Angka Kredit Penyusunan Modul dan Diktat untuk Kenaikan Jabatan

Untuk guru, menyusun modul dan diktat bisa membantu kenaikan pangkat. Hal ini karena terdapat angka kredit penyusunan modul dan diktat yang penting untuk menambah kredibilitas guru. 

Angka kredit ini bisa juga guru dapatkan dengan cara lain. Contohnya yaitu dengan mengikuti kegiatan pengembangan diri, membuat karya inovatif, atau menulis publikasi lain. Semua cara ini bisa guru lakukan agar bisa menambah angka kredit yang berguna bagi kenaikan jabatan.

Selain itu, sistem ini juga akan membantu agar guru bisa meningkatkan mutu dan kualitas diri agar bisa bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia. 

Angka Kredit untuk Tiap Jabatan Guru

Untuk tiap jabatan fungsional guru, Anda akan membutuhkan jumlah angka kredit yang berbeda agar bisa naik jabatan. Berikut ini informasinya:

  • Untuk posisi guru pertama golongan ruang III/a naik tingkat ke guru pertama golongan ruang III/b, poin yang dibutuhkan yaitu 4 angka kredit dari sub-unsur pengembangan diri. 
  • Untuk posisi guru pertama III/a naik tingkat ke guru muda golongan ruang III/c, poin yang dibutuhkan yaitu 3 angka kredit dari sub-unsur pengembangan diri dan 4 angka kredit sub-unsur publikasi dan karya inovatif. 
  • Untuk posisi guru muda golongan ruang III/c naik tingkat ke guru muda golongan ruang III/d, poin yang dibutuhkan yaitu 3 angka kredit sub-unsur pengembangan diri dan 6 angka kredit sub-unsur publikasi atau karya inovatif. 
  • Untuk posisi guru muda golongan ruang III/d ke guru madya golongan ruang IV/a, poin yang dibutuhkan yaitu 4 angka kredit sub-unsur pengembangan diri dan juga 8 angka kredit sub-unsur publikasi atau karya inovatif.
  • Untuk posisi guru madya golongan ruang IV/a ke guru madya golongan ruang IV/b, poin yang dibutuhkan yaitu 4 angka kredit sub-unsur pengembangan diri dan 12 angka kredit sub-unsur publikasi atau karya inovatif.
  • Untuk posisi guru madya golongan ruang IV/b naik tingkat ke guru madya golongan ruang IV/c, poin yang dibutuhkan yaitu 4 angka kredit sub-unsur pengembangan diri dan juga 12 angka kredit sub-unsur publikasi atau karya inovatif.
  • Untuk posisi guru madya golongan ruang IV/c naik tingkat ke guru utama golongan ruang IV/d, poin yang dibutuhkan yaitu 5 angka kredit sub-unsur pengembangan diri dan juga 14 angka kredit sub-unsur publikasi atau karya inovatif.
  • Untuk posisi guru utama golongan ruang IV/d ke guru utama golongan ruang IV/e, poin yang dibutuhkan yaitu 5 angka kredit sub-unsur pengembangan diri dan juga 20 angka kredit sub-unsur publikasi atau karya inovatif.

Publikasi Ilmiah

Publikasi ilmiah terbagi menjadi beberapa kategori lainnya. Di dalam tiap kategori, Anda akan mendapatkan angka kredit jika menulis publikasi yang sesuai dengan syarat. 

Untuk kali ini, penjelasan akan berpusat pada modul dan diktat. Ini dia informasinya:

1. Penyusunan Modul dan Diktat

Pertama-tama marilah mempelajari pengertian dari modul dan diktat. Modul adalah suatu materi pelajaran yang tersusun dan tersaji secara tertulis agar penggunanya dapat memahami dan menyerap materi pelajaran tersebut. 

Sedangkan untuk diktat sendiri yaitu suatu catatan tertulis mengenai suatu mata pelajaran atau bidang studi yang guru persiapkan untuk membantu mempermudah dan melengkapi mata pelajaran yang guru sampaikan. Modul dan diktat harus jelas penyusunannya. 

Perangkat belajar ini harus menunjukkan nama mata pelajaran atau materi pokok pelajaran yang menjadi isi teks tersebut. Selain itu harus ada juga penjelasan kelas atau jenjang untuk penggunaan modul. 

Modul atau diktat yang akan menjadi pegangan di tingkat provinsi akan memerlukan pengesahan dari kepala dinas pendidikan provinsi setempat. 

Sedangkan modul atau diktat yang menjadi pegangan di tingkat kabupaten atau kota akan memerlukan pengesahan dari dinas kabupaten atau kota tersebut. 

Untuk modul atau diktat yang menjadi pegangan di sekolah tertentu harus mendapatkan pengesahan dari kepala sekolah. Perangkat pembelajaran ini harus mengikuti kerangka isi yang sesuai aturan.

Di dalam modul umumnya akan ada beberapa kegiatan belajar yang harus siswa selesaikan dalam jangka waktu tertentu. Setiap akhir kegiatan juga akan ada pembahasan atau umpan balik. 

Modul akan berisi satu topik materi yang menjadi unit program pembelajaran. Materi pembelajaran untuk modul akan tersusun dan tersaji dengan standar agar siswa bisa memahami isi materi yang tersaji. 

Pada umumnya, modul akan terdiri dari: Petunjuk untuk peserta didik, isi materi pembahasan berupa uraian dan contoh, lembar kerja siswa, evaluasi siswa, kunci jawaban dan evaluasi, serta pegangan untuk tutor dan guru. 

Diktat masih memiliki keterbatasan dan tidak selengkap modul. Hal ini bisa terlihat dari jangkauan penggunaannya dan juga cakupan isinya. 

Kerangka isi diktat tidak jauh berbeda dengan buku pelajaran. Umumnya akan ada beberapa bagian yang tidak dipergunakan di dalam diktat. 

2. Angka Kredit Penyusunan Modul dan Diktat

Untuk mendapatkan angka kredit, guru harus menyerahkan bukti fisik modul atau diktat sesuai dengan aturan. Berikut ini adalah bukti fisik yang guru perlukan:

  • Pengesahan dari kepala dinas pendidikan provinsi jika modul atau diktat menjadi pegangan di tingkat provinsi. 
  • Pengesahan dari kepala dinas pendidikan kabupaten atau kota jika modul atau diktat menjadi pegangan di tingkat kabupaten atau kota. 
  • Pengesahan dari sekolah jika menjadi pegangan di sekolah. 

Untuk jumlah angka kreditnya yaitu:

  • Modul dan diktat di tingkat provinsi, nilainya yaitu 1,5 poin. 
  • Modul dan diktat di tingkat kabupaten atau kota, nilainya yaitu 1 poin. 
  • Modul dan diktat di tingkat sekolah, nilainya yaitu 0,5 poin. 

Prinsip Publikasi Karya Ilmiah

Penyusunan publikasi ilmiah untuk kenaikan pangkat tidak boleh Anda lakukan dengan asal saja. Penyusunannya harus menyesuaikan dengan kerangka isi yang telah ada di standar.

Selain itu, penyusunan publikasi ilmiah juga harus menggunakan prinsip publikasi yang sebenar-benarnya. 

Prinsip publikasi ini yaitu ‘APIK’, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Prinsip Asli

Prinsip satu ini fokus pada keaslian publikasi ilmiah dan juga karya inovatif dari penulis. Karya dari guru tersebut haruslah asli buatan mereka sendiri tanpa ada unsur jiplakan atau plagiat dari karya orang lain. 

Karya inovatif dan publikasi harus berdasarkan niat yang baik dan bukan dari prosedur yang buruk. Keaslian ini sangat penting untuk tiap karya. 

2. Prinsip Perlu

Prinsip yang selanjutnya yaitu prinsip perlu. Prinsip ini sangat penting bagi tiap karya inovatif dan juga publikasi ilmiah. 

Hal ini karena karya yang memiliki prinsip ini tentunya akan dapat berguna bagi kehidupan sehari-hari dan juga di bidang pendidikan. Prinsip perlu menentukan bahwa karya harus sesuatu yang bermanfaat bagi pengembangan keprofesian guru. 

Karya harus bermanfaat dalam memperbaiki kualitas pembelajaran di instansi pendidikan. Hal ini menjadikan karya tidak hanya sekedar ide atau gagasan saja ke depannya. 

3. Prinsip Ilmiah

Prinsip publikasi dan karya inovatif yang selanjutnya yaitu prinsip ilmiah. Karya inovatif dan juga publikasi haruslah tersaji dengan i menggunakan kaidah dan kerangka isi ilmiah. 

Karya harus mengikuti standar kerangka isi yang ada agar bisa memiliki prinsip ilmiah ini. Apalagi karya ini akan dapat dipergunakan di instansi formal sehingga harus tersusun sesuai dengan standar. 

4. Prinsip Konsisten

Prinsip untuk karya inovatif dan publikasi yang lainnya yaitu prinsip konsisten. Karya harus konsisten dan sesuai dengan tugas guru. 

Isi dari karya harus terkait dengan profesi guru dan ilmu yang mereka ampu. Hal ini membantu agar karya inovatif atau publikasi tidak sia-sia. 

Menyusun Modul dan Diktat Menambah Angka Kredit Guru

Itulah dia beberapa informasi penting mengenai angka kredit penyusunan modul dan diktat untuk kenaikan jabatan guru. Dengan mengumpulkan angka kredit dari kategori ini, Anda akan dapat meningkatkan kualitas diri dan juga mendapatkan kenaikan jabatan.

Angka Kredit Penulisan Buku Teks Pelajaran dan Ketentuannya

Angka Kredit Gagasan Ilmiah Best Practice dan Persyaratannya

Ketahui Besaran Angka Kredit Tinjauan Ilmiah/Best Practice

Share the Post:

Related Posts