanaan. Di tahap ini guru akan menyusun proses pembelajaran yang sesuai dengan asesmen di tahap sebelumnya. 

Guru akan mengelompokkan murid berdasarkan tingkat kemampuan sehingga dapat memberikan materi ajar yang sesuai kemampuan. Hal ini akan memberikan kesempatan lebih besar bagi setiap murid dalam kegiatan di sekolah. 

6. Proses Pembelajaran 

Selanjutnya yaitu ada proses pembelajaran. Dalam proses ini guru akan melakukan asesmen formatif pada beberapa waktu. 

Hal ini demi mengetahui apakah peserta didik mengalami perkembangan pada metode ajar yang digunakan. Guru juga bisa melakukan asesmen lain untuk membantu tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah.

Tugas Guru di Kurikulum Merdeka

Perbedaan dengan kurikulum yang sebelumnya tentunya akan memberikan pengaruh pada beberapa aspek. Salah satu pengaruhnya yaitu pada tugas guru di sekolah. 

Guru di sekolah memang memiliki tugas utama yaitu mengajar dan juga membantu perpindahan pengetahuan ke peserta didik. Namun, dalam kurikulum ini, guru memiliki peran penting lainnya yang dapat membantu pengembangan pendidikan di Indonesia. 

Tugas guru di kurikulum baru ini yaitu:

1. Mempelajari Potensi Siswa

Guru memiliki peran penting dalam kurikulum baru ini. Guru harus dapat mengidentifikasi minat, potensi, dan juga kebutuhan belajar tiap siswa. 

Dengan mengetahui potensi siswa, guru akan dapat membangun metode pembelajaran yang efektif dan juga mengakomodir berbagai kebutuhan siswa. Hal ini akan membantu siswa agar dapat berkembang dengan optimal. 

2. Merancang Pembelajaran di Sekolah

Guru dalam kurikulum ini harus dapat merancang pembelajaran yang personal. Dalam hal ini, guru dapat memilih metode, pendekatan dan juga materi apa yang paling cocok untuk tiap siswa. 

Dengan begitu proses pembelajaran akan jadi lebih efektif. Hasil dari pembelajaran juga akan lebih mudah diraih nantinya. 

3. Mendorong Inovasi dan Kreativitas

Guru dalam proses pembelajaran memiliki tanggung jawab lain yaitu untuk mendorong kreativitas siswa dalam berinovasi di pembelajaran. Dengan kesempatan yang lebih leluasa, diharapkan agar siswa dapat berlatih berpikir kritis dan juga berkreasi dengan lebih baik. 

Guru harus dapat membantu siswa dalam proses pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hal ini akan membuat proses pembelajaran jadi lebih efektif.

Tujuan Kurikulum Merdeka

Pada kurikulum yang baru ini, terdapat tujuan-tujuan akhir yang menjadi tolak ukur kesuksesan kurikulum yang tenaga didik praktekkan. Tujuan tersebut menjadi suatu gol yang tercipta dari usaha-usaha bersama. 

Tujuan utama dari kurikulum merdeka ini yaitu untuk mendukung visi pendidikan di Indonesia. Selain itu kurikulum ini juga menjadi bagian pemulihan dalam pembelajaran di sekolah. 

Kurikulum yang awalnya bernama kurikulum prototipe ini berkembang sebagai kerangka kurikulum yang lebih bebas dan fleksibel. Kurikulum ini fokus pada materi esensial, pengembangan karakter siswa dan juga kompetensinya. 

Kurikulum merdeka ini adalah suatu langkah dalam membantu para guru dan tenaga didik lainnya agar bisa mengubah proses belajar jadi lebih relevan dengan dunia nyata namun tetap mendalam dan menyenangkan. Dengan demikian, siswa bisa memahami pembelajaran dengan lebih baik lagi. 

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka memiliki beberapa perbedaan penting dengan kurikulum sebelumnya. Perbedaan ini tentunya akan menjadi suatu hal yang harus guru ketahui agar dapat mengajar dengan tepat di kurikulum yang baru. 

Untuk memahami lebih dalam, berikut ini adalah karakteristik dari kurikulum merdeka di Indonesia:

1. Pengembangan Soft Skills dan Karakter

Karakteristik yang pertama yaitu adanya pengembangan soft skill dan karakter siswa. Hal ini akan membantu agar siswa mempelajari materi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan di dunia nyata. 

2. Fokus pada Materi Esensial

Hal ini dilakukan demi memberikan pembelajaran dengan lebih mendalam agar dapat membantu siswa dalam belajar. Selain itu, waktu juga akan lebih banyak untuk memberikan pengembangan kompetensi dan karakter yang akan teraplikasi di dunia nyata. 

3. Pembelajaran Fleksibel

Pembelajaran pada kurikulum ini bersifat fleksibel. Hal ini akan membantu agar pembelajaran tidak terasa kaku dan sesuai dengan minat serta bakat siswa. 

4. Proyek Profil Pelajar Pancasila 

Selain itu ada juga proyek profil pelajar Pancasila yang dikembangkan berdasarkan pada tema tertentu sesuai ketetapan pemerintah. Proyek ini terarah agar dapat mencapai target pembelajaran yang tidak terikat dengan mata pelajaran.

Kurikulum Merdeka Penting Diketahui oleh Guru

Itulah dia beberapa informasi penting tentang kurikulum merdeka mulai dari karakteristik, tujuan hingga tugas guru pada kurikulum yang baru ini. Informasi ini sangat bermanfaat untuk membantu pemahaman bagi guru yang akan mengajar.

Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka, Apa Saja?

Kurikulum Guru Penggerak: Kerangka Program dan Materinya

Project Based Learning: Pengertian dan Karakteristiknya

Share the Post:

Related Posts